//Produksi Kursi Kereta Api, PT Inka Gandeng Siswa SMK

Produksi Kursi Kereta Api, PT Inka Gandeng Siswa SMK

JawaPos.com – PT Industri Kereta Api (Inka) mengoptimalkan potensi keterampilan siswa SMK. Perusahaan pelat merah itu menggandeng SMK PGRI 1 Mejayan Madiun, Jawa Timur untuk memproduksi kursi kereta api.

Kursi yang dibuat merupakan jenis eksekutif. Produksi yang menggandeng siswa SMK itu dalam rangka project based learning (PBL) yangmelibatkan D-Tech Engineering.

Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Wikan Sakarinto mengatakan, kerja sama itu sebagai salah satu wujud pelaksanaan dan komitmen untuk terus mendukung program Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) dalam penguatan lulusan SMK yang siap kerja di dunia industri.

Dalam perjanjian kerja sama tersebut, PT Inka memberikan kontrak pekerjaan kepada D-Tech Engineering untuk produksi 440 kursi kereta api.

“Kemendikbudristek terus mendukung skema implementasi PBL. Ini merupakan implementasi nyata dari Merdeka Belajar, Link and Match, Kurikulum Merdeka, Project Based Learning, dan Teaching Factory,” ujar Wikan Sakarinto kepada wartawan, Sabtu (14/5).

Wikan Sakarinto berharap dengan program PBL itu bisa membuat para siswa dan mahasiswa bisa lebih terlatih secara professional mengerjakan setiap proyek. “Ini mengasah aspek soft skill maupun hard skill sambil belajar dan berkuliah,” imbuhnya.

“Tentunya, SMK akan berupaya untuk memenuhi standar-standar produksi industri,” tegasnya.

Sementara itu pelaksana pekerjaan produksi kursi kereta api melibatkan 4-5 SMK yang tersebar di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Adapun waktu pelaksanaan pekerjaan adalah 90 hari kalender dengan tuntutan kualitas dan biaya sesuai dengan permintaan PT INKA.

“Cara belajar terbaik itu, ya sambil langsung praktik menangani proyek profesional, tentunya setelah dasar fondasinya digarap. Sehingga, siswa SMK akan merasakan atmosfer bagaimana berkomunikasi dengan klien, dikejar target, memproses produk berstandar industri, serta mendapat umpan balik dari pengguna. Ini akan menguatkan soft skill mereka,” tukas Wikan.