//Ini Tantangan Pemasaran di Era Digital

Ini Tantangan Pemasaran di Era Digital

seorang pemasar di era society 5.0 harus memiliki empati antarbudaya

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pemahaman dan pengenalan terhadap public relations dinilai penting dalam menghadapi perkembangan pemasaran di era digital berbasis teknologi internet. Di sisi lainnya, seorang pemasar di era society 5.0 harus memiliki empati antarbudaya serta mampu mempelajari budaya baru dan harus cakap dalam menggunakan teknologi.

Hal tersebut menjadi benang merah dari webinar bertajuk Marketing Communication di Era Society 5.0 yang digelar oleh Fakultas Komunikasi dan Desain Kreatif Universitas Budi Luhur, Jakarta. Acara ini menghadirkan para pembicara Board of Director International Geothermal Association, Surya Darma, Ph.D, Dipl. Geo. Tech, guru besar FIKOM Universitas Padjadjaran, Prof. Deddy Mulyana, M.A., Ph.D, serta CEO Nexus Risk Mitigation and Strategic Communication, Dr Firsan Nova.

Firsan Nova dalam pemaparannya mengatakan seorang public relations itu penting untuk selalu memonitor publik atau pasarnya. “Penting bagi perusahaan untuk selalu memonitor marketnya, jika tidak maka akan celaka,” tuturnya.

Menurutnya, perusahaan yang baik dalam pengelolaan marketing adalah perusahaan yang memahami market dan target pasarnya. “Jika perusahaan sampai mengalami masalah dan kebangkrutan, maka perusahaan tersebut tidak cukup intim terhadap marketnya,” ujarnya.

Prof Deddy Mulyana menjelaskan pula di dalam pemasaran di Era Society 5.0 adalah pemasaran yang mengedepankan nilai etis. Untuk itu, kata dia, konsumen harus diberikan keleluasaan untuk berkomunikasi, menentukan dan memilih produk atau jasa, memberikan respon serta memilih saluran komunikasi.

“Harus dipahami juga seorang pemasar di era society 5.0 harus memiliki empati antarbudaya, minat untuk mempelajari budaya baru dan cakap dalam menggunakan teknologi,” katanya.

Sementara itu Surya Darma menjelaskan mengenai pentingnya marketing komunikasi. “Dari konteks tersebut, akan membangun brand image atau brand awareness yang nantinya akan mengubah citra perusahaan serta produk dan layanan jasanya.”

Rektor Universitas Budi Luhur, Dr Wendi Usino, mengatakan pemasaran di era teknologi seperti saat ini membutuhkan kemampuan dan pemahaman yang komprehensif.

“Kita sadari, kita tidak dapat menghindar dari kondisi tersebut. Hal yang saya ingin ajak adalah bagaimana manusia dapat menggunakan teknologi, bukan kepada teknologinya karena society 5.0 immunity nya bukan pada teknologinya.” katanya.