//Serius Galang Kemitraan, 8 Mahasiswa UMJ Ikuti Program International Credit Transfer 2022

Serius Galang Kemitraan, 8 Mahasiswa UMJ Ikuti Program International Credit Transfer 2022

Program tersebut salah satu impementasi kebijakan merdeka belajar kampus merdeka

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA–Sebanyak 8 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) berkesempatan mendapatkan hibah dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi untuk mengikuti program International Credit Transfer (ICT) atau Kredit Transfer Internasional tahun 2022.

Program tersebut merupakan salah satu program untuk mendukung implementasi kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka. Pengumuman hasil seleksi diterima pihak kampus UMJ melalui Kantor Urusan Internasional (KUI), Rabu (22/6/2022). 

Kedelapan mahasiswa tersebut adalah Mitsalina Tantri Ningyasari, Rendi Amelia (Magister Akuntansi FEB), Brave Barramaulana Fereiro (Komunikasi Penyiaran Islam FAI), Bonita Nameera Karyadi, Hilwa Sholihah, Meyviana Nabila Faradewi, Nurlaili Qurrotu Aini dan Khalifah Intishor Zahid (Pendidikan Bahasa Inggris FIP). Program ini mendorong mahasiswa Indonesia dalam meningkatkan pengalaman, perluasan dan penguatan jejaring, serta pemahaman sosial budaya bangsa asing melalui interaksi dengan masyarakat di luar negeri. Berdasarkan penuturan yang dilakukan melalui Kepala KUI, Endang Zakaria, MH., tahun 2022 merupakan tahun kedua UMJ mengikuti program ICT.

“Dari banyaknya perguruan tinggi se-Indonesia yang mendaftar dan mengajukan proposal, hanya 17 perguruan tinggi yang lolos termasuk UMJ. Setiap kampus mengusulkan minimal 6 mahasiswa. Tahun ini, ada 8 mahasiswa UMJ yang didaftarkan dan berhasil lolos mendapatkan dana hibah untuk ikut kredit transfer,” kata Endang dalam keterangan tertulisnya, Senin (27/6/2022).

Kampus Universitas Muhammadiyah Jakarta mendorong mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman lebih banyak di luar kampus, dalam hal ini mendukung MBKM salah satunya melalui program ICT. Dukungan tersebut ditunjukkan melalui keseriusan UMJ dalam menjalin kemitraan dengan berbagai kampus di luar negeri, sehingga pada program ICT mahasiswa mendapat beberapa kampus pilihan.

“Kali ini, ada 3 kampus yang siap menerima program ICT dari UMJ. Ini menyesuaikan dengan kesiapan kampus mitra, karena tidak semua kampus menyediakan kelas dalam Bahasa Inggris. Jadi kami coba menjajaki dan mencari kampus-kampus yang sudah siap,” ujar Endang. 

Pada program tersebut, mahasiswa boleh memilih mata kuliah dan kampus tujuan. Kali ini terdapat 2 kampus yang dituju oleh mahasiswa pemenang hibah, 6 mahasiswa ke Universiti Sains Islam Malaysia dan 2 (dua) mahasiswa ke Universiti Teknologi Petronas. 

Mahasiswa akan menjalankan program selama 1 (satu) semester dengan mengikuti kebijakan kampus tujuan. Saat ini Universiti Sains Islam Malaysia telah membuka kelas luar jaringan (luring). Mahasiswa tersebut dijadwalkan akan berangkan ke negara tujuan, Malaysia, pada September 2022 mendatang.