//UIN Bukittingi Adakan Workshop Pendampingan Jurnal Menuju Scopus

UIN Bukittingi Adakan Workshop Pendampingan Jurnal Menuju Scopus

Memperjuangakan jurnal untuk menjadi Scopus adalah  jihad akademik.

REPUBLIKA.CO.ID, BUKITTINGGI — Keberadaan Jurnal ilmiah saat ini sudah menjadi kebutuhan utama di dunia Akademik. Peranannya sebagai salah satu sumber informasi, rujukan keilmuan dan gagasan semakin berdampak baik jika jurnal tersebut bereputasi baik. Baik nasional apalagi diakui internasional.

Lembaga-Lembaga pendidikan berusaha maksimal agar menghasilkan jurnal yang bereputasi, baik di kancah nasional maupun internasional. Sebagai lembaga pendidikan terkemuka, UIN Sjech M Djamil Djambek, Bukittinggi, Sumatera Barat,  beberapa waktu terakhir fokus untuk melahirkan jurnal terindeks internasional dengan mengadakan pendampingan Workshop Penampingan Jurnal Road To Scopus. Kegiatan itu diadakan pada Selasa (2/8/2022).

Dalam pembukaannya, Rektor UIN Sjech M Djamil Djambek Prof  Ridha Ahida  MHum mengatakan, memperjuangakan jurnal untuk menjadi Scopus ialah ikhtiar dan jihad akademik. Maka dari itu,  perjuangan ini adalah perjuangan mulia. Perjuangan kita untuk mengolah jurnal menjadi semangat tersendiri, terhadap institusi,”  ujarnya dalam rilis yang diterima Republika.co.id, Rabu (3/8/2022).

Kegiatan workshop ini didampingi langsung oleh Ir  Rahmat Hidayat  MScIT (Editor in Chief JOIV : International Journal on Informatics Visualization). Dalam paparannya Rahmat menuturkan hal yang senada dengan rektor.  “Memperjuangkan jurnal untuk menjadi Scopus ternyata  juga bisa menjadi jihad ekonomi. Membuat jurnal Scopus, sebenarnya menyelamatkan devisa Indonesia agar tidak pergi keluar,” ujarnya.

Kegiatan berlangsung dengan membedah dan menelaah lima jurnal UIN Bukittinggi: Jurnal Al-Hurruriyah: Hukum Islam;  Jurnal Educative: Journal of Educational Studies;  Jurnal Fuaduna: Jurnal Kajian Keagamaan dan Kemasyarakatan; Islam Realitas: Journal of Islamic and Social Studies.

Di akhir kegiatan, H Asyarie sebagai wakil rektor I Bidang Akademik mengatakan, “Perjuangan jihad ilmiah ini baru kita mulai, kita ikhtiarkan betul agar segera terwujud.”