//Siswa SMK Muhammadiyah dan Al Huda Banyak Belajar di Bootcamp SIC

Siswa SMK Muhammadiyah dan Al Huda Banyak Belajar di Bootcamp SIC

Tim Daffa menciptakan Glasstic, yaitu kacamata yang dilengkapi sensor ultrasonik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Siswa SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi, Kabupaten Malang, Ardika Purna mewakili kelompoknya berbagi pengalaman mengikuti IoT Product Development Bootcamp. Ardika mengatakan, materi yang diajarkan di bootcamp bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mengenai konsep berpikir desain, inovasi, berpikir kritis, program validasi, membuat ide solusi, python course, dan IoT course, yang saling berkaitan dalam menggarap produk internet of thing (IoT).

Produk IoT yang dirancang kelompoknya adalah smart aquarium yang disebut AquaThings, Menurut Ardika, AquaThings dibuat untuk mempermudah mengontrol akuarium ikan hias melalui ponsel pinter. Solusi itu bertumpu pada tiga fitur utama, yaitu IoT pengatur kadar PH air, IoT feeder fish, dan IoT pencahayaan akuarium.

Dia mengaku, cukup banyak tantangan yang harus dihadapi pada fase tersebut. Di antaranya, harus menggunakan bahasa pemrograman yang sama sekali baru dari yang pernah dipelajari sebelumnya, serta saat merakit maupun merangkai komponen perangkat IoT harus menghadapi berbagai sensor dan masalah hardware engineering.

“Karena produk kami kan berhubungan dengan air, kami sudah sering mengalami korsleting saat perakitan karena sensor-sensornya ada di dalam air sehingga menyebabkan kerugian,” kata Ardika yang bercita-cita menjadi hardware engineer dalam siaran pers di Jakarta, Jumat (23/9/2022).

IoT Product Development Bootcamp merupakan fase ketiga kegiatan Samsung Innovation Campus (SIC) tahun 2021/2022 yang berlangsung pada Juni-September 2022. Kegiatan tersebut merupakan kontribusi nyata Samsung untuk ikut serta membantu pemerintah meningkatkan kapasitas siswa dan mengakselerasi transformasi digital di Indonesia.

Ardika berharap SIC periode berikutnya bisa diikuti oleh lebih banyak siswa dan sekolah. Melalui SIC, Ardika merasa keterampilannya bertambah dan pengertiannya mulai terbuka bahwa hardware engineering ternyata tidak melulu membuat produk macam ponsel atau laptop. “IoT yang ternyata juga penting karena banyak dibutuhkan orang untuk memecahkan masalah sehari-hari,” ucapnya.

Siswa SMK Al Huda, Kota Kediri, Daffa Eka Sujianto bersama kelompoknya mendapatkan banyak materi baru di stage bootcamp. Di antaranya, cara menjalankan sensor dengan program python, mengirim data sensor ke data IoT, cara menjadikan ide menjadi produk melalui tahap perakitan hardware, dan pembuatan program.

Proyek desain IoT tim Daffa dinamakan Glasstic, yaitu kacamata yang dilengkapi sensor ultrasonik, GPS, kamera, dan speaker yang bisa memberikan perintah berbelok kepada tunanetra berdasarkan data dari sensor. Kacamata itu diciptakan untuk membantu tunanetra untuk lebih mudah beraktivitas.

“Kami senang bisa lolos sampai ke stage ini, karena kami belum pernah diajarkan materi-materi seperti itu, jadinya sangat bermanfaat,” kata Daffa.

TAGS: