//Siapkan Generasi Emas 2045, Guru Harus Pahami Kehidupan Tiap Siswa

Siapkan Generasi Emas 2045, Guru Harus Pahami Kehidupan Tiap Siswa

JawaPos.com – Bangsa Indonesia saat ini sedang bersiap menyambut generasi emas 2045. Di antara aspek utama yang disiapkan adalah sumber daya manusia (SDM). Para guru memegang kunci sentral untuk penyiapan SDM menyambut generasi emas 2045.

Pesan tersebut disampaikan Founding President Paidea Educational Solutions Connie Rasilim. “Setiap guru dan pemangku kepentingan sekolah perlu mampu melihat gambaran besar (big picture),” katanya dalam peluncuran Learning Management System (LMS) Guru Kreator Enterprise di Jakarta pada Jumat (4/11).

Menurut dia kemampuan melihat gambaran besar tersebut perlu, agar dapat menghubungkan setiap titik dalam konteks kehidupan dari setiap pribadi di setiap lokasi. Termasuk pada setiap diri siswanya. Kemampuan ini menjadi dasar dalam mempersiapkan Generasi Emas 2045.

Connie Rasilim menjelaskan, memberdayakan guru untuk mampu melihat gambaran besar menuju 2045, serta menghubungkan setiap titik dalam lintasan tersebut dengan berpihak pada murid, adalah sebuah kebutuhan dasar yang mutlak. Baginya, kemampuan itu adalah perubahan paradigma dan tugas besar yang tidak dapat dikerjakan sendiri tanpa adanya kolaborasi.

Connie menambahkan, LMS Guru Kreator Enterprise hadir sebagai wujud nyata kolaborasi tersebut. “Bersama para pemangku kebijakan sekolah demi tercapainya profil pelajar Pancasila,” katanya.

Hadirnya LMS Guru Kreator Enterprise juga diharapkan dapat menjadi solusi administratif bagi ekosistem pendidikan di Indonesia. Agar para pendidik dapat memiliki lebih banyak waktu untuk berinteraksi dengan peserta didiknya. Harapan lainnya yakni agar semua sekolah di Indonesia bisa menggunakan produk top class untuk mendukung proses pembelajaran yang berpihak pada murid menuju Generasi Emas 2045.

Keunikan atau unique selling point dari LMS Guru Kreator Enterprise terletak pada pendekatan berbasis kurikulum. LMS ini kompatibel dengan sekolah dengan latar belakang apapun. Termasuk dengan kurikulum apapun, mulai dari Kurikulum Merdeka, K13, Cambridge, International Baccalaureate (IB), bahkan kurikulum yang dibangun dan dikostumisasi sendiri oleh sekolah.