//Sharing Session Tim CSIRT-UNM pada Seminar Nasional dan Munas II Acad-CSIRT 2022

Sharing Session Tim CSIRT-UNM pada Seminar Nasional dan Munas II Acad-CSIRT 2022

Tim CSIRT-UNM mendapat banyak masukan dan wawasan tentang keamanan siber

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG — Academic Computer Security Incident Response Team (Acad-CSIRT) menyelenggarakan seminar nasional dan Musyawarah Nasional (Munas) II Acad-CSIRT dilaksanakan di Auditorium PA Surjadi kampus Universitas Kristen Maranatha Bandung, Jawa Barat. 

Kegiatan ini mengangkat tema “Building National Academy- CSIRT in the Challenging Times” dengan mengundang para pembicara pada sesi pertama, yaitu Muhamad Hasan Chabibie selaku Kepala Pusdatin Kemendikbud Ristek, Richardus Eko Indrajit selaku Rektor Universitas Pradita, Asia Pacific Network Information Centre (APNIC) dari Adli Wahid dan Kamata dari Financial Services Information Sharing and Analysis Center (FS-ISAC, Japan). 

Sedangkan pada sesi kedua, pembicara yang hadir yaitu Samsuri sebagai Kepala LLDikti Wilayah IV, Ika Mardiah sebagai Kepala Diskominfo Jawa Barat, dan Amien Harisen Rosyandino yang merupakan praktisi. Pada akhir acara Munas II Acad-CSIRT ini terpilihlah ketua Acad-CSIRT yakni Prof Richardus Eko Indrajit.

Charles Lim, selaku Ketua Panitia Musyawarah Nasional (Munas) II Acad-CSIRT 2022 menyampaikan Acad-CSIRT merupakan organisasi yang berfokus pada keamanan siber di bidang akademik, khususnya yang terkait dengan keamanan infrastruktur informasi, data, dan informasi di perguruan tinggi. “Kesadaran keamanan informasi di bidang akademik dibutuhkan karena kampus harus melindungi data mahasiswa, insiden tentang keamanan siber cukup banyak terjadi di sektor pendidikan,” katanya dalam keterangan pers, Senin (31/10/2022). 

“Dengan mengikuti kegiatan Munas Acad-CSIRT ini diharapkan perguruan tinggi di Indonesia memiliki tim tanggap insiden siber untuk melakukan penanganan insiden siber yangefektif dan efisien guna melindungi kepentingan civitas akademik,” ujarnya. 

Pada kegiatan Munas II Acad-CSIRT ini Universitas Nusa Mandiri selain sebagai Co-Host Acara juga mengirimkan Tim CSIRT-UNM untuk mengisi materi pada sesi ke tiga Sharing University CSIRT. Tim CSIRT-UNM diwakili oleh Anton selaku dekan Fakultas Teknologi Informasi.

Ia mengatakan latar belakang dan tujuan dibentuknya tim tanggap insiden siber serta visi dan misi Tim CSIRT-UNM untuk menjaga keamanan sistem khususnya di UNM agar mampu terhindar dari kejahatan siber yang mulai marak saat ini. “Dengan mengikuti kegiatan ini, tim CSIRT-UNM tentu akan dapat banyak masukan dan wawasan pengetahuan yang bertambah seputar keamanan serta cepat tanggap terhadap insiden siber yang terjadi,” terangnya. 

Ketua CSIRT-UNM Sumarna menyampaikan tahapan-tahapan dalam pembentukan Tim CSIRT-UNM, mulai dari Audiensi dengan pihak Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), dilakukan proses pendampingan sampai dengan proses registrasi Tim Tanggap Insiden Siber Universitas Nusa Mandiri (UNM). “Ikut kegiatan ini kita akan semakin paham bagaimana membuat sistem keamanan yang baik pada sistem di perguruan tinggi. UNM sebagai Kampus Digital Bisnis tentu harus menjaga banyak data yang dimiliki oleh perguruan tinggi, baik itu data mahasiswa, dosen, dan seluruh civitas akademika di UNM tentunya,” tutupnya.