//Lembaga Bidang Perikanan dan Pelayaran Gandeng SMK Tingkatkan SDM Kemaritiman

Lembaga Bidang Perikanan dan Pelayaran Gandeng SMK Tingkatkan SDM Kemaritiman

IMCAA dan MMC Mendobrak Nusa Tenggara Barat Melalui MoU Penempatan ABK dengan SMK

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Indonesia Maritime Crewing Agents Association (IMCAA) dan Mandalika Maritime Center (MMC), dua lembaga yang bergerak di bidang perikanan dan pelayaran menggandeng SMK di Nusa Tenggara Barat untuk meningkatkan SDM kemaritiman di provinsi tersebut. 

IMCAA dan MMC sejak 14-19 Maret menggandeng SMK Perikanan  yang tersebar NTB menyelenggarakan Focus Group Discussion (FGD) dan Memorandum of Understanding (MoU) tentang peningkatan SDM di sektor perikanan dan pelayaran. 

“Banyaknya siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di bidang kelautan dan pelayaran di NTB saat ini, tentu menjadi modal berharga dalam upaya optimalisasi pemanfaatan sumber daya kemaritiman yang tersedia. Namun demikian, tidak serta merta lulusan SMK tersebut bisa langsung terjun dan bekerja di bidang kelautan dan pelayaran. Tidak sedikit para alumni SMK tersebut tidak mendapatkan akses untuk dapat terjun langsung ke dunia kerja. Itulah kenapa kolaborasi ini kami lakukan,” ujar Ketua Umum IMCAA Hengki Wijaya, Selasa (23/11).

Beberapa sekolah menengah kejuruan yang telah melakukan FGD dan MoU ini adalah:

1. SMKN 1 Lembar Lombok Barat;

2. SMKN 1 Keruak Lombok Timur;

3. SMKN 1 Tarano Kabupaten Sumbawa;

4. SMKN 1 Lambu Kec. Lambu, Kota. Bima;

5. SMKN 2 Wera Kec. Wera;

6. SMKN 4 Kota Bima.

Menurut Hengki Wijaya, kelima SMKN tersebut bersepakat untuk melakukan MoU atau kerja sama guna mendukung para alumni untuk dapat bekerja secara langsung di bidang kemaritiman setelah menyelesaikan pendidikan.

Hengki menambahkan bahwa dengan penempatan ABK luar negeri maka tidak menutup kemungkinan seluruh alumni SMK yang berada di NTB dapat langsung terserap untuk bekerja menjadi ABK luar negeri. 

Selain untuk penyerapan tenaga kerja, sharing informasi pendidikan dan pelatihan kompetensi di sektor kemaritiman juga menjadi faktor penting untuk menciptakan generasi muda bangsa yang berkualitas yang dapat bersaing di industri global sektor kemaritiman.

“IMCAA adalah salah satu Asosiasi perusahaan keagenan awak kapal yang sampai saat ini telah memiliki 15 (lima belas) perusahaan yang tergabung dalam IMCAA yang telah memiliki izin perekrutan dan penempatan berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 59 tahun 2021 berupa SIUPPAK (Surat Izin Usaha Perekrutan dan Penempatan Awak Kapal) yang dikeluarkan oleh Kementerian Perhubungan Republik Indonesia. Sedangkan MMC merupakan salah satu Lembaga Sertifikasi Kepelautan untuk memberikan pelayanan bagi calon pekerja di lingkup kemaritiman perihal kepemilikan sertifikat seperti sertifikat BST (Basic Safety Training),” ujar Hengki. 

Hengki menjelaskan pimpinan SMK di NTB memiliki animo yang tinggi terbukti dengan sambutan mereka pada kunjungan tim IMCAA dan MMC ke masing-masing sekolah. 

“Bahkan dalam kegiatan FGD juga dihadiri orang tua siswa, dinas tenaga kerja, dinas pendidikan, dinas kelautan dan perikanan untuk mendengar secara langsung paparan dari kami,” tambah Hengki.

 

TAGS: