//Kemendikbudristek: Perlu Kolaborasi Untuk Cetak Generasi Berdaya Saing

Kemendikbudristek: Perlu Kolaborasi Untuk Cetak Generasi Berdaya Saing

JawaPos.com – Direktur Sumber Daya Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Riset dan Teknologi (Diktiristek) Kemendikbudristek Dr Mohammad Sofwan Effendi MEd mengatakan, perlu kolaborasi banyak pihak untuk mencetak generasi yang berdaya saing, dikutip dari ANTARA.

“Sinergi lintas sektor untuk mencetak generasi Indonesia yang berdaya berkualitas dan berdaya saing global amat diperlukan. Kami sangat terbuka dengan berbagai kesempatan kolaborasi dengan pihak manapun sepanjang dapat membuka peluang bagi insan Indonesia untuk lebih berkembang,” ujar Sofwan pada keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa (6/12).

Pada Malam Apresiasi 40 Tahun Indonesian International Education Foundation (IIEF) ‘Hadir Memberi Arti’ digelar di Hotel Mulia Jakarta, Senin (5/12) kemarin, Sofwan mengapresiasi apa yang dilakukan oleh organisasi nirlaba IIEF yang telah memberikan puluhan ribu beasiswa pada masyarakat selama 40 tahun berkiprah.

Selain itu, IIEF sudah mendirikan pusat tes Bahasa Inggris yang membantu puluhan ribu mahasiswa melanjutkan studi ke luar negeri dan mendapatkan pekerjaan yang lebih baik.

“Ke depan, kami berharap semakin banyak prestasi yang akan diukir oleh IIEF,” harap Sofwan.

Direktur IIEF, Diana Kartika Jahja, mengatakan dalam usia IIEF ke-40 dapat menjadi tonggak besar bagi suatu organisasi. IIEF berdiri pada 1982, yang mana menjadi jembatan bagi anak Indonesia yang ingin belajar ke Amerika Serikat.

IIEF juga memberikan penghargaan kepada beberapa mitra strategis yang telah memberikan kontribusi terhadap dunia pendidikan di Indonesia serta memberi dampak positif sangat luas bagi masyarakat Indonesia.

Mitra strategis itu diantaranya Satria Rizki Aviory (relawan muda), Dicky Dwi Alfandy (aktivis lingkungan hidup), Dr Hj Nihayatul Wafiroh (anggota DPR), Kadek Ridoi Rahayu (praktisi kesehatan), Maida Norahmi ( dosen Universitas Palangkaraya), Prof Widodo (Rektor Universitas Brawijaya), dan Andin Hadiyanto PhD (Direktur Utama LPDP).

IIEF memberikan penghargaan Lifetime Achievement Award kepada Komisioner KOMNAS Perempuan, Dr Bahrul Fuad MA,atas kiprah aktifnya untuk mendorong hak-hak penyandang disabilitas di Indonesia.

Bahrul Fuad terpilih menjadi salah satu penerima program beasiswa International Fellowship Program (IFP) Ford Foundation bersama dengan 44 penerima lainnya se-Indonesia pada tahun 2003. Bahrul Fuad berangkat ke Belanda untuk mengambil program Master of Humanitarian Action di University of Groningen.

“Saya berasal dari keluarga sederhana di Kediri, kesempatan untuk bisa kuliah ke luar negeri telah mengubah hidup saya,” kata Bahrul.