//500 Mahasiswa Unand Disebut Terancam Berhenti Kuliah, Ini Faktanya

500 Mahasiswa Unand Disebut Terancam Berhenti Kuliah, Ini Faktanya

JawaPos.com – Sebanyak 500 mahasiswa Universitas Andalas (Unand), Sumatera Barat dikabarkan terancam berhenti kuliah. Musababnya adalah mereka tak lagi mendapat layanan Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K). Padahal mereka mengaku diterima di perguruan tinggi tersebut melalui jalur KIP Kampus Merdeka.

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi Kemendikbudristek, Nizam memastikan kabar penghentian layanan KIP-K tidak benar. Peristiwa sesungguhnya adalah mahasiswa tersebut memang tidak layak mendapat bantuan pemerintah, berdasarkan hasil verifikasi.

“Saya tanyakan ke Rektor Unand. Dari penjelasan Rektor Unand, ternyata mahasiswa tersebut bukan mahasiswa KIP-K dan tidak pernah menerima KIP-K. Melainkan mahasiswa yang masuk melalui skema KIP Unand,” kata Nizam saat dihubungi JawaPos.com, Selasa (31/1).

Nizam menjelaskan, program KIP-K hanya unuk anak kurang mampu. Jika tidak masuk kategori tersebut maka harus membayar biaya kuliah seperti anak mampu lainnya.

“Mahasiswa tersebut setelah diterima, diverifikasi apakah termasuk keluarga miskin yang berhak menerima KIP atau tidak. Kalau tidak termasuk keluarga miskin ya tidak digratiskan, tapi membayar sesuai kemampuan orang tuanya,” imbuh Nizam.

Lebih lanjut, Nizam memastikan program KIP-K masih berlaku. Bila mahasiswa tersebut memang tidak mampu dan memiliki prestasi akademik yang baik, maka berhak atas beasiswa tersebut.

“KIP-K masih ada untuk keluarga yang tidak mampu atau betul-betul membutuhkan bantuan,” tandas Nizam.