//Gelar Rakornas, Perpusnas RI Hendak Bantu Pemulihan Ekonomi

Gelar Rakornas, Perpusnas RI Hendak Bantu Pemulihan Ekonomi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Perpustakaan Nasional (Perpusnas) akan memperkuat program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) untuk dijadikan sebagai solusi dalam pemulihan ekonomi masyarakat pascapandemi Covid-19. Di mana, untuk melakukannya perpustakaan dituntut untuk memiliki inovasi, kreativitas, rancangan dan interaktivitas, serta perubahan pola pikir.

“Karena di tahun ini kita sedang berupaya bangun dari dampak pandemi Covid-19, sehingga program TPBIS perlu dilakukan dalam rangka pemulihan masyarakat,” ujar Sekretaris Utama Perpusnas, Ofy Sofiana, dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (3/3/2023).

Untuk itu, program TPBIS akan menjadi pokok bahasan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Bidang Perpustakaan Tahun 2023. Rakornas 2023 mengusung tema ‘Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial untuk Kesejahteraan, Solusi Cerdas Pemulihan Ekonomi Masyarakat Pasca Pandemi COVID-19’.

Ofy menjelaskan, TPBIS yang diusung Perpusnas dinilai efektif dan manfaatnya dirasakan masyarakat. Program TPBIS dijalankan oleh Perpusnas dengan dukungan dari Bappenas RI sejak 2018. Tujuannya, demi terciptanya masyarakat sejahtera melalui transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial.

“Esensinya, TPBIS berupaya mengurangi kemiskinan masyarakat marginal melalui pendayagunaan perpustakaan umum di daerah di Indonesia,\” kata Ofy.

Lebih lanjut, Ofy mengatakan, program TPBIS ke depan harus bisa secara berkesinambungan memvalidasi bahwa keberadaan perpustakaan mampu menjadi sektor pendukung dalam pemulihan sektor ekonomi di Indonesia. “Perpustakaan mampu menjadi sektor pendukung dalam pemulihan sektor ekonomi,” kata dia.

Ketua Panitia Rakornas, Joko Santoso, menerangkan, konsep program TPBIS adalah merancang perpustakaan sebagai ruang publik terbuka sehingga tidak menyerupai ruang kantor. Hal tersebut diharap dapat menggeser pola pikir lama publik tentang perpuskaan.

“Perpustakaan saat ini dapat dijadikan sebagai ruang publik bagi masyarakat untuk berlatih secara kontekstual, berlatih keterampilan pun kecakapan dan berbagi pengalaman, sehingga buku-buku yang ada jenisnya harus praktis, pragmatis, dan tepat guna,” jelas dia.

Adapun keberhasilan dari program TPBIS yang dirasakan oleh masyarakat di banyak daerah terletak pada tim sinergi yang dibentuk. Tim sinergi itu merupakan gabungan dari pegiat literasi, akademisi, dan dinas lain di daerah yang dikuatkan dengan SK kepala daerah.

“Salah satu keberhasilan dari tim sinergi, yakni mereka berhasil dalam melakukan advokasi terkait penggunaan dana desa untuk pembangunan perpustakaan,” kata dia.

Joko menambahkan, konsolidasi, sinergi, dan koordinasi antarpemangku kepentingan di bidang perpustakaan baik pusat maupun daerah secara intensif harus dilakukan sehingga perpustakaan dapat memberikan peran strategis dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Rakornas Bidang Perpustakaan Tahun 2023 yang akan berlangsung pada 6-7 Maret 2023 di Jakarta akan menghasilkan kebijakan dan/atau rekomendasi serta rencana program dan kegiatan tahun 2024.

Rakornas akan dibuka oleh Kepala Perpusnas, Muhammad Syarif Bando, dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno, pada 6 Maret 2023. Kegiatan itu dijadwalkan mengupas berbagai kebijakan dengan narasumber dari Perpusnas, Kemendikbudristek, hingga Ketua Umum IKAPI, Arys Hilman Nugraha.

“(Bahas) pemenuhan kebutuhan koleksi elektronik di masyarakat. Kita tahu bahwa semenjak pandemi Covid-19 peningkatan jumlah perpustakaan elektronik kita luar biasa. Termasuk juga Perpusnas. Akses online kita meningkat bahkan tigq kali lipat dari masa-masa sebelumnya,” jelas Joko.

TAGS: