//Unpatti Libatkan Mahasiswa KKN Bantu Turunkan Prevalensi Stunting

Unpatti Libatkan Mahasiswa KKN Bantu Turunkan Prevalensi Stunting

REPUBLIKA.CO.ID, AMBON — Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon, Maluku melibatkan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) untuk membantu pemerintah menurunkan angka prevalensi stunting di daerah itu.

“Pada KKN kali ini Unpatti mengusung tema sentral ‘Membangun Desa Melalui KKN’ dengan program unggulan gerakan masyarakat sadar stunting,” ujar Rektor Unpatti, Prof. M. J Saptenno di Ambon, Rabu (28/9/2023).

Saptenno mengatakan, KKN angkatan ke-50 Unpatti sendiri diikuti oleh sebanyak 1.967 mahasiswa yang akan turun langsung ke sejumlah desa di beberapa kabupaten dan kota di Maluku.

“Untuk KKN Reguler, mahasiswa KKN tersebar di Kota Ambon, Kabupaten Seram Bagian Barat, Kabupaten Maluku Tengah dan Kabupaten Seram Bagian Timur,” katanya.

Ia menjelaskan, selain KKN reguler adapun KKN Tematik yang dibagi menjadi dua, yaitu Tematik Kelompok terdiri dari 13 kelompok dengan delapan lokasi pada Kabupaten Seram Bagian Timur dan lima lokasi di Kota Ambon.

“Sedangkan Tematik Individu diikuti oleh 381 mahasiswa yang termasuk dalam kelompok MBKM, dan KKN Profesi diikuti oleh 70 mahasiswa yang berasal dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA),” ungkapnya.

Oleh karena itu, pihak Unpatti sendiri tengah gencar melakukan pembekalan KKN kepada mahasiswa sebagai bentuk persiapan kepada mahasiwa untuk melakukan pengabdian kepada masyarakat dan menjadi sarana implentasi ilmu pengetahuan yang dipelajari di kampus melalui pemberdayaan masyarakat.

Sementara itu, Ketua tim KKN Unpatti, Ritiauw, menyampaikan bahwa agar program kerja mahasisw KKN dapat langsung dirasakan masyarakat di lokasi maka mahasiswa diberikan pencerahan terkait stunting.

“Sehingga pada pembekalan ini kami menghadirkan pembicara yang memiliki kompetensi pada bidang keilmuannya, dengan harapan, dapat memberikan masukan dan menjadi bekal awal bagi mahasiswa dalam mengimplementasikan program prioritas di semua lokasi KKN yang merujuk pada program yang dimaksud,” kata dia menjelaskan.

Ia juga mengapresiasi Rektor Universitas Patitmura atas kepercayaan yang diberikan tim KKN Unpatti, sehingga melalui pengelolaan KKN dapat menghasilkan delapan Standar Operasional Prosedur (SOP) pendaftaran, pelaksanaan dan evaluasi pelaksanaan KKN di tingkat Universitas.

Saat ini berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Kementerian Kesehatan, prevalensi balita stunting di Maluku mencapai 26,1 pereen pada 2022. Angka ini menempatkan provinsi tersebut berada di peringkat ke-13 nasional.

Untuk itu pada KKN Unpatti kali ini diharapkan program kerja mahasiswa dapat membantu pemerintah dalam menurunkan prevalensi stunting sesuai target Provinsi Maluku.

sumber : Antara