Aktual.co.id – Untuk memberikan ruang aspirasi kepada masyakarat Pemerintah Provinsi Jawa Timur sudah menyediakan tempat berupa aksi kamisan yang dilaksanakan di depan Gedung Grahadi Jawa Timur.
Hal ini disampaikan oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa ketika melakukan pelaksanaan pasar murah di kawasan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.
“Penyampaian aspirasi dijamin oleh hukum, ditanggung oleh konstitusi. Maka penyampaian aspirasi juga harus berjalan damai,” ungkap Khofifah.
Dikataan bahwa warga Jawa Timur harus bisa menjaga aset milik provinsi agar tidak menjadi sasaran kemarahan peserta aksi.
“Terbakarnya gedung sisi barat di dalam kompleks Gedung Negara Grahadi merupakan hal yang sangat disayangkan,” katanya.
Makanya dia berharap agar masyarakat tidak mudah terprovokasi sehingga merusah fasilitas umum apalagi miliki negara. Selain itu, ia menyatakan pihaknya telah menurunkan tim untuk melakukan penyelidikan mendalam terkait hilangnya berbagai artefak di museum Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri, yang menjadi sasaran penjarahan saat aksi demo berujung anarkis di wilayah terkait, Sabtu (30/8).
“Kamis sudah turunkan tim ke Kediri. Sekali lagi, intinya semua orang boleh bersuara, tapi harus damai dan tidak boleh anarkis,” tegas Khofifah.
Saat ini pihaknya tengah melakukan asesmen dengan Bank Jatim dan Pemkab Kediri untuk menilai total kerugian serta koordinasi pemulihan kondisi museum pascakerusuhan.
Disampaikan juga jika massa yang ditahan oleh Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur dan Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya sudah dilepaskan oleh serta dikembalika kepada orang tua masing – masing.
“Kebanyakan dari mereka yang dilepas adalah anak-anak di bawah umur berusia 15 hingga 16 tahun. Setelah dilepas saya sendiri menemui orang tua masing-masing anak yang menjemput, untuk meminta para orang tua dalam membina anaknya sehingga tidak melakukan aksi anarkis saat unjuk rasa,” tegas Khofifah. (ndi/ANTARA)
