• Indeks
Aktual.co.id
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Reading: Orang yang Jarang Dipeluk Saat Kecil Membawa Pola Emosi Seperti Ini
Share
Aktual.co.idAktual.co.id
Search
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2025 - Aktual.co.id
Mental Health

Orang yang Jarang Dipeluk Saat Kecil Membawa Pola Emosi Seperti Ini

Redaktur III Kamis, 10 April 2025
Share
3 Min Read
Berpelukan bisa melatih kepekaan mental pada anak / Foto : Freepik
Berpelukan bisa melatih kepekaan mental pada anak / Foto : Freepik

Aktual.co.id – Pelukan bukan hanya tentang dua orang yang berpelukan namun pertukaran kehangatan, kenyamanan, dan penerimaan tanpa syarat. Namun, tidak semua orang tumbuh dalam keluarga yang terbiasa berpelukan. Peneliti kepribadian  Isabella Chase memberikan gambaran sikap orang yang tidak terbiasa dipeluk sejak kecil.

Kesulitan Memulai atau Menerima Kasih Sayang Fisik

Banyak budaya menyatakan berpelukan adalah cara yang normal untuk mengatakan, “Aku peduli padamu.” Namun, bagi seorang yang tidak pernah memiliki dasar tersebut, hal itu dapat terasa invasif atau dipaksakan.

Sebuah studi yang diterbitkan selama pandemi COVID-19 menemukan bahwa orang-orang dengan tingkat kontak kasih sayang yang rendah di masa kanak-kanak menunjukkan kecemasan yang meningkat saat menerima sentuhan saat dewasa.

Kemandirian Kronis

Ketika pelukan dan sentuhan yang menenangkan tidak tersedia selama masa kecil, maka ketika remaja sering kali belajar menenangkan diri dengan cara lain.

Baca Juga:  Cara Melawan Orang Narsisis Tanpa Kehilangan Ketenangan Menurut Psikologi

Meskipun kemandirian dapat menjadi kekuatan, terkadang bisa menjadi tembok emosional. Tidak adanya pengalaman berpelukan masa kecil akan sulit meminta bantuan atau berbagi kelemahan kepada orang lain.

Kesulitan Menterjemahkan Emosi Kasih Sayang

Anak-anak yang tumbuh dengan minim kasih sayang fisik berakhir dengan kehidupan dewasa yang ditandai kesulitan menterjemahkan kasih sayang yang sulit dijelaskan.

Studi yang dipublikasikan Comprehensive Psychoneuroendocrinology menemukan bahwa sentuhan yang lembut dan konsisten dapat menurunkan kortisol (hormon stres) dan meningkatkan hubungan emosional.

Kesulitan Mengekspresikan Kebutuhan Emosional

Sebuah studi yang diterbitkan Journal of Family Issues mencatat bahwa kasih sayang fisik adalah mengajarkan anak-anak untuk belajar emosi yang valid dan layak dirawat.

Baca Juga:  Hari Kesehatan Mental Dunia Fokus Krisis Bencana Alam dan Konflik Antar Sesama

Tanpa kebiasaan bersentuhan fisik sejak kecil akan muncul pertanyaan tentang kebutuhan kasih sayang. Di usia dewasa akan kesulitan menterjemahkan kesedihan, kesenangan, dan stres pada diri anak anak.

Dampaknya permintaan dukungan emosional atau hanya mengatakan “Saya merasa kesepian” akan terasa kaku. Maka dibutuhkan pendampingan dari terapis untuk menterjemahkan suasana emosi tersebut.

Rapuh Terhadap Penolakanan

Tanpa adanya kebiasaan kedekatan fisik, terkadang anak – anak kesulitan mengembangkan rasa harga diri yang rapuh.

Misalnya seorang teman yang membatalkan rencana untuk bertemu, maka masa kecil yang tidak terbiasa dengan pelukan kasih sayang akan memicu menyalahkan diri sendiri.

Hipersensitivitas ini dapat membuat hubungan menjadi tegang, dengan kedua belah pihak merasa bingung tentang mengapa kesalahpahaman kecil meletus menjadi konflik yang lebih besar.

Baca Juga:  Berikut Perilaku Seseorang yang Berusaha Keras Padahal Rapuh

Kesadaran adalah langkah menuju penyembuhan. Seiring berjalannya waktu, menjadi lebih mudah menyadari bahwa kekecewaan akibat penolakan adalah hal wajar.

Kebingungan Memberikan Kasih Sayang kepada Orang Lain

Jika tidak diajarkan cara menerima pelukan dengan nyaman, maka akan kesulitan memberikan kasih sayang pada orang lain. Orang tua yang jarang mendidik kasih sayang berupa pelukan kepada anak, ketika dewasa akan kebingungan ketika membalas kasih sayang tersebut.

Pelukan bukan tentang berpelukan namun memberikan kehangatan dan kepastian kepada orang lain meski sekedar menepuk punggung atau berpegangan tangan dengan baik.

Sentuhan yang penuh perhatian tidak ubahnya meminta persetujuan, tetap hadir di saat ini, dan mendengarkan isyarat yang dapat menjembatani kesenjangan itu. (ndi)

SHARE
Tag :kesehatan jiwaMental healthPendidikan Anakpsikologi

Berita Aktual

Sertifikat akreditasi ilkom upn veteran jatim/dok.aktual.co.id
Prodi Ilmu Komunikasi UPN Veteran Jatim Sukses Pertahankan Akreditasi Unggul 5 Tahun
Jumat, 23 Oktober 2026
Penampakan Topan Champi / Foto: Yahoo
Pemerintah Taiwan dan Tiongkok Timur Siaga Bencana Sambut Topan Champi
Jumat, 23 Oktober 2026
Tim penyelamat sedang mencari korban gempa di Tibet/ Foto: CCTV News
Petugas Tim SAR Melakukan Penyelamatan di Lokasi Terdampak Gempa
Jumat, 23 Oktober 2026
Museum Louvre/ Foto: Anadolu
Demi Keamanan dari Unjuk Rasa Museum Louvre Tutup Mulai 24 Oktober 2026
Jumat, 23 Oktober 2026
Lokasi terjadi gempa/ Foto: vietnam
Gempa Bumi Magnitudo 7 Menyebabkan 16 Orang Meninggal di Tibet Utara
Jumat, 23 Oktober 2026

Mental Health

Serangga menularkan virus Shimonda/ Foto: anadolu

Seorang Pasien Terinfeksi Virus Shamonda Kali Pertama di Prancis

Ilustrasi remaja dan depresi/ Foto: gemini

Perilaku Tidak Sehat pada Remaja Memicu Risiko Kecemasan dan Depresi

Mencuci tangan/ Foto: freepik

Cuci Tangan Mampu Menurunkan Penyebaran Infeksi dan Menyelamatkan Nyawa

Ilustrasi mendengarkan musik/ Foto: freepik

Mendengarkan Musik Jazz dari Platform Digital Diyakini Mampu Meredam Stres

Ad imageAd image

TRENDING NEWS

Macron Menuduh Pemimpin Asing Memberi Komentar Buruk Terhadap Prancis

Khofifah: Santri Harus Mengisi Kemerdekaan Melalui Penguasaan Teknologi

Tentara Israel Melanggar Perjanjian Gencatan Senjata dengan Serangan Drone di Palestina

Perusahaan IBM Mencatat Peningkatan Pendapatan Kuartal Ketiga Tahun 2026

Presiden Mengucapkan Selamat Hari Santri Nasional Tahun 2026

More News

Debat perlu teknik agar menguasai keadaan / Foto : Freepik

Jurus Ampuh Menghadapi Debat Argumen Agar Jarang Kalah

Selasa, 22 April 2025
Ilustrasi trauma / Foto: Freepik

Hari Trauma untuk Peringatan Bahaya Akibat Trauma Fisik Maupun Mental

Jumat, 17 Oktober 2025
Membuka kulkas dianggap bisa meredakan ketegangan / Foto : geedeting

Perilaku Orang yang Membuka Kulkas Tanpa Mengeluarkan Apa pun Memiliki Kepribadian Berikut Ini

Jumat, 16 Mei 2025
Ilustrasi tidur istirahat malam/ Foto: freepik

Kebiasaan Malam Orang yang Tetap Tenang dan Puas Menjalani Kehidupan

Kamis, 4 Desember 2025
Aktual.co.id

Aktual.co.id adalah portal berita berbasis big data dan analisis digital terdepan di Indonesia yang berada di bawah naungan ASIGTA Group.

  • Redaksi
  • Tentang
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Beranda
  • Indeks
  • Big Data
  • Mental Health
  • Pakar Menulis
  • Viral

Follow Us

Copyright 2025 – Aktual.co.id