• Indeks
Aktual.co.id
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Reading: Orang yang Tumbuh Dalam Kehati-hatian Memiliki Kerapuhan Terhadap Konflik
Share
Aktual.co.idAktual.co.id
Search
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2025 - Aktual.co.id
Uncategorized

Orang yang Tumbuh Dalam Kehati-hatian Memiliki Kerapuhan Terhadap Konflik

Redaktur III Rabu, 16 April 2025
Share
3 Min Read
Seseorang yang didik dalamlingkungan kehati-hatian akan memunculkan kerentanan terhadap konflik / Foto : Freepik
Seseorang yang didik dalamlingkungan kehati-hatian akan memunculkan kerentanan terhadap konflik / Foto : Freepik

Aktual.co.id – Reaksi dalam konflik dibentuk ketika berada dalam pengasuhan. JIka diasuh dalam bentuk kehati-hatian maka akan memiliki respon menghadapi konflik. Berikut perilaku orang yang dibesarkan dalam asuhan kehati-hatian berdasarkan analisa Olivia Reid.

Kewaspadaan yang berlebihan

Konflik sering  bagi orang yang diasuh dalam kehati-hatinya dimaknai seperti di medan perang. Orang ini akan waspada, mengamati lingkungan untuk mewaspadai potensi ancaman kemungkinan terburuk.

Bagi yang dibesarkan dengan cara seperti itu, maka memahami respons terhadap konflik menjadi kunci untuk membuka pendekatan yang lebih sehat terhadap persoalan yang menghampirinya.

Menghindari Konflik

JIka sejak kecil diasuh dalam kehati – hatian, maka akan tebentuk kepribadian menghindari konflik. Orang ini akan menelan setiap pendapat dari orang lain dibanding harus berbantah.

Baca Juga:  Penelitian Menyebutkan, Orang dengan Kurang Berat Badan Berisiko Bunuh Diri

Bahkan orang tersebut membiarkan dirinya dimanipulasi oleh orang lain. Pola ini tidak sehat karena akan mengganggu kenyamanan pribadinya.

Penekanan Emosi

Tumbuh dalam suasana hati yang tenang sering kali menyebabkan refleks otomatis untuk menekan emosi seseorang. Ini adalah taktik bertahan hidup untuk tidak tunjukkan rasa takut, jangan tunjukkan kelemahan, dan sembunyikan semua perasaan.

Ini dikenal “efek pantulan”, dan ini adalah fenomena psikologis yang dapat membuat penekanan emosi menjadi pedang bermata dua.

Meskipun tampaknya menyimpan emosi sebagai pilihan yang aman, namun dalam jangka panjang dapat memperparah perasaan yang disembunyikan. Dan berpotensi menyebabkan lebih banyak konflik internal di kemudian hari.

Perfeksionisme

Ada istilah, jika terbiasa berjalan di atas kulit telur, menginjak tanah bagaikan terkena ranjau darat. Artinya kehidupan harus sesuai dengan standar yang diterapkan.

Baca Juga:  Laporan Jokowi Soal Ijazah Palsu Ditangani Subdit Keamanan Negara

Itulah perfeksionisme dalam bentuknya yang paling mentah. Perfeksionisme sering kali menyebabkan stres yang tidak semestinya.

Terlalu Sering Minta Maaf

Sering meminta maaf menandakan dirinya tidak aman dan memilih di dalam jalur ketenangan. Minta maaf ada;ah respon ketidaknyamanan terhadap konflik.

Meminta maaf seolah menjadi orang yang dididik dalam lingkungan kehati – hatian. Dengan terus menerus mnta maaf membuat seseorang tidak percaya diri dan terhampat pertumbuhan emosi.

Pro Aktif Menciptakan Pedamaian

Tumbuh dalam suasana hati yang tenang akan membuat seseorang menghindar dari segala bentuk penyelesaian konflik.

Namun, hal itu sering memiliki efek sebaliknya. Meski membawa kedamaian hal yang baik, namun konflik tidak harus diselesaikan. Konflik bisa diredm dengan kesepakatan serta menghargai setiap perbedan.

Baca Juga:  Tanda Kecemasan Status Berdasarkan Analisa Psikolog

Rentan Terhadap Kritik

Bagi yang tumbuh dengan pola asuh hati-hati, maka kritik seperti pukulan di perut. Setiap percakapan konflik selalu diartikan serangan terhadap dirinya.

Kerentanan ini berasal dari rasa takut konflik dan rasa takut mengecewakan orang lain. Perlu diingat, kritik tidak selalu bersifat pribadi,  sering kali kritik  dalam upaya memperbaiki tindakan.

Ketahanan Emosional

Hidup dalam kehati-hatian akan mengarah pada pengembangan ketahanan emosional. Terbiasa dalam konflik serta menerima setiap perbedaan bisa melatih seseorang untuk tangguh dan tahan menyelesaikan persoalan. (ndi)

SHARE
Tag :kesehatan jiwaMental healthPsikolog
Ad imageAd image

Berita Aktual

Nanik S. Deyang (kiri) saat dilantik sebagai Kepala BGN/ Foto: youtube
Nanik S Deyang Dilantik Presiden Sebagai Kepala Badan Gizi Nasional
Senin, 8 Juni 2026
Kendaraan-kendaraan rusak akibat reruntuhan di Mindanao/ Foto: capture The Guardian
Pemerintah Filipina Mengkonfirmasi 15 Korban Jiwa Akibat Gempa Mag 7,8
Senin, 8 Juni 2026
Kim Soo Hyun / Foto: soompi
Aktor Kim Soo Hyun Menjadi Bintang Iklan Filipina Setelah 1 Tahun Hiatus
Senin, 8 Juni 2026
Tangkapan layar peringatan dini BMKG Jepang/ Foto: Kyodo
Tsunami Setinggi 20 Cm Terpantau di Pulau Chichijima Jepang Pasca Gempa Mag 7,8 di Filipina
Senin, 8 Juni 2026
Lokasi Gempa Bumi mag 7,7/ Foto: BMKG
Gempa Mag 7,7 Perairan Mindanao Filipina Menyebarkan Peringatan Tsunami di Asia
Senin, 8 Juni 2026

Mental Health

Ilustrasi pertemanan/ Foto: freepik

Lingkungan Pertemanan Menentukan Kualitas Kesehatan Mental

Ilustrasi overthingking / Foto : Freepik

Berikut Langkah Meredam Overthingking yang Mengganggu Pikiran

Ilustrasi pengidolaan terhadap selebriti/ Foto: psypost

Penelitian Menyebutkan Keterkaitan Obsesi Terhadap Selebriti dengan Kecemasan Masa Kecil

Ilustrasi Phubbing/ foto: freepik

Individu dengan Kecemasan Cenderung Depresi Ketika Diabaikan oleh Pasangan

Ad imageAd image

TRENDING NEWS

Berikut Langkah Meredam Overthingking yang Mengganggu Pikiran

Peringatan Tsunami Dampak Gempa Mag 7,7 di 224 Km Barat Laut Pulau Karatung Sulut

Wonhee ILLIT Mengejutkan dengan Mengatakan Belum Pernah Pacaran

Presiden Prabowo: Sektor Pendidikan Instrumen Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat

Bocor Warna Samsung Galaxy A27 yang Akan Diluncukan Pertengahan Tahun 2026

More News

Perfeksionis dan takut ditolak diakibatkan didikan masa anak - anak / Foto : freepik

Kepribadian Orang yang Tumbuh Dalam Pola Asuh Orang Tua yang Dingin

Kamis, 22 Mei 2025
Chat media sosial bukan penggambaran orang diang asli / Foto : Freepik

Orang yang Lama Membalas Pesan Singkat Memiliki Kecenderungan Psikologis Seperti Ini

Rabu, 23 April 2025
Perlu manajemen stres ketika patah hati

Mengelola Stres Ketika Patah Hati

Selasa, 11 Februari 2025
Olahraga tidak perlu berat tapi rutin / Foto : freepik

Kebiasaan Sehari-hari yang Melindungi Otak dari Penurunan Kognitif

Kamis, 3 Juli 2025
Aktual.co.id

Aktual.co.id adalah portal berita berbasis big data dan analisis digital terdepan di Indonesia yang berada di bawah naungan ASIGTA Group.

  • Redaksi
  • Tentang
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Beranda
  • Indeks
  • Big Data
  • Mental Health
  • Pakar Menulis
  • Viral

Follow Us

Copyright 2025 – Aktual.co.id