• Indeks
Aktual.co.id
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Reading: Bersama Mencegah Bunuh Diri
Share
Aktual.co.idAktual.co.id
Search
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2025 - Aktual.co.id
Mental Health

Bersama Mencegah Bunuh Diri

Redaktur III Rabu, 10 September 2025
Share
7 Min Read
Ilustrasi depresi bisa memicu bunuh diri / Foto: freepik
Ilustrasi depresi bisa memicu bunuh diri / Foto: freepik

Bagi rata-rata masyarakat Indonesia, bunuh diri adalah suatu topik yang tabu untuk dibahas. Bunuh diri juga dihubungkan dengan ketidakmampuan mengatasi masalah, tidak mau bersyukur, hingga kurang beribadah.

Stigma negatif ini membuat sebagian besar masyarakat merasa tidak nyaman untuk membahasnya, apalagi melaporkannya. Padahal,  bunuh diri adalah masalah multdimensi yang nyata terjadi di tengah-tengah masyarakat.

Data dari World Health Organization (WHO) tahun 2019 menunjukkan bahwa lebih dari 720.000 orang meninggal karena bunuh diri secara global setiap tahunnya, dan angka ini semakin meningkat tiap tahunnya.

Bunuh diri bahkan tercatat sebagai  penyebab kematian keempat pada kelompok usia 15-29 tahun. Sedangkan di Indonesia, Kementrian Kesehatan mencatat terdapat 70 kasus orang mengakhiri hidup secara nasional sepanjang tahun 2023 (hingga bulan November).

Peristiwa terbanyak terjadi di Jawa Timur (delapan orang), disusul Sulawesi Selatan (tujuh orang), Jawa Tengah (enam orang), dan Jawa Barat (lima orang). Pusat Informasi Kriminal Nasional Polri bahkan mencatat terdapat 971 kasus orang mengakhiri hidup di Indonesia sepanjang periode Januari hingga 18 Oktober 2023. Angka ini melampaui jumlah kasus sepanjang 2022, yakni 900.

Penyebab bunuh diri dapat berasal dari internal, seperti adanya gangguan jiwa yang sudah ada (depresi, cemas, gangguan mood lain), buruknya relasi, rasa putus asa dan kesepian serta adanya penyakit berkepanjangan, maupun berasal dari eksternal seperti tekanan kehidupan, diskriminasi, hingga peristiwa kehidupan bermakna (musibah, kematian, kehilangan pekerjaan, kecewa, gagal ekonomi dan sebagainya). Riwayat pelecehan, perundungan, hingga penggunaan Napza juga menjadi faktor kuat yang mendasari seseorang melakukan upaya bunuh diri.

Baca Juga:  Tim Manajemen Mengumumkan Kematian Yu Menglong di Media Sosial

Di tengah semakin maraknya pemberitaan mengenai bunuh diri di media massa akhir-akhir ini, penting untuk diketahui bahwa tanggal 10 September setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia (World Suicide Prevention Day) oleh International Association for Suicide Prevention (IASP) dan World Health Organization (WHO) sejak tahun 2003.

Tema yang diusung selama 3 tahun ini (2024-2026) adalah “Ubah Narasi terkait Bunuh Diri” (Changing the Narrative on Suicide), mengingat urgensinya yang membutuhkan perhatian berkelanjutan dari semua pihak.

Selama ini, bunuh diri cenderung dinarasikan dari sudut pandang yang tidak berpihak pada korban / penyintas bunuh diri. Hal ini seringkali menghambat dalam upaya deteksi dan penanganan dini.

Melalui perubahan narasi, diharapkan muncul perubahan dari stigma, ke pehaman, dari yang diam dan menyembunyikan, menjadi terbuka dan mencari pertolongam, dari menghakimi, ke arah empati, serta dari yang putus asa, menuju harapan.

Melalui perubahan narasi ini pula diharapkan semua orang dapat lebih berperan serta mencegah bunuh diri dengan membantu mereka yang mencari pertolongan merasa aman, meminimalisir rasa malu dan isolasi sosial.

Membuka ruang dialog yang sehat di keluarga, sekolah, tempat kerja dan masyarakat, meningkatkan harapan bahwa bunuh diri dapat dicegah dengan dukungan yang tepat.

Baca Juga:  Latihan Pernapasan dapat Meningkatkan Kontrol Emosi, Menurut Penelitian

Perlu disadari bahwa seseorang seringkali tidak mengungkapkan niatan bunuh diri secara eksplisit, berkaitan dengan stigma negatif yang ada Untuk itu, kita harus mengetahui tanda-tanda seseorang berniat untuk bunuh diri, antara lain

Berbicara keinginan untuk mengakhiri hidup (putus asa, merasa tidak ada harapan)

Mencari cara untuk bunuh diri

Membenci dan menghujat diri sendiri

Mengatur segala hal untuk ditinggalkan (wasiat, pesan terakhir, membagi barang yang penting baginya)

Mengucap perpisahan (menghapus profil atau mengucap perpisahan di media sosial)

Menarik diri dari orang lain (banyak menyendiri, kurang atau banyak tidur)

Perilaku merusak diri (self harm)

Perubahan fisik dan mood yang drastis (mudah marah, dendam) Pertanyan besarnya, apa yang bisa kita lakukan untuk mencegah bunuh diri? Sebenarnya cukup sederhana. Kita hanya butuh kepedulian serta kemauan mendengarkan dan memahami.

Mulailah peduli pada siapa pun yang membutuhkan, baik itu keluarga, tetangga, rekan kerja, keluarga, sepupu, hingga sesama pejalan kaki. Memang, seringkali kita merasa malu atau tidak nyaman membahas keinginan bunuh diri pada orang lain, sehingga kita urung membahasnya. Namun, beberapa langkah ini dapat membantu kita untuk mengambil langkah nyata mencegah bunuh diri

Tanya secara langsung dengan penuh empati, dan dengarkan cerita mereka. Kadang kita ragu untuk menolong ketika bertemu orang yang membutuhkan karena  merasa tidak punya cukup ilmu atau kemampuan untuk menolong.

Penting diketahui bahwa, orang dalam kondisi distres seringkali yang dibutuhkan bukanlah solusi konkret. Mereka hanya butuh didengarkan dan dipahami. Jadi, cukup tanyakan “Anda baik-baik saja?” atau “Sepertinya anda membutuhkan bantuan. Apa yang bisa saya bantu?” pada mereka yang didapatkan tanda-tanda niatan bunuh diri. Upaya sederhana ini ternyata efektif untuk menunjukkan bahwa mereka tidak sendiri dan masih ada orang yang mau peduli.

Baca Juga:  Perilaku yang Bisa Memicu Stres Seiring Bertambahnya Usia

Jelaskan bahwa keinginan bunuh diri adalah sesuatu yang diluar kendali penderitanya, serta bukan sesuatu yang tabu, sehingga tidak perlu malu untuk membahasnya.  Beri apresiasi pada mereka yang sudah berkenan menceritakan masalahnya

Usahakan untuk menjauhkan mereka dari benda, tempat atau situasi yang dapat memudahkan melakukan bunuh diri. Bantu mereka untuk terhubung dengan akses bantuan yang tersedia, termasuk bantuan professional jika diperlukan.

Perlu juga dipahami bahwa pencegahan bunuh diri adalah sesuatu yang sederhana, namun juga membutuhkan kerjasama yang baik dari semua elemen terkait. Kita tidak bisa melakukan semuanya sendiri, dan memang tidak perlu. Jika sumber daya terbatas, menghubungkan mereka dengan orang yang dipercaya sudah sangat membantu.

Jika kita mampu, dampingi mereka hingga mendapatan bantuan yang tepat.  Sebagai penutup, bagi anda yang mengalami masalah dan terpikir untuk melakukan bunuh diri, ingatlah, bahwa masih banyak orang yang mau peduli dan mencintai anda, karena hidup anda berarti.

dr. Riko Lazuardi, Sp.KJ
Penulis:

Riko Lazuardi, Sp.KJ

Spesialis Kedokteran Jiwa

RSUD Bhakti Dharma Husada Surabaya

SHARE
Tag :Bunuh DiriHari Pencegahan Bunuh Diri SeduniaWorld Suicide Prevention Day

Berita Aktual

Peserta aksi unjuk rasa di Prancis/ Foto: Xinhua
Ratusan Ribu Orang Berunjuk Rasa di Berbagai Kota di Prancis
Minggu, 25 Oktober 2026
Gempa bumi/ foto: Anadolu
Gempa Bumi Magnitudo 7,0 Melanda Kepulauan Ogasawara Jepang
Minggu, 25 Oktober 2026
Aksi unjuk rasa di Prancis/ Foto: the guardian
Massa Unjuk Rasa Mulai Memadati Kota Besar di Prancis
Sabtu, 24 Oktober 2026
Ombak terdampak Badai Champi/ Foto: CNA
Topan Champi Melukai 500 Orang dan Pemadaman Listrik di Taiwan
Sabtu, 24 Oktober 2026
Sertifikat akreditasi ilkom upn veteran jatim/dok.aktual.co.id
Prodi Ilmu Komunikasi UPN Veteran Jatim Sukses Pertahankan Akreditasi Unggul 5 Tahun
Jumat, 23 Oktober 2026

Mental Health

Serangga menularkan virus Shimonda/ Foto: anadolu

Seorang Pasien Terinfeksi Virus Shamonda Kali Pertama di Prancis

Ilustrasi remaja dan depresi/ Foto: gemini

Perilaku Tidak Sehat pada Remaja Memicu Risiko Kecemasan dan Depresi

Mencuci tangan/ Foto: freepik

Cuci Tangan Mampu Menurunkan Penyebaran Infeksi dan Menyelamatkan Nyawa

Ilustrasi mendengarkan musik/ Foto: freepik

Mendengarkan Musik Jazz dari Platform Digital Diyakini Mampu Meredam Stres

Ad imageAd image

TRENDING NEWS

Gempa Bumi Magnitudo 7 Menyebabkan 16 Orang Meninggal di Tibet Utara

Demi Keamanan dari Unjuk Rasa Museum Louvre Tutup Mulai 24 Oktober 2026

Petugas Tim SAR Melakukan Penyelamatan di Lokasi Terdampak Gempa

Seorang Pasien Terinfeksi Virus Shamonda Kali Pertama di Prancis

Pemerintah Taiwan dan Tiongkok Timur Siaga Bencana Sambut Topan Champi

More News

Kekecewaan memberkan keinginan untuk konspirasi / Foto : freepik

Penelitian Menyoroti Kebencian Salah Satu Pendorong Teori Konspirasi

Minggu, 1 Juni 2025
Ilustrasi kesendirian / Foto: Freepik

Ciri Perilaku Orang Menutupi dengan Tertawa Padahal Penyuka Kesendirian

Kamis, 4 September 2025
Ilustrasi penghinaan seseorang ke orang lain / foto: freepik

Berikut Cara Menghadapi Orang yang Merendahkan Orang Lain, Menurut Psikologi

Selasa, 19 Agustus 2025
Orag yang memiliki harga diri tinggi menghargai kesendirian/ Foto : hackspirit

Perilaku Orang Bernilai Tinggi dengan Menghindari Drama Seperti Ini

Sabtu, 15 Maret 2025
Aktual.co.id

Aktual.co.id adalah portal berita berbasis big data dan analisis digital terdepan di Indonesia yang berada di bawah naungan ASIGTA Group.

  • Redaksi
  • Tentang
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Beranda
  • Indeks
  • Big Data
  • Mental Health
  • Pakar Menulis
  • Viral

Follow Us

Copyright 2025 – Aktual.co.id