• Indeks
Aktual.co.id
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Reading: Pencabutan ID Card Jurnalis CNN: Luka Demokrasi dalam Bayang-Bayang Kuasa
Share
Aktual.co.idAktual.co.id
Search
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2025 - Aktual.co.id
Pakar Menulis

Pencabutan ID Card Jurnalis CNN: Luka Demokrasi dalam Bayang-Bayang Kuasa

redaksi Rabu, 1 Oktober 2025
Share
7 Min Read
Ilustrasi pencabutan ID Card jurnalis CNN/istimewa
Ilustrasi pencabutan ID Card jurnalis CNN/istimewa

Aktual.co.id – Pencabutan kartu liputan jurnalis CNN Indonesia oleh Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden baru-baru ini menjadi catatan penting bagi kebebasan pers di Indonesia. Kejadian itu bermula ketika Diana Valencia, jurnalis CNN Indonesia, mengajukan pertanyaan kritis kepada Presiden Prabowo Subianto mengenai program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah menuai sorotan akibat laporan keracunan sejumlah siswa. Pertanyaan sederhana, yang seharusnya dijawab sebagai bentuk akuntabilitas kebijakan publik, justru berujung pada pencabutan akses liputan sang jurnalis.

Tindakan ini menimbulkan kegaduhan luas. Organisasi pers, akademisi, dan masyarakat sipil memandang langkah tersebut sebagai bentuk pembatasan terhadap kebebasan pers yang dilindungi oleh Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999. Dewan Pers bahkan langsung turun tangan menuntut klarifikasi, sekaligus menegaskan bahwa pencabutan akses tidak boleh menjadi instrumen pembungkaman kritik.

Meski beberapa jam kemudian kartu liputan itu dikembalikan dan pihak Istana menyampaikan permintaan maaf, tindakan awal sudah cukup untuk menimbulkan luka simbolik. Ia mengirimkan pesan kuat bahwa ada batas yang tidak boleh dilanggar oleh media ketika berhadapan dengan penguasa. Pencabutan itu, betapapun singkatnya, telah menjadi bentuk tekanan politik simbolik yang menciptakan chilling effect—ketakutan tersembunyi yang membuat jurnalis lain mungkin enggan mengajukan pertanyaan kritis.

Peristiwa ini bukan sekadar kesalahan teknis administratif. Ia merepresentasikan relasi kuasa antara media dan negara yang masih timpang. Negara masih memiliki instrumen administratif untuk mengatur siapa yang boleh bertanya, siapa yang diberi akses, dan siapa yang harus dikeluarkan dari lingkaran. Jika dibiarkan, peristiwa semacam ini bisa melahirkan preseden buruk bagi demokrasi dan kebebasan pers di Indonesia.

Baca Juga:  Personal Branding Jadi Bekal Penting Pelaku UMKM Kalanganyar di Era Media Digital

 

Persprektif Berbagai Teori

Untuk memahami peristiwa ini lebih mendalam, sejumlah teori komunikasi politik dan media dapat digunakan sebagai pisau analisis. Jürgen Habermas dengan konsep public sphere menekankan bahwa media adalah ruang publik di mana masyarakat dapat mendiskusikan isu-isu kebijakan secara rasional. Dalam konteks ini, pertanyaan jurnalis CNN tentang kasus keracunan akibat MBG adalah upaya menghadirkan persoalan publik ke dalam ruang diskursus negara. Namun, pencabutan kartu liputan justru mendistorsi fungsi ruang publik tersebut: kritik tidak diberi ruang, dan transparansi digantikan oleh pengendalian akses.

Teori gatekeeping dan agenda setting juga sangat relevan. Wartawan sejatinya adalah penjaga gerbang informasi. Namun, ketika negara mencabut akses liputan, fungsi gatekeeper itu direbut oleh kekuasaan. Negara menentukan isu apa yang boleh atau tidak boleh masuk ke agenda publik. Pertanyaan tentang kegagalan kebijakan MBG dianggap mengganggu citra pemerintah, sehingga dipagari melalui pencabutan akses. Dengan begitu, agenda publik menjadi hasil kompromi, bukan refleksi otentik dari realitas sosial.

Dalam konteks kebebasan pers, konsep chilling effect menjadi kunci. Pencabutan kartu liputan mungkin hanya menimpa satu jurnalis, tetapi efek psikologisnya bisa meluas ke seluruh ekosistem media. Wartawan lain akan berpikir ulang sebelum mengajukan pertanyaan kritis. Redaksi bisa memilih untuk menahan berita-berita yang dianggap berisiko. Proses penyensoran diri (self-censorship) tumbuh, bukan karena undang-undang yang melarang, melainkan karena ancaman implisit kehilangan akses. Pada akhirnya, publik kehilangan berita kritis yang seharusnya menjadi hak mereka.

Baca Juga:  Prof. Ignatia Martha Hendrati, Guru Besar Ekonomi Internasional Penggagas Countertrade sebagai Solusi Perdagangan Global

Selain itu, Propaganda Model dari Herman dan Chomsky membantu menjelaskan bagaimana negara dapat mengatur arus informasi dengan memanfaatkan filter akses. Pencabutan kartu liputan adalah filter yang sangat efektif: tanpa akses, media tidak bisa menghadirkan perspektif langsung dari sumber kekuasaan. Media dipaksa memilih antara kritis tetapi diblokir, atau aman tetapi kehilangan fungsi pengawasan. Inilah dilema struktural yang mengancam independensi media.

Teori kuasa dan wacana dari Michel Foucault menambahkan lapisan analisis lain. Kuasa, kata Foucault, tidak hanya bekerja dengan cara represif, tetapi juga dengan cara produktif: ia menentukan siapa yang boleh berbicara, kapan, dan di mana. Dengan mencabut kartu liputan, negara tidak hanya membatasi isi pertanyaan, tetapi juga mengatur siapa yang dianggap layak hadir dalam produksi wacana politik. Kuasa, dalam hal ini, tidak sekadar mengatur jawaban, tetapi juga membatasi pertanyaan.

Jika kita rangkai seluruh kerangka teoritis tersebut, terlihat jelas bahwa pencabutan kartu liputan jurnalis CNN bukanlah insiden remeh. Ia adalah gejala bahwa demokrasi media kita masih rapuh. Negara masih memegang kendali atas akses, dan media terancam kehilangan independensi setiap kali mencoba mengajukan pertanyaan kritis.

Ancaman dan bahaya bagi media dari peristiwa semacam ini sangat nyata. Pertama, kebebasan pers terancam direduksi menjadi kebebasan semu. Media boleh bekerja, tetapi hanya dalam batas yang ditentukan oleh penguasa. Kedua, fungsi pengawasan media (watchdog) terganggu. Tanpa akses, media tidak bisa menuntut akuntabilitas langsung dari pejabat publik. Ketiga, muncul risiko konsolidasi self-censorship. Wartawan memilih jalur aman agar tidak tersingkir dari lingkaran akses, dan publik pun hanya disuguhi berita yang steril dari kritik.

Baca Juga:  UPN Veteran Jatim Edukasi Siswa SDN Medokan Ayu 2 Surabaya Cara Cuci Tangan yang Benar

Keempat, jika preseden ini berlanjut, bisa timbul normalisasi pembungkaman. Pejabat lain mungkin merasa sah untuk mencabut akses jurnalis yang dianggap “nakal”. Lama-kelamaan, media kehilangan posisi tawarnya dan publik kehilangan fungsi kritis yang seharusnya dijaga oleh pers. Kelima, dalam jangka panjang, erosi kepercayaan publik pada media menjadi bahaya besar. Jika publik tahu bahwa media bekerja di bawah bayang-bayang ancaman, kredibilitas berita bisa runtuh, dan ruang publik akan dipenuhi informasi tidak terverifikasi dari media sosial yang belum tentu benar.

Oleh karena itu, pencabutan kartu liputan ini harus dibaca sebagai peringatan keras bahwa kebebasan pers selalu rapuh tanpa mekanisme perlindungan yang kuat. Negara harus belajar bahwa menghadapi pertanyaan kritis adalah bagian dari akuntabilitas, bukan ancaman. Media harus bersolidaritas agar tekanan terhadap satu jurnalis tidak menjadi tekanan bagi semua. Dan masyarakat harus sadar bahwa membela kebebasan pers berarti membela hak mereka sendiri untuk tahu.

Demokrasi tidak bisa hidup tanpa pertanyaan kritis. Menutup ruang itu dengan mencabut akses sama artinya dengan menutup pintu bagi partisipasi publik. Indonesia akan kehilangan arah jika pers dibungkam hanya karena melaksanakan tugasnya. Karena pada akhirnya, pers yang bebas bukan sekadar kebutuhan media, melainkan fondasi sebuah bangsa yang ingin tumbuh beradab.

(Penulis: Mohammad Syarrafah.M.I.Kom/Praktisi Media sekaligus Dosen Ilmu Komunikasi UPN Veteran Jawa Timur)

SHARE
Tag :kebebasan persPencabulan

Berita Aktual

Geonwoo/ Foto: Soompi
Geonwoo dari ALPHA DRIVE ONE Menggugat Agensinya WAKEONE
Minggu, 25 Oktober 2026
Drone LUCAS yang tak berawak ditembak jatuh Iran/ Foto: WANA
Iran Berhasil Menembak Jatuh Drone LUCAS Buatan Amerika Serikat
Minggu, 25 Oktober 2026
Ikon Singapura patung Merlion yang berada di kawasan Marina Bay Sands/ Foto: Ist
Begini Respon Singapura Setelah Prabowo Mengumumkan Pengurangan Ekspor Gas
Minggu, 25 Oktober 2026
Kim Ga Eun dan Yoon Sun Woo / Foto: Soompi
Kim Ga Eun dan Yoon Sun Woo Mengumumkan Kehamilan
Minggu, 25 Oktober 2026
Tampilan Redi K100/ Foto: Gizmochina
Redmi K100 Muncul Spesifikasi Menjelang Peluncuran Tanggal 28 Oktober 2026
Minggu, 25 Oktober 2026

Mental Health

Serangga menularkan virus Shimonda/ Foto: anadolu

Seorang Pasien Terinfeksi Virus Shamonda Kali Pertama di Prancis

Ilustrasi remaja dan depresi/ Foto: gemini

Perilaku Tidak Sehat pada Remaja Memicu Risiko Kecemasan dan Depresi

Mencuci tangan/ Foto: freepik

Cuci Tangan Mampu Menurunkan Penyebaran Infeksi dan Menyelamatkan Nyawa

Ilustrasi mendengarkan musik/ Foto: freepik

Mendengarkan Musik Jazz dari Platform Digital Diyakini Mampu Meredam Stres

Ad imageAd image

TRENDING NEWS

Gempa Bumi Magnitudo 7 Menyebabkan 16 Orang Meninggal di Tibet Utara

Demi Keamanan dari Unjuk Rasa Museum Louvre Tutup Mulai 24 Oktober 2026

Petugas Tim SAR Melakukan Penyelamatan di Lokasi Terdampak Gempa

Pemerintah Taiwan dan Tiongkok Timur Siaga Bencana Sambut Topan Champi

Topan Champi Melukai 500 Orang dan Pemadaman Listrik di Taiwan

More News

Mahasiswa UPN Veteran Jatim saat praktikum lapangan di Kebun Raya Mangrove Surabaya/dok.istimewa

UPN Veteran Jatim Kenalkan Gastronomi Mangrove Lewat Praktikum Lapangan di KRM Surabaya

Jumat, 5 Desember 2025
Sumpah dokter FK Universitas Wijaya Kusuma Surabaya / Foto: Adv

FK UWKS Sumpah dan Lantik 98 Dokter Baru yang Siap Mengabdi untuk Negeri

Kamis, 5 Februari 2026
Narasumber dan ketua KKNT setelah menyampaikan materi strategi Social Media Marketing/dok.istimewa

Mahasiswa KKN Dorong UMKM Go Digital Lewat Pelatihan Media Sosial dan AI

Jumat, 26 September 2025
Mahasiswa UPN Veteran Jatim saat pengabdian di sekolah/dok.aktual.co.id

Seru dan Penuh Makna! Mahasiswi UPN “Veteran” Jatim Ajak Siswa SMK Al-Islah Belajar Moderasi Lewat Role Play

Selasa, 3 Maret 2026
Aktual.co.id

Aktual.co.id adalah portal berita berbasis big data dan analisis digital terdepan di Indonesia yang berada di bawah naungan ASIGTA Group.

  • Redaksi
  • Tentang
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Beranda
  • Indeks
  • Big Data
  • Mental Health
  • Pakar Menulis
  • Viral

Follow Us

Copyright 2025 – Aktual.co.id