• Indeks
Aktual.co.id
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Reading: Cara Menghapus Memori atau Pikiran yang Memalukan dari Masa Lalu
Share
Aktual.co.idAktual.co.id
Search
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2025 - Aktual.co.id
Mental Health

Cara Menghapus Memori atau Pikiran yang Memalukan dari Masa Lalu

Redaktur III Kamis, 26 Februari 2026
Share
3 Min Read
Ilustrasi teringat memori/ Foto; freepik
Ilustrasi teringat memori/ Foto; freepik

Aktual.co.id – Banyak orang dewasa muda dihantui memori memalukan. Harapan besarnya ingin hapus total biar nggak muncul lagi dalam ingatan.

Banyak yang stuck bertahun-tahun karena mikir memori itu bisa di-delete kayak file di komputer, padahal otak nggak kerja gitu.

Menghapus memori memalukan dari masa lalu nggak mungkin secara harfiah, tapi mengubah dampaknya terhadap hidup sangat mungkin.

Hasil nyata datang dari pola pikir dan kebiasaan kecil yang pelan-pelan ubah cara hubungkan diri dengan memori itu. Ini relevan buat siapa saja yang lagi capek bawa beban malu yang sebenarnya udah lama lewat. Mari kita bongkar sudut pandang yang sering orang salah paham.

Memori Memalukan Nggak Bisa Dihapus, Tapi Diubah Narasinya

Kebanyakan orang coba lupakan dengan paksa: hindari topik, tutup mata kalau muncul, atau bilang jangan dipikirin.

Baca Juga:  Pamer Barang Mewah Menunjukkan Topeng dari Orang yang Rapuh

Semakin ditekan, semakin muncul kayak efek rebound. Ganti narasi dari “waktu itu, lagi belajar, lagi manusiawi”.  Lihat memori sebagai cerita masa kecil yang lucu atau pelajaran, bukan vonis seumur hidup. Narasi baru bikin memori kehilangan kekuatan emosionalnya.

Rasa Malu Sinyal Perlindungan, Bukan Hukuman

Sering mikir rasa malu muncul karena memang layak malu. Akibatnya tambah benci diri sendiri tiap ingat. Rasa malu itu mekanisme otak buat lindungi diri dari risiko sosial.

Sekarang nggak lagi relevan, jadi boleh diucapin “terima kasih udah jaga waktu itu, tapi sekarang aman”. Itu ubah malu dari musuh jadi temen lama yang udah pensiun.

Semakin Sering Diulang Cerita Malu, Semakin Kuat Jejaknya

Baca Juga:  Studi Menemukan Bahwa Publik Menginginkan Profil Pemimpin Seperti Ini

Semua suka cerita ulang ke temen atau ke diri sendiri: “dulu dekil banget ya”. Itu kayak main ulang rekaman, bikin jalur sarafnya makin dalam.

Kurangi ulang cerita itu. Kalau muncul, akui singkat “iya, itu pernah terjadi”, lalu alihkan perhatian ke sekarang. Lama-lama otak nggak putar ulang karena nggak dapet “reward” perhatian lagi.

Self-compassion melemahkan kekuatan memori malu sering hukum diri sendiri: “orang normal nggak bakal gitu”, “aku aja yang aneh”.

Itu bikin malu tambah dalam karena ditambah rasa bersalah. Bicara ke diri sendiri kayak ke adik kecil: “wajar kok, semua orang pernah gitu, sekarang aku udah beda”. Compassion kasih rasa aman, bikin memori nggak lagi terasa seperti ancaman identitas.

Baca Juga:  Berikut Kepribadian Orang Mudah Pemarah Tanpa Disadari

Buat Memori Baru yang Lebih Kuat untuk Overshadow yang Lama

Otak nggak hapus memori lama, tapi memori baru yang emosional kuat bisa bikin yang lama jadi background samar.

Ciptain pengalaman positif yang bikin bangga: coba hal baru, berhasil di sesuatu, bantu orang. Tiap kali memori malu muncul, ingat memori sukses terbaru.

Lama-lama otak lebih suka narik yang positif karena lebih fresh dan rewarding. Intinya, memori memalukan nggak hilang, tapi bisa jadi cuma cerita kecil yang nggak lagi ngatur hidup.

Lain kali memori datang lagi, jangan buru-buru lawan atau kabur. Duduk bareng sebentar, tarik napas, lalu ingat itu cuma bagian kecil dari cerita panjang yang sekarang lagi dialamai tulis sendiri. (fb)

SHARE
Tag :gangguan kepribadianGangguan MentalMental healthpsikologi
Ad imageAd image

Berita Aktual

Bulan Purnama terbit di atas Rocca Calascio di Italia/ Foto: gettyimages
Bulan Purnama September Dikenal Sebagai Bulan Pemburu
Selasa, 29 September 2026
Presiden Donald J Trump dan Presiden Xi Jinping / Foto: Anadolu
Trump Mengaku Pertemuan dengan Xi Jinping Luar Biasa
Senin, 28 September 2026
Han Da Gam / Foto: Soompi
Aktris Han Da Gam Melahirkan Anak Pertama di Usia 46 Tahun
Senin, 28 September 2026
Xiaomi 18/ Foto: Ist
Bocoran Xiomi 18 Pro Max Memiliki Baterai 7.200mAh Usai Peluncuran
Senin, 28 September 2026
Fasilitas mewah temuan Ombudsman di Lapas Kelas IIA Cibinong/ Foto: Ist
Tim Ditjenpas Menyebutkan 7 Poit Hasil Temuan Lapas Kelas IIA Cibinong
Senin, 28 September 2026

Mental Health

Ilustrasi peduli terhadap kasus bunuh diri/ Foto: Freepik

Pencegahan Bunuh Diri Menekan Angka Kematian Akibat Bunuh Diri di Dunia

Ilustrasi olah raga/ Foto: psypost

Studi Menjelaskan Olah Raga Mampu Meredam Gangguan Depresi

Joe Biden/ Foto: capture ANTARA

Hunter Biden: Kanker Prostat Joe Biden Menyebar ke Tulang

Ilustrasi nyeri kepala/ Foto: freepik

Mengenali Nyeri Kepala yang Sering Diderita oleh Setiap Orang

Ad imageAd image

TRENDING NEWS

Presiden Serbia Aleksandar Vucic Mengundurkan Diri

Tim Ditjenpas Menyebutkan 7 Poit Hasil Temuan Lapas Kelas IIA Cibinong

Harga Emas Antam Turun Menjadi Rp2.597 Juta Per Gram

KPK Memantau Isu Terkait Lapas Kelas IIA Cibinong

Banjir Merendam 52 Ribu Rumah Warga di Kota Bangkok

More News

Penelitian otak memancarkan cahaya redup / Foto : psypost

Studi : Otak Manusia Memancarkan Sinyal Cahaya yang Redup

Sabtu, 26 Juli 2025
Ilustrasi konsultasi psikologi tentang depresi / Foto : freepik

Penelitian : Keterkaitan Disfungsi Kognitif Subyektif dengan Gangguan Depresi

Jumat, 4 Juli 2025
Kebiasaan santai adalah cara sehat saah satu ciri lingkungan penuh keributan / Foto : freepik

Lebih Memilih Kegiatan Bersantai, Menjadi Ciri Orang yang Hidup Penuh Kekacauan

Sabtu, 17 Mei 2025
Ilustrasi ngobrol sambil senyum / Foto : freepik

Tanda Seseorang Memiliki Kepribadian Berkualitas Tinggi, Menurut Psikologi

Rabu, 6 Agustus 2025
Aktual.co.id

Aktual.co.id adalah portal berita berbasis big data dan analisis digital terdepan di Indonesia yang berada di bawah naungan ASIGTA Group.

  • Redaksi
  • Tentang
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Beranda
  • Indeks
  • Big Data
  • Mental Health
  • Pakar Menulis
  • Viral

Follow Us

Copyright 2025 – Aktual.co.id