Aktual.co.id – Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Imipas Mashudi melaporkan hasil pemeriksaan sementara tim investigasi mengenai fasilitas mewah di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, kepada Komisi XIII DPR.
Mengutip dari ANTARA dalam rapat di kompleks parlemen, Jakarta, Senin, Mashudi menjelaskan setidaknya tujuh poin temuan. Hasil pemeriksaan sementara tersebut masih dilakukan investigasi dan pendalaman lanjutan.
“Langkah selanjutnya akan ditentukan berdasarkan hasil pemeriksaan yang lengkap,” kata Mashudi di hadapan legislator bidang imigrasi dan pemasyarakatan.
Pertama, bangunan seperti apartemen yang didapati dalam inspeksi mendadak Ombudsman RI pada Rabu (23/9) merupakan rumah dinas atau mes pegawai yang berjumlah 16 unit.
Bangunan yang dibangun dari 2021 hingga 2025 itu terdiri atas tiga unit dan tercatat dalam Sistem Informasi Manajemen dan Akuntansi Barang Milik Negara (SIMAK BMN), serta 13 unit tidak terdaftar dalam SIMAK BMN dan berada di bantaran Sungai Ciliwung.
Menurutnya, Ditjenpas masih mendalami aspek administrasi, status aset, dan pemanfaatan 13 bangunan yang belum tercatat dalam SIMAK BMN. “Pilihan tindak lanjut akan ditetapkan berdasarkan hasil pemeriksaan dan ketentuan yang berlaku,” ucapnya.
Kedua, Mashudi mengatakan televisi, perabotan rumah tangga, sofa, springbed (kasur), serta kulkas berisi tiga botol wiski dan satu botol bir merupakan barang pribadi milik Kepala Seksi Administrasi Keamanan dan Ketertiban.
Ketiga, bingkai foto atas nama warga binaan Jimmy Masrin merupakan barang hasil razia keamanan. Bingkai foto itu sebelumnya menjadi sorotan karena dipajang pada salah satu ruangan yang ditemukan Ombudsman.
Keempat, bangunan menyerupai penginapan dan kontainer di area Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) merupakan kantor operasional kegiatan penggemukan sapi dan wisma peristirahatan pegawai.
Mashudi mengatakan kantor operasional itu dibangun dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2016, sementara wisma pegawai dibangun menggunakan APBN 2017.
Kelima, terkait temuan simulator golf, Mashudi menyatakan area itu merupakan fasilitas yang sedang disiapkan menjadi loker.
Keenam, berdasarkan hasil pemeriksaan kepala lapas, lahan SAE yang diduga sebagai tempat parkir mobil merupakan alternatif ketika area parkir utama penuh.
Ketujuh, Mashudi mengatakan berdasarkan hasil pemeriksaan dan pengecekan langsung di lokasi, tim investigasi Ditjenpas tidak menemukan adanya jalur tikus. “Lokasi tersebut dikelilingi oleh aliran Sungai Ciliwung,” ujarnya. (ANTARA)
