• Indeks
Aktual.co.id
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Reading: Berikut Self Healing untuk Meredam Rasa Kecewa
Share
Aktual.co.idAktual.co.id
Search
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2025 - Aktual.co.id
Mental Health

Berikut Self Healing untuk Meredam Rasa Kecewa

Redaktur III Jumat, 19 Desember 2025
Share
4 Min Read
Ilustrasi self healing/ Foto: freepik
Ilustrasi self healing/ Foto: freepik

Aktual.co.id – Rasa sakit batin tidak selalu butuh telinga orang lain. Kadang justru semakin banyak bercerita, semakin besar kecewa.

Di era semua orang berlomba terlihat kuat, berbagi luka sering dianggap kelemahan. Pertanyaannya, apakah manusia benar benar butuh orang lain untuk sembuh, atau kita hanya belum belajar membaca suara diri sendiri?

Studi psikologi menunjukkan kemampuan seseorang menenangkan diri sendiri disebut self regulation dan ini berkaitan dengan kesehatan mental jangka panjang.

Renungkan Emosi Secara Jujur  

Waktu pikiran penuh, naluri pertama adalah mengalihkan seperti main ponsel, sibuk kerja, atau memaksa tersenyum. Namun menghindari emosi hanya menunda luka.

Maka lakukan dengan cara duduk dengan nyaman justru cara paling ilmiah untuk meredakan stres karena otak memerlukan identifikasi emosi untuk menurunkan aktivitas amigdala

Diam sejenak, lalu jujur mengakui ada kecewa yang belum diberi ruang. Saat emosi diberi nama, rasanya pelan pelan melemah bukan karena hilang tetapi karena diakui.

Baca Juga:  Penelitian Mengatakan Konsumsi Telur Memperkecil Riziko Terkena Alzheimer

Latihan Menarik Nafas Secara Teratur 

Beban mental sering berwujud dada sesak, napas pendek, pikiran berlari. Tubuh bereaksi lebih dulu sebelum logika sempat bekerja.

Banyak penelitian neurologi menunjukkan napas adalah jalur langsung ke sistem saraf penenang. Misalnya saat pikiran kusut menjelang tidur, tarik napas dalam empat hitungan, tahan dua, hembus enam.

Latihan ini membantu otak kembali rasional. Orang yang konsisten melatih napas bukan hanya lebih tenang, tetapi juga lebih jernih dalam mengambil keputusan tanpa drama emosional.

Menulis Pikiran Secara Bebas 

Kepala manusia ibarat wadah yang penuh dan berisik. Menulis membebaskan pikiran yang berdesakan. Cukup tulis semua isi kepala seperti membuang sampah mental.

Misalnya saat merasa sedih karena gagal mencapai target, tulis ketakutan terdalam yang muncul. Tulisan bukan untuk dibaca orang lain, tapi untuk memberi jalan keluar bagi perasaan yang terjebak.

Menulis juga mencegah pelampiasan emosi secara impulsif pada orang lain. Dengan membaca ulang tulisan beberapa jam kemudian, akan melihat masalah lebih objektif.

Baca Juga:  Orang Cerdas Tetapi Memiliki Sedikit Teman Menampilkan Perilaku Seperti Ini

Bahkan menyadari masalah tidak sebesar yang terasa. Metode ini simpel namun dampaknya besar bagi kejernihan batin.

Perkuat Rutinitas Fisik

Stres mental sering menular ke tubuh seperti bahu tegang, sulit tidur, energi rendah. Tubuh yang lelah membuat pikiran semakin berat.

Aktivitas fisik membantu mengeluarkan hormon endorfin yang meningkatkan suasana hati. Contoh kecil, berjalan kaki sepuluh menit di bawah sinar matahari pagi bisa memberikan efek tenang seperti habis berbicara dengan seseorang yang memahami.

Tidak harus olahraga berat. Peregangan ringan setelah bangun tidur, mandi air hangat malam hari, atau sekadar merapikan ruangan. Rutinitas kecil memberi rasa kontrol. Dari tubuh yang teratur, pikiran ikut rapi.

Konsumsi Konten yang Menenangkan Pikiran 

Saat mental lelah, sebagian orang mengonsumsi konten memicu kecemasan. Drama konflik, berita negatif, perbandingan sosial.

Ganti konsumsi dengan bacaan reflektif, jurnal psikologi ringan, atau konten pembelajaran emosi membuat pikiran lebih sehat. Misalnya memilih mendengar kajian pemaknaan hidup atau konten edukatif sebelum tidur.

Baca Juga:  Berikut Melihat Karakter Seseorang dari Cara Bersikap

Bangun Self Talk yang Sehat

Pikiran sendiri sering menjadi hal terkejam dalam hidup. Kalimat seperti kenapa kamu tidak bisa atau kamu lemah menciptakan tekanan batin.

Ganti dialog menjadi lebih suportif dapat mengubah respons emosional. Misalnya ganti saya sedang belajar dan proses ini membutuhkan waktu.

Saat kesepian emosional muncul, suara lembut dari dalam adalah penyelamat yang jauh lebih konsisten dibanding menunggu validasi orang lain. Dengan latihan, suara ini menjadi teman yang tidak pernah meninggalkan.

Belajar Menerima Tanpa Menghakimi 

Mengizinkan diri istirahat tanpa merasa gagal adalah bentuk kasih pada diri sendiri. Contohnya, saat target harian tidak terpenuhi, daripada memaksa produktif, izinkan diri tidur lebih awal atau membaca buku menenangkan.

Ini seni menjaga kesehatan jiwa jangka panjang yang pada tujuannya melepas beban tanpa curhat kepada siapapun.

SHARE
Tag :Gangguan CemaskejiwaanMental healthpsikologi
Ad imageAd image

Berita Aktual

Bulan Purnama terbit di atas Rocca Calascio di Italia/ Foto: gettyimages
Bulan Purnama September Dikenal Sebagai Bulan Pemburu
Selasa, 29 September 2026
Presiden Donald J Trump dan Presiden Xi Jinping / Foto: Anadolu
Trump Mengaku Pertemuan dengan Xi Jinping Luar Biasa
Senin, 28 September 2026
Han Da Gam / Foto: Soompi
Aktris Han Da Gam Melahirkan Anak Pertama di Usia 46 Tahun
Senin, 28 September 2026
Xiaomi 18/ Foto: Ist
Bocoran Xiomi 18 Pro Max Memiliki Baterai 7.200mAh Usai Peluncuran
Senin, 28 September 2026
Fasilitas mewah temuan Ombudsman di Lapas Kelas IIA Cibinong/ Foto: Ist
Tim Ditjenpas Menyebutkan 7 Poit Hasil Temuan Lapas Kelas IIA Cibinong
Senin, 28 September 2026

Mental Health

Ilustrasi peduli terhadap kasus bunuh diri/ Foto: Freepik

Pencegahan Bunuh Diri Menekan Angka Kematian Akibat Bunuh Diri di Dunia

Ilustrasi olah raga/ Foto: psypost

Studi Menjelaskan Olah Raga Mampu Meredam Gangguan Depresi

Joe Biden/ Foto: capture ANTARA

Hunter Biden: Kanker Prostat Joe Biden Menyebar ke Tulang

Ilustrasi nyeri kepala/ Foto: freepik

Mengenali Nyeri Kepala yang Sering Diderita oleh Setiap Orang

Ad imageAd image

TRENDING NEWS

Presiden Serbia Aleksandar Vucic Mengundurkan Diri

Tim Ditjenpas Menyebutkan 7 Poit Hasil Temuan Lapas Kelas IIA Cibinong

Banjir Merendam 52 Ribu Rumah Warga di Kota Bangkok

Harga Emas Antam Turun Menjadi Rp2.597 Juta Per Gram

KPK Memantau Isu Terkait Lapas Kelas IIA Cibinong

More News

Ilustrasi tidur istirahat malam/ Foto: freepik

Kebiasaan Malam Orang yang Tetap Tenang dan Puas Menjalani Kehidupan

Kamis, 4 Desember 2025
Merasa tua untuk memulai hidup baru bisa menghambat diri sendiri / Foto : Freepik

Orang yang Merasa Terlalu Tua Memulai Hidup Baru Menunjukkan Sikap Seperti Ini

Kamis, 10 April 2025
Ilustrasi suka menyela saat berbicara / Foto: freepik

Alasan Orang Selalu Menyela pada Saat Pembicaraan Menunjukkan Sikap Seperti Ini

Minggu, 21 September 2025
Depresi bisa karena tuntutan pada diri sendiri yang tinggi / Foto : Freepik

Perilaku yang Merusak Kesehatan Mental Diri Sendiri

Jumat, 2 Mei 2025
Aktual.co.id

Aktual.co.id adalah portal berita berbasis big data dan analisis digital terdepan di Indonesia yang berada di bawah naungan ASIGTA Group.

  • Redaksi
  • Tentang
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Beranda
  • Indeks
  • Big Data
  • Mental Health
  • Pakar Menulis
  • Viral

Follow Us

Copyright 2025 – Aktual.co.id