• Indeks
Aktual.co.id
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Reading: Belum Ada Obat Bagi Penderita yang Terpapar Virus Nipah
Share
Aktual.co.idAktual.co.id
Search
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2025 - Aktual.co.id
Mental Health

Belum Ada Obat Bagi Penderita yang Terpapar Virus Nipah

Redaktur III Kamis, 29 Januari 2026
Share
4 Min Read
Kelelawar salah satu penyebar virus Nipah/ Foto: Ist
Kelelawar salah satu penyebar virus Nipah/ Foto: Ist

Aktual.co.id – Dunia tengah digegerkan penyakit virus Nipah dengan tercatat beberapa negara yang melaporkan kasus ini Malaysia, Singapura, Bangladesh, India, dan Filipina, demikian ungkap dr. Agus Hidayat, Sp.P(K), dokter spesialis paru RSU Dr Soetomo Surabaya.

“Di negara tersebut total kasus konfirmasi hingga tahun 2018 sebanyak 643 kasus dengan 380 kematian,” katanya.

Dikatakan oleh dr. Agus bahwa Kejadian Luar Biasa (KLB) kali pertama dilaporkan pada bulan September 1998 pada peternak babi di Kampung Sungai Nipah, Malaysia.

“Data per januari 2026 ditemukan kasus konfirmasi positif 2 orang tenaga Kesehatan di wilayah timur negara India. Kasus penyakit virus Nipah menjadi perhatian utama karena kematiannya cukup tinggi berkisar antara 40-75%,” ungkap dr Agus.

DR. dr. Agus Hidayat, Sp.P(K) / Foto: pribadi
DR. dr. Agus Hidayat, Sp.P(K) / Foto: pribadi

Sumber penularan, kata dr Agus, umumnya kelelawar atau hewan lain seperti babi, gula nira  atau aren yang terkontaminasi kotoran atau  cairan produk binatang yang terinfeksi virus nipah atau antar manusia yang menderita virus nipah.

Baca Juga:  Sikap Seseorang yang Menunjukkan Memiliki Kualitas Tinggi, Berdasarkan Psikologi

“Penyakit emerging zoonotic yang disebabkan oleh virus Nipah yang ditularkan dari hewan liar maupun domestik dengan kelelawar buah yang termasuk kedalam famili Pteropopidae sebagai host alamiahnya,” ungkapnya.

Gejala pada penyakit ini akan timbul 4-14 hari setelah terpapar virus Nipah, tambahnya, namun dilaporkan ada yang masa inkubasi hingga 45 hari.

“Gejala yang timbul bervariasi,dari yang ringan tanpa gejala hingga berat sampai timbul kematian,” kata dr. Agus.

Dirinya menjelaskan jika gejala atau gangguan akibat infeksi virus Nipah meliputi demam, sakit kepala, nyeri otot, nyeri tenggorokan, mudah mengantuk, kejang, penurunan kesadaran hingga gangguan syaraf (ensefalitis akut).

“Gejala lainnya yang bisa berakibat fatal, adanya infeksi pada paru paru (pneumonia), ARDS (gagal nafas) hingga berakibat kematian,” jelasnya.

Baca Juga:  Kemenlu Jepang Meminta Warganya Waspada Virus Nipah yang Ada di India

Sedangkan penularan dikatakan oleh dr.Agus bisa melalui kontak langsung dengan hewan melalui air seni, air liur, darah, sekresi pernafasan yang terinfeksi

Konsumsi daging mentah atau produk makanan mentah dari hewan yang terkontaminasi  dengan cairan tubuh hewan yang terinfeksi (seperti : nira, gula aren, buah-buahan)

“Kontak dengan manusia yang terinfeksi atau terpapar cairannya (droplet atau dahak, ingus, air seni, darah). Bisa terjadi pada tenaga kesehatan yang merawat pasien atau keluarganya,” katanya.

Sayang, tambah dr.Agus, sampai saat ini belum ditemukan obat untuk membunuh virus Nipah. Pengobatan yang diberikan bersifat supportif dan simptomatis untuk menangani gejala gejala yang ditimbulkan akibat infeksi virus Nipah.

“Pengobatan yang diberikan dapat berupa pemberian cairan melalui infus atau peroral, multivitamin, penurun panas, antibiotic bila ada infeksi sekunder, oksigenasi dan perawatan di ICU atau Ruang Isolasi sesuai keadaan klinis penderita,” ungkapnya.

Baca Juga:  Seni Menikmati Hidup Saat Menjelang Usia Tua

Untuk pencegahan maka dr Agus menyampaikan agar tidak mengkonsumsi nira atau gula aren yang langsung dari pohonnya.

“Jika mengkonsumi maka dimasak lebih dahulu. Mengupas dan mencuci buah sebelum dikonsumsi, tidak mengkonsumsi buah bila ditemukan bekas gigitan kelelawar,” ulasnya.

Menghindari kontak dengan hewan ternak babi dan kuda yang kemungkinan terinfeksi virus Nipah. Bila harus melakukan kontak maka gunakan Alat Pelindung Diri (APD) termasuk petugas pemotongan hewan. “Hewan yang terinfeksi virus Nipah tidak boleh dikonsumsi,” pungkasnya.

Menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (GERMAS),seperti cuci tangan, etika batuk dan bersin. (ndi)

SHARE
Tag :Kejadian Luar BiasaNipahVirusVirus Nipah
Ad imageAd image

Berita Aktual

Bulan Purnama terbit di atas Rocca Calascio di Italia/ Foto: gettyimages
Bulan Purnama September Dikenal Sebagai Bulan Pemburu
Selasa, 29 September 2026
Presiden Donald J Trump dan Presiden Xi Jinping / Foto: Anadolu
Trump Mengaku Pertemuan dengan Xi Jinping Luar Biasa
Senin, 28 September 2026
Han Da Gam / Foto: Soompi
Aktris Han Da Gam Melahirkan Anak Pertama di Usia 46 Tahun
Senin, 28 September 2026
Xiaomi 18/ Foto: Ist
Bocoran Xiomi 18 Pro Max Memiliki Baterai 7.200mAh Usai Peluncuran
Senin, 28 September 2026
Fasilitas mewah temuan Ombudsman di Lapas Kelas IIA Cibinong/ Foto: Ist
Tim Ditjenpas Menyebutkan 7 Poit Hasil Temuan Lapas Kelas IIA Cibinong
Senin, 28 September 2026

Mental Health

Ilustrasi peduli terhadap kasus bunuh diri/ Foto: Freepik

Pencegahan Bunuh Diri Menekan Angka Kematian Akibat Bunuh Diri di Dunia

Ilustrasi olah raga/ Foto: psypost

Studi Menjelaskan Olah Raga Mampu Meredam Gangguan Depresi

Joe Biden/ Foto: capture ANTARA

Hunter Biden: Kanker Prostat Joe Biden Menyebar ke Tulang

Ilustrasi nyeri kepala/ Foto: freepik

Mengenali Nyeri Kepala yang Sering Diderita oleh Setiap Orang

Ad imageAd image

TRENDING NEWS

Presiden Serbia Aleksandar Vucic Mengundurkan Diri

KPK Memantau Isu Terkait Lapas Kelas IIA Cibinong

Harga Emas Antam Turun Menjadi Rp2.597 Juta Per Gram

Tim Ditjenpas Menyebutkan 7 Poit Hasil Temuan Lapas Kelas IIA Cibinong

Polisi Tahan Seorang Bermain Jetski di Tengah Banjir di Kota Bangkok, Thailand

More News

Foto bersama seusai penyampaian materi/istimewa

GreenTalks, Gerakan Sadar Lingkungan dan Pergaulan Sehat di SMPN 4 Sidoarjo

Sabtu, 24 Mei 2025
Perlu komunikasi ketika diabaikan

Menghadapi Orang yang Mengabaikan

Minggu, 9 Februari 2025
Ilustrasi depresi / Foto : Freepik

Stres Kronis Bisa Melepaskan Sel Imun yang Ada di Tengkorak

Minggu, 21 September 2025
Dapur makan bergizi gratis/ Foto: Jawa Pos

Pemerintah Evaluasi Total SPPG dalam KLB Makan Bergizi Gratis

Minggu, 28 September 2025
Aktual.co.id

Aktual.co.id adalah portal berita berbasis big data dan analisis digital terdepan di Indonesia yang berada di bawah naungan ASIGTA Group.

  • Redaksi
  • Tentang
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Beranda
  • Indeks
  • Big Data
  • Mental Health
  • Pakar Menulis
  • Viral

Follow Us

Copyright 2025 – Aktual.co.id