Aktual.co.id – Setelah berhari-hari diguyur hujan lebat, hampir 4.900 warga Bangkok terpaksa mencari tempat pengungsian darurat. Sekitar 52.000 rumah tangga terdampak.
Permukaan air di banyak kanal tetap tinggi, mendorong pihak berwenang melanjutkan pembatasan perjalanan dan mengintensifkan upaya pematusan.
Menurut Pemerintah Metropolitan Bangkok (BMA), lebih dari 330 mm curah hujan turun di beberapa wilayah ibu kota Thailand antara tanggal 24 dan 27 September.
Air membanjiri rumah, toko, dan jalanan, dengan beberapa daerah tetap terendam air hingga 30 jam, memaksa ribuan keluarga meninggalkan rumah mereka.
Lebih dari 200 tempat penampungan darurat didirikan di sekolah-sekolah dan gedung-gedung publik. Jumlah pengungsi meningkat pesat dari sekitar 4.200 pada malam tanggal 26 September menjadi hampir 4.900 pada tanggal 27 September.
Di satu tempat penampungan darurat di sebuah sekolah di daerah Kheha Romklao saja, terdapat sekitar 1000 orang, banyak di antaranya terpaksa tidur di atas meja, kursi, atau lantai kelas.
Gubernur Bangkok Chadchart Sittipunt memperingatkan bahwa banyak jalan akan tetap tidak dapat dilalui pada tanggal 27 September dan mendesak warga untuk menghindari perjalanan yang tidak perlu.
Ratusan sekolah di bawah yurisdiksi BMA diperintahkan untuk tutup pada tanggal 28 September, sementara pemerintah kota memperkenalkan pengaturan kerja dari rumah untuk pekerjaan yang tidak memerlukan kehadiran fisik.
Di banyak distrik timur Bangkok, orang-orang masih terus menerobos air setinggi lutut. Sepeda motor dan barang-barang dimasukkan ke dalam wadah plastik dan ditarik melewati air.
Beberapa jalan dipenuhi mobil-mobil yang ditinggalkan atau sebagian terendam air, sementara air berlumpur mengalir ke tempat parkir, toko-toko, dan bangunan tempat tinggal.
Kanal-kanal yang kini meluap menjadi hambatan terbesar bagi drainase. Bangkok, yang dibangun di atas bekas lahan rawa, hanya terletak sekitar 1,5 meter di atas permukaan laut.
Jika hujan terus berlanjut dan kanal mencapai level maksimumnya, air di jalan dan di area perumahan tidak lagi memiliki cukup ruang untuk mengalir dengan cepat.
Stasiun-stasiun pompa kota beroperasi dengan kapasitas penuh, dengan total volume pemompaan sekitar 1.200 meter kubik per detik.
Pemerintah Bangkok berkoordinasi dengan provinsi-provinsi tetangga untuk mengalihkan aliran air dan dengan demikian mengurangi jumlah air yang masih mengalir ke ibu kota. Penurunan curah hujan secara bertahap diperkirakan akan terjadi mulai 28 September.
Pihak berwenang juga mendesak masyarakat untuk tidak melakukan pembelian panik yang berlebihan dan memperingatkan para pengecer agar tidak memanfaatkan situasi ini untuk menaikkan harga makanan dan minuman.
Akibat peningkatan permintaan yang tajam dan gangguan lokal pada layanan pengiriman, beberapa toko bahan makanan kehabisan makanan siap saji.
Pihak berwenang Thailand meyakini bahwa banjir saat ini terutama disebabkan oleh curah hujan yang sangat lebat yang langsung menghantam Bangkok, dan bukan karena banjir dari utara seperti pada bencana tahun 2011. (ndi/vn)
