Aktual.co.id – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping pada Kamis memulai pertemuan bilateral tertutup di Gedung Putih dengan membahas sejumlah isu utama dalam hubungan kedua negara, termasuk keamanan, perdagangan, dan teknologi.
Pertemuan tersebut digelar setelah upacara penyambutan militer yang diwarnai penerbangan melintas pesawat pengebom siluman B-2 dan sejumlah jet tempur yang diyakini sebagai F-22, sementara korps musik militer tampil dengan bendera AS dan China dipasang secara bergantian.
Ibu Negara AS Melania Trump dan istri Presiden China, Peng Liyuan, juga bergabung dengan kedua pemimpin di Ruang Oval.
Setelah pertemuan empat mata, Trump dan Xi kemudian bergabung dengan delegasi masing-masing untuk melanjutkan pembicaraan di Cabinet Room Gedung Putih.
Menjelang perundingan resmi, Trump mengatakan kedua negara telah berupaya mendorong hubungan perdagangan yang lebih seimbang, termasuk membuka akses pasar baru bagi petani dan peternak Amerika.
Dia menambahkan bahwa pembicaraan juga akan membahas isu-isu mendesak terkait keamanan, teknologi, dan superintelligence.
Sementara itu, Xi menyerukan komunikasi yang lebih kuat antara Beijing dan Washington. Dia mengatakan kedua pihak dapat mencari titik temu dan membangun rasa saling percaya melalui dialog yang terbuka, mendalam, dan berkelanjutan.
Xi juga menyerukan peningkatan komunikasi antarpemerintah di berbagai bidang, termasuk hubungan luar negeri, ekonomi, dan penegakan hukum.
Trump dan Melania dijadwalkan menjamu Xi dan Peng dalam jamuan makan malam kenegaraan pada Kamis malam.
Melania kemudian mengajak Peng mengunjungi National Museum of Asian Art saat Trump dan Xi melanjutkan pembicaraan.
Pertemuan Trump dan Xi berlangsung ketika AS masih terlibat perang dengan Iran, sementara konflik Rusia-Ukraina juga masih berlanjut.
Xi tiba di AS pada Rabu untuk kunjungan kenegaraan selama tiga hari, yang merupakan kunjungan kenegaraan pertamanya ke negara tersebut dalam lebih dari satu dekade.
Dia menjadi pemimpin China pertama yang melakukan dua kunjungan kenegaraan ke AS sejak kedua negara menjalin hubungan diplomatik pada 1979.
Presiden AS saat itu Barack Obama menerima Xi dalam kunjungan kenegaraan pertamanya pada 2015.
Kunjungan Xi kali ini berlangsung setelah dia menerima Trump dalam kunjungan kenegaraan pada Mei, ketika kedua pihak menyepakati “visi baru untuk membangun hubungan China-AS yang konstruktif dan berlandaskan stabilitas strategis. (ANADOLU)