Aktual.co.id – Presiden Amerika Serikat Donald Trump enggan memberikan dukungan kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk kembali menjabat menjelang pemilu mendatang, dengan menghindari pernyataan dukungan kepada sekutu lamanya itu dalam wawancara yang diterbitkan pada Kamis.
“Saya hanya bisa mengatakan bahwa saya tidak lagi terlibat dalam politik, kecuali kami popular,.” kata Trump kepada majalah TIME ketika ditanya apakah Netanyahu layak mendapatkan masa jabatan berikutnya dalam pemilu 27 Oktober.
Ketika kembali didesak mengenai hal itu, Trump mengatakan, “Tidak, hal utama bagi saya—saya ingin membantu mereka mempertahankan Israel,” tanpa memberikan dukungan secara eksplisit dalam wawancara yang dilakukan pada Senin tersebut.
Trump menyoroti tingkat popularitasnya di kalangan masyarakat Israel dan mengklaim dukungan terhadap dirinya mencapai 99 persen berkat kebijakan-kebijakannya pada masa lalu.
Ketika ditanya apakah Washington dapat bekerja lebih efektif dengan kandidat oposisi sekaligus mantan kepala militer Israel Gadi Eisenkot, Trump mengatakan dirinya tidak mendengar hal-hal buruk tentang dia, tetapi memperingatkan agar Netanyahu tidak diremehkan.
“Orang-orang sudah berkali-kali menganggap Bibi (Netanyahu) selesai, sama seperti mereka berkali-kali menganggap saya selesai,” kata Trump.
“Saya tidak akan meremehkan Bibi,” tambahnya.
Hubungan Trump dengan Netanyahu disebut semakin tegang dalam beberapa bulan terakhir akibat perang di Iran serta berlanjutnya serangan Israel di Lebanon dan Gaza.
Trump juga meragukan Netanyahu telah menerima peringatan intelijen sebelum serangan 7 Oktober. Menurutnya, pasukan Israel seharusnya disiagakan jika Netanyahu mengetahui ancaman tersebut sebelumnya.
“Saya rasa tidak. Saya pikir jika dia mengetahuinya, dia pasti akan melakukan sesuatu,” katanya.
Perluasan perang Iran dan kendali jalur laut
Membahas perang Iran yang kini memasuki bulan ketujuh, Trump mengatakan dirinya sengaja memperluas operasi militer untuk menghancurkan infrastruktur militer dan nuklir Teheran setelah perkiraan awal menyebut kampanye tersebut berlangsung empat hingga delapan pekan.
“Saya sebenarnya bisa berhenti sampai di sana, tetapi saya merasa itu tidak tepat,” tambahnya.
Trump mengakui penutupan Selat Hormuz oleh Iran sempat berhasil untuk sementara waktu, tetapi mengklaim AS mengambil alih kendali atas jalur perairan strategis tersebut.
Sebelum perang dimulai pada 28 Februari, sekitar seperlima konsumsi minyak global melewati Selat Hormuz. Trump juga mengonfirmasi menolak tawaran gencatan senjata Iran yang mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz dengan menyebut persyaratan yang diajukan tidak cukup baik.
Ketika ditanya apakah Washington berencana meningkatkan serangan udara setelah pemilu paruh waktu Kongres AS mendatang, Trump mengatakan hal tersebut mungkin dilakukan sebelum menarik diri dari jawaban tersebut.
“Saya tidak bisa memberi tahu Anda soal itu,” katanya. (Anadolu)
