Aktual.co.id – Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengatakan proses evakuasi pendaki perempuan warga Negara Brasil berinisial JDSP yang jatuh di Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat, terkendala cuaca buruk.
“Kondisi terakhir pagi tadi cuaca mulai membaik ya, tetapi sempat memburuk lagi. Kami berharap siang hari ini cuaca membaik,” kata Menhut Raja Juli Antoni di Jakarta, Selasa (20/6) seperti dikutip ANTARA.
Dia mengatakan lokasi jatuhnya korban sudah dapat diketahui.
“Posisi korban sudah dapat identifikasi di kedalaman 400-an meter. Kemarin (tim evakuasi) sudah turun sampai di kedalaman sekitar 300 meter, tapi cuaca buruk, ada badai,” kata Menhut Raja Juli Antoni.
Pihaknya menegaskan Pemerintah Indonesia berkomitmen melakukan berbagai upaya demi menyelamatkan korban.
“Pemerintah Indonesia dengan kementerian dan lembaga terkait sangat serius dalam melakukan penyelamatan terhadap warga negara Brasil. Mudah-mudahan sekali lagi dengan bekerja keras, bekerja sama, kita dapat selamatkan,” kata Menhut Raja Juli Antoni.
Operasi SAR ini melibatkan Kantor SAR Mataram, Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR), TNI, Polri, BPBD Lombok Timur, Unit SAR Lombok Timur, EMHC, Damkar, Relawan Rinjani, porter, dan unsur terkait.
Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menutup sementara jalur pendakian dari Pelawangan 4 Sembalun sebagai bagian dari evakuasi pendaki JDSP yang jatuh di Gunung Rinjani. (ndi/ANTARA)
