• Indeks
Aktual.co.id
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Reading: LF PBNU Suara Ledakan Berasal dari Meteor yang Masuk ke Bumi
Share
Aktual.co.idAktual.co.id
Search
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2025 - Aktual.co.id
Viral

LF PBNU Suara Ledakan Berasal dari Meteor yang Masuk ke Bumi

Redaktur III Minggu, 12 Juli 2026
Share
3 Min Read
Ilustrasi meteor saat memasuki bumi/ Foto: freepik
Ilustrasi meteor saat memasuki bumi/ Foto: freepik

Aktual.co.id – Sejumlah warga di wilayah Pulau Jawa mengaku mendengar suara asing pada Sabtu (11/7/2026) malam. Wakil Sekretaris Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU) Ma’rufin Sudibyo menyebut hal tersebut berasal dari meteor yang jatuh masuk ke atmosfer bumi.

“Lalu suara dentuman, merupakan sonic boom yang khas saat meteoroid memasuki atmosfer Bumi sebagai meteor dan mengalami deselerasi (perlambatan) cukup tinggi sehingga meninggalkan kondisi kecepatan supersonik (di awal mula) menjadi subsonik (di akhir),” jelasnya dikutip NU Online pada Ahad (12/7/2026).

Perubahan gradual itu, melepaskan kerucut sonik secara fisis. Kemudian, saat tiba di paras Bumi, hal tersebut menjelma sebagai dentuman sonik.

Baca Juga:  Diprediksi Sebuah Asteroid Akan Menabrak Bulan Tahun 2032

Lebih lanjut, Ma’rufin menjelaskan secara umum ketampakan kilatan cahaya itu menunjukkan gejala-gejala meteor. Tepatnya meteor-superterang yang disertai fragmentasi dan suara dentuman.

Astronomi menyebutnya boloid, transliterasi Bahasa Indonesia dari bolide. “Ciri khas meteor, di antaranya cahaya kehijauan sebagai penanda benda langit itu kaya akan Nikel,” kata alumnus Universitas Gadjah Mada (UGM) itu.

Meteoroid tertentu, terangnya, khususnya yang berasal dari fragmentasi asteroid, dikenal kaya akan Besi dan Nikel dalam rasio berat 10.

Ma’rufin juga menjelaskan berdasarkan data kasar yang tersedia, meteor nampak dari timur laut ke barat daya, terjadi pada Sabtu 11 Juli 2026 pukul 21:40 WIB, nampak dari Utara Yogyakarta hingga Cirebon dengan panjang lintasan di permukaan Bumi 400 km.  “Maka secara kasar, meteor ini semula merupakan meteoroid berdiameter sekitar 1 meter,” katanya.

Baca Juga:  Yuna Mantan Grup AOA Umumkan Kehamilannya di Media Sosial

Meteoroid ini merupakan bagian dari kepingan asteroid yang mengedari Matahari di antara orbit Venus hingga orbit Bumi, sehingga merupakan Asteroid dekat-Bumi kelas Apollo.

Kepingan asteroid itu beredar mengelilingi Matahari dengan periode 0,94 tahun. Antara orbit kepingan asteroid tersebut dengan orbit Bumi, berpotongan di satu titik nodal.

Pada saat fenomena kilatan cahaya tersebut terjadi, baik Bumi maupun kepingan asteroid tadi sedang berada pada titik tersebut.

“Berdasarkan geometri orbit (sementara) yang sudah saya analisis, kepingan asteroid tadi tidak berhasil menjangkau permukaan Bumi saat menjadi meteor-superterang. Dia hancur di ketinggian 46 – 48 km,” katanya.

Baca Juga:  Titiek Puspa Wafat di Usia 87 Tahun

Peristiwa ini secara statistik terjadi setiap 26 hari sekali (rata-rata) di Bumi. Sehingga sesungguhnya bukanlah hal yang jarang terjadi (NUonline)

SHARE
Tag :MeteorMeteor JatuhSuara Ledakan

Berita Aktual

Serangga menularkan virus Shimonda/ Foto: anadolu
Seorang Pasien Terinfeksi Virus Shamonda Kali Pertama di Prancis
Kamis, 22 Oktober 2026
Bill Clinton/ Foto: Anadolu
Clinton Lelah Melihat Umat Islam Sering Dipemalukan
Kamis, 22 Oktober 2026
UNCHILD / Foto: soompi
UNCHILD Mengumumkan Akan Comeback Awal November 2026
Kamis, 22 Oktober 2026
Ilustrasi Hari Santri Nasional 2026/ Foto: gemini
Presiden Mengucapkan Selamat Hari Santri Nasional Tahun 2026
Kamis, 22 Oktober 2026
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa / Foto : Kominfo Jatim
Khofifah: Santri Harus Mengisi Kemerdekaan Melalui Penguasaan Teknologi
Kamis, 22 Oktober 2026

Mental Health

Serangga menularkan virus Shimonda/ Foto: anadolu

Seorang Pasien Terinfeksi Virus Shamonda Kali Pertama di Prancis

Ilustrasi remaja dan depresi/ Foto: gemini

Perilaku Tidak Sehat pada Remaja Memicu Risiko Kecemasan dan Depresi

Mencuci tangan/ Foto: freepik

Cuci Tangan Mampu Menurunkan Penyebaran Infeksi dan Menyelamatkan Nyawa

Ilustrasi mendengarkan musik/ Foto: freepik

Mendengarkan Musik Jazz dari Platform Digital Diyakini Mampu Meredam Stres

Ad imageAd image

TRENDING NEWS

Jam Malam Diberlakukan untuk Meredam Kerusuhan di Paris

Kim Jong Un Meresmikan Pameran di Tengah Rumor Meninggal Dunia

Pemerintah Prancis Mempertahankan Jam Malam di Area Penting

Tentara Israel Melanggar Perjanjian Gencatan Senjata dengan Serangan Drone di Palestina

Macron Menuduh Pemimpin Asing Memberi Komentar Buruk Terhadap Prancis

More News

Byeon Woo Seok dan IU/ Foto: allkpop

Drama ‘Perfect Crown’ Menuai Banyak Kontroversi Sejarah Tradisi Kerajaan

Selasa, 19 Mei 2026
Grup FANTASY BOY/ Foto: Soompi

FANTASY BOYS Menggungat Kontrak Ekslusif dari PocketDol Studio

Selasa, 18 November 2025
Instalasi Tribute in Light untuk memperingati serangan 11 September 2001 di World Trade Center / Foto : Hindustan Time

Tribute in Light Menyala Guna Memperingati Tragedi 11 /9

Kamis, 11 September 2025
NCT Dream / Foto : allkpop

NCT Dream Menang Mengalahkan BLACKPINK dalam Program Music Bank

Jumat, 25 Juli 2025
Aktual.co.id

Aktual.co.id adalah portal berita berbasis big data dan analisis digital terdepan di Indonesia yang berada di bawah naungan ASIGTA Group.

  • Redaksi
  • Tentang
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Beranda
  • Indeks
  • Big Data
  • Mental Health
  • Pakar Menulis
  • Viral

Follow Us

Copyright 2025 – Aktual.co.id