Aktual.co.id – Pria bernama lengkap Muhammad Elham Yahya Luqman ini lahir di Tarokan, Kediri, Jawa Timur, pada 8 Juli 2001.
Mengutip dari ANTARA, dirinya merupakan putra dari pasangan KH. Luqman Arifin Dhofir dan Hj. Ernisa Zulfa Al Hafidz, pengasuh Pondok Pesantren Al Ikhlas 1 Kediri. Dia pun memiliki kakak laki-laki bernama Gus Agung.
Dari garis keluarganya, Gus Elham merupakan cucu dari ulama ternama Jawa Timur sekaligus pendiri Pondok Al Ikhlas Kaliboto, KH. Mudhofir Ilyas. Berasal dari keluarga pesantren, membuat Elham tumbuh dalam lingkungan religius yang kental dengan tradisi keilmuan Islam.
Nama Gus Elham viral setelah beredar video di media sosial saat mencium anak kecil dengan cara dikokop. BUkan itu saja, dia bersalaman dengan jamaah perempuan dengan cara langsung beresentuhan.
Bagi Sebagian kalangan cara ini berlebihan sehingga memicu berbagai pandangan terkait hal ini. Kementrian Agama melalui Wakil Menteri Agama Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafii memberikan respon atas pertanyaan awak media terkait video viral Gus Elha, yang tampak beberapa kali mencium anak kecil perempuan.
“Kita sepakat dengan publik, bahwa itu tidak pantas!,” tegas Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafii di Gedung Parlemen DPR/MPR RI, Senayan, Selasa (11/11/2025).
Sejak kecil, Elham menempuh pendidikan di lingkungan pesantren. Setelah lulus sekolah dasar, ia melanjutkan pendidikannya ke Pondok Pesantren Lirboyo, salah satu pesantren besar di Kediri yang juga menjadi tempat ayah dan kakeknya menimba ilmu agama.
Dari Lirboyo, Gus Elham mendapatkan dasar keilmuan dan semangat dakwah, yang membentuk dirinya sebagai pendakwah muda saat ini. Meski belum banyak informasi mengenai pendidikan formal lanjutan yang ditempuhnya, Gus Elham dikenal sebagai sosok yang terus mengasah kemampuan berdakwahnya di tengah masyarakat.
Meski pernah diundang ke berbagai daerah, Gus Elham lebih memilih mengabdi di kampung halamannya di Kediri. Ia menganggap tanah kelahirannya yang membentuk dirinya hingga seperti sekarang, sehingga sudah sepatutnya ia berkontribusi untuk masyarakat setempat lebih dulu.
Seperti pada momen Ramadhan tahun 2024, ia pernah menolak sejumlah undangan ceramah luar daerah demi mengajar santri di pondoknya. Bagi Gus Elham, dakwah tidak selalu harus dilakukan dari atas mimbar saja, namun juga bisa melalui pendampingan, pengajaran, dan keteladanan kepada murid-muridnya secara langsung.
Selain itu, sebagai bentuk pengabdian, Gus Elham mendirikan Pondok Pesantren Al Ikhlas 2 di Desa Kaliboto, Tarokan, yang merupakan cabang dari pondok pesantren yang diasuh ayahnya. (ndi/ANTARA)
