Aktual.co.id – Gagasan Hari Bumi awalnya lahir pada tahun 1969, ketika seorang Senator AS bernama Gaylord Nelson menyaksikan dampak tumpahan minyak besar-besaran di Santa Barbara, California.
Ia menyerukan kepada seluruh warga Amerika mengambil sikap demi lingkungan pada tahun 1970, dan ribuan perguruan tinggi dan universitas di seluruh Amerika Serikat menyelenggarakan protes untuk Bumi yang sehat dan berkelanjutan.
Ini termasuk polusi udara dari pabrik dan jalan raya, serta hilangnya habitat hewan dan kepunahan hewan. Karena aksi unjuk rasa nasional ini, Hari Bumi membantu menciptakan Badan Perlindungan Lingkungan dan undang-undang tentang Udara Bersih, Air Bersih, dan Spesies Terancam Punah.
Meningkatnya bencana alam, cuaca ekstrem, dan kenaikan suhu global tampak mustahil bagi satu manusia, apalagi jutaan atau bahkan miliaran manusia, untuk memperlambat atau menghentikannya.
Telah dilaporkan bahwa terumbu karang mati, melihat gambar hewan di darat dan di laut dengan sampah di perut atau di sekitar tubuhnya, dan pabrik-pabrik perusahaan besar di seluruh dunia terus mencemari udara dan ruang hidup.
Tetapi tindakan kecil, seperti memungut sampah di trotoar yang mungkin akan berakhir di leher hewan atau di laut, tetap memberikan dampak — sebuah langkah ke arah benar, dan perubahan penting. (ndi/national today)
