• Indeks
Aktual.co.id
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Reading: Jepang Pernah Keliru Memprediksi Tsunami pada Bencana Tahun 2011
Share
Aktual.co.idAktual.co.id
Search
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2025 - Aktual.co.id
Pemerintahan

Jepang Pernah Keliru Memprediksi Tsunami pada Bencana Tahun 2011

Redaktur III Kamis, 6 Agustus 2026
Share
3 Min Read
Tsunami yang menghantam pesisir Jepang / Foto: Ist
Tsunami yang menghantam pesisir Jepang / Foto: Ist

Aktual.co.id – Gempa megathrust berkekuata magnitude 9 menggunjang Jepang pada 11 Maret 2011. Gempa tersebut memicu tsunami yang menghantam pesisir dalam beberapa menit hingga menyebabkan 18.500 orang meninggal dunia.

Menurut Encyclopaedia Britannica menyebutkan jika bencana tersebut menghasilkan tsunami setinggi 40 meter dengan kecepatan 700 km per jam.

Dampak bencana tsunami tersebut sekitar 10.800 orang dilaporkan hilang dan lebih dari 4.000 lainnya mengalami luka-luka.

Bencana semakin parah ketika pemerintah Jepang mengumumkan jika terjadi kebocoran reactor nuklir Fukushima sehingga menyebabkan paparan radiasi yang memaksa ribuan warga mengungsi.

Pasca kejadian terebut, saat ini terungkap bahwa ada kendala dalam memprediksi bencana tsunami oleh teknologi peringatan dini Jepang.

Baca Juga:  Tiongkok Status Siaga Topan Dolphin Hampir 100 Ribu Warga Dievakuasi

Setelah gempa terjadi, otoritas mengeluarkan peringatan dini yang memperkirakan tinggi tsunami sekitar tiga meter, sementara gelombang yang datang di sejumlah wilayah mencapai puluhan meter.

Salah seorang warga Fukushima, Ryo Kanouya, menceritakan pengalamannya saat berada di kantor ketika gempa terjadi.

Menurutnya, suasana berubah setelah telepon seluler para pegawai berbunyi bersamaan sesaat sebelum guncangan besar dirasakan.

“Saat kami berusaha menenangkan diri dari gempa besar itu, peringatan tsunami dikeluarkan,” ungkap Ryo kepada National Geographic.

Setelah menerima informasi  potensi tsunami setinggi tiga meter, perusahaan tempatnya bekerja menginstruksikan karyawan untuk pulang dan membantu proses evakuasi.

Kejadian tesebut memaksa Ryo kembali ke rumah berada sekitar satu kilometer dari garis pantai. Sesampai di rumah, keluarganya sempat mengira ancaman tsunami telah berlalu karena air laut belum menunjukkan tanda-tanda naik.

Baca Juga:  Sapi Kurban Prabowo Mendadak Mati. Publik Memposting Tentang Keracunan MBG

Namun, kondisi berubah dalam waktu singkat ketika gelombang besar menghantam kawasan tempat tinggal mereka. Dikatakan oleh Ryo bahwa air laut bergerak cepat hingga menghancurkan rumahnya.

Ia terseret arus dan sempat kehilangan harapan untuk bertahan hidup. “Lebih baik saya menghembuskan udara yang tersisa di paru-paru saya untuk mati,” kenang Ryo menggambarkan detik-detik saat ia hampir menyerah.

Dalam kondisi tersebut, Ryo berhasil menyelamatkan diri dengan berpegangan pada sebuah lemari kayu yang mengapung hingga permukaan air mulai surut.

“Saya pun menunggu sampai permukaan air surut, perlahan-lahan turun saat air surut sampai saya kembali menginjak tanah,” terangnya.

Baca Juga:  MenpanRB Menerbitkan SE untuk Pelayanan Publik Selama Libur Nataru 2025

Setelah berhasil mencapai daratan, Ryo mendapati kawasan tempat tinggalnya luluh lantak akibat terjangan tsunami.

Ia selamat tanpa mengalami luka fisik serius dan mengetahui bahwa ayah, ibu, serta saudara perempuannya juga berhasil bertahan hidup.

Bencana tersebut meninggalkan duka mendalam bagi keluarganya. Nenek Ryo dinyatakan hilang menjadi salah satu korban yang tersapu gelombang tsunami. Hingga kini, jasadnya tidak pernah ditemukan. (ndi)

SHARE
Tag :Gempa bumiJepangMegathrustTsunami
Ad imageAd image

Berita Aktual

Sirajudin Lasena/ Foto: Ist
KPK Menyita Uang Tunai dalam OTT Bupati Bolaang Mongondow Utara Sirajudin Lasena
Senin, 21 September 2026
Sirajudin Lasena/ Foto: ANTARA
KPK Melakukan OTT Bupati Bolaang Mongondow Utara Sirajudin Lasena
Senin, 21 September 2026
Robot humanoid Unitree bermain tenis meja di Konferensi Robotika Dunia 2026 di Beijing, Tiongkok/ Foto: Reuters
Permintaan Produksi Robot Humanoid Meningkat di Tahun 2026
Senin, 21 September 2026
KPK usai melakukan penggeledahan di rumah Dirjen Pengendalian dan Penertiban ATR/BPN Lampri di Bekasi/ Foto: ANTARA
KPK Menggeledah Kantor Summarecon Agung di Kabupaten Bogor
Senin, 21 September 2026
Mike Waltz / Foto: Anadolu
Dubes AS untuk PBB Waltz Mengatakan Membuka Pintu Perundingan untuk Iran
Senin, 21 September 2026

Mental Health

Ilustrasi peduli terhadap kasus bunuh diri/ Foto: Freepik

Pencegahan Bunuh Diri Menekan Angka Kematian Akibat Bunuh Diri di Dunia

Ilustrasi olah raga/ Foto: psypost

Studi Menjelaskan Olah Raga Mampu Meredam Gangguan Depresi

Joe Biden/ Foto: capture ANTARA

Hunter Biden: Kanker Prostat Joe Biden Menyebar ke Tulang

Ilustrasi nyeri kepala/ Foto: freepik

Mengenali Nyeri Kepala yang Sering Diderita oleh Setiap Orang

Ad imageAd image

TRENDING NEWS

Prabowo Teriakkan Free Palestine dalam Kesyukuran 100 Tahun Ponpes Darussalam Gontor Ponorogo

Sebelum Diluncurkan Berikut Kemampuan Samsung Galaxy S27 Pro dan Galaxy S27 Ultra

Muncul Asus Googlebook dengan Serangkian Gambar Jelang Peluncuran

Selebgram Jule Tertangkap Polisi Terkait Penggunaan Etomidate pada Vape

Andre Taulany dan Amanda Rigby Melangsungkan Pernikahan Secara Private

More News

Pita merah peduli HIV/ Foto: Freepik

Dinkes Sidoarjo Memperluas Skrining untuk Deteksi Dini Penyebaran HIV

Kamis, 23 Juli 2026
Ilustrasi seismograph / Foto : wikipedia

Gempa Dangkal 4,7 Magnitudo Terjadi di Kabupaten Bandung, Jawa Barat

Rabu, 13 Agustus 2025
Gedung ambruk di Ponpes Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo / Foto: courtesy Suara Surabaya

Biaya Perawatan Santri Korban Gedung Roboh Ditanggung Pemerintah

Selasa, 30 September 2025
Pesawat Air India / Foto : IG

Keluarga Korban Kecelakaan Air India Minta Transparansi Penyebab Kecelakaan

Minggu, 13 Juli 2025
Aktual.co.id

Aktual.co.id adalah portal berita berbasis big data dan analisis digital terdepan di Indonesia yang berada di bawah naungan ASIGTA Group.

  • Redaksi
  • Tentang
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Beranda
  • Indeks
  • Big Data
  • Mental Health
  • Pakar Menulis
  • Viral

Follow Us

Copyright 2025 – Aktual.co.id