Aktual.co.id – Presiden Kolombia Abelardo de la Espriella, dalam sebuah pernyataan dari Istana San Carlos di ibu kota Bogota, memberikan informasi terbaru mengenai gempa bumi tersebut.
De la Espriella menekankan bahwa jumlah korban tewas akibat bencana tersebut telah meningkat menjadi 265 orang, menambahkan bahwa 3.494 orang terluka dan 496 orang hilang.
De la Espriella menyatakan bahwa 52.816 orang terdampak gempa bumi, dan siaga merah masih berlaku di kota-kota Cali, Pereira, Quibdo, Manizales, dan Armenia.
Sementara itu, Institut Nasional Kedokteran Forensik dan Ilmu Forensik mengumumkan dalam buletin terbarunya bahwa 122 dari 202 jenazah yang dibawa dari kota-kota seperti Manizales, Pereira, Cali, Buga, Tulua, Buenaventura, dan Quibdo telah diidentifikasi.
Dilaporkan bahwa masa berkabung nasional selama tiga hari telah diumumkan untuk mereka yang kehilangan nyawa dalam gempa bumi berkek magnitude 7,4 yang melanda negara itu pada tanggal 10 Agustus.
Presiden De la Espriella, berbicara di Pereira, kota dengan jumlah korban jiwa tertinggi akibat gempa bumi, mengatakan keluarga yang kehilangan rumah akibat gempa yang melanda berbagai wilayah negara itu akan diberikan bantuan sewa. (ndi/Anadolu)