Aktual.co.id – Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3A-PPKB) Kota Surabaya berkolaborasi dengan 15 Perguruan Tinggi, termasuk UPN “Veteran” Jawa Timur, menggelar Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH) secara serentak di 154 kelurahan. Program ini diikuti 4.426 peserta KB Aktif yang memiliki balita usia 3-4 tahun.
Dari UPN Veteran Jatim sendiri, mahasiswa yang diterjunkan sebagai fasilitator 10 orang berasal dari Laboratorium Cyber PR Prodi Ilmu Komunikasi dan 10 orang dari Program Studi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis.
Fokus utama SOTH tahun ini adalah penguatan pola asuh di masa golden age. Di usia 3-4 tahun, anak berada pada fase meniru sempurna. Apa yang dilakukan orang tua, akan diduplikasi sepenuhnya oleh anak, terutama dalam penggunaan gadget.
Dosen Pendamping dari Prodi Ilmu Komunikasi UPN Veteran Jawa Timur, Ibu Dra. Dyva Claretta, M.Si., menegaskan bahwa peran orang tua sangat sentral dalam pembentukan konsep diri anak di era digital.
“Orang tua punya peran penting dalam pembentukan konsep diri anak. Pada usia golden age ini, anak akan merekam dan menduplikasi semua perilaku orang tuanya. Ketika gadget digunakan untuk hal-hal negatif tanpa pengawasan, maka tanpa sadar orang tua sedang membantu membentuk portofolio digital yang merugikan bagi anak di media sosial,” ujar Ibu Dyva.
Ia menambahkan, edukasi jejak digital sejak dini menjadi krusial karena dunia kerja saat ini telah berubah. Padahal dunia kerja saat ini, gerbang utama untuk melihat calon pekerjanya adalah melalui media sosial mereka. Rekam jejak digital anak yang terbentuk sejak balita karena pola asuh yang salah, akan terbawa sampai mereka dewasa.
“Inilah yang kami edukasikan di SOTH, agar orang tua mengajarkan dampak media, bukan hanya memberikan gadget sebagai alat pengasuh,” jelasnya.
Kepala DP3A-PPKB Kota Surabaya, Dra Ida Widayati, MM mengapresiasi keterlibatan mahasiswa UPN Veteran Jatim. Menurutnya, pendekatan komunikasi yang dilakukan mahasiswa dari Lab.Cyber PR mampu membuat materi literasi digital lebih komunikatif dan mudah diterima oleh ibu-ibu peserta SOTH.
Melalui SOTH, orang tua tidak hanya mendapatkan materi tentang 1000 Hari Pertama Kehidupan dan gizi anti-stunting, tetapi juga praktik langsung tentang manajemen waktu layar (screen time), pendampingan anak saat bermedia, serta pembentukan portofolio positif anak di ruang digital.
Program yang menyasar ribuan keluarga KB Aktif ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan keluarga dan mendukung Surabaya sebagai Kota Layak Anak yang cerdas secara digital. (Penulis: Dyva Claretta/Dosen Ilmu Komunikasi UPN Veteran Jawa Timur)
