• Indeks
Aktual.co.id
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Reading: Peneliti Masih Mencari Penyebab Pendeknya Waktu di Bumi
Share
Aktual.co.idAktual.co.id
Search
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2025 - Aktual.co.id
Viral

Peneliti Masih Mencari Penyebab Pendeknya Waktu di Bumi

Redaktur III Selasa, 5 Agustus 2025
Share
3 Min Read
Penampakan bumi dan planet di luar angkasa / Foto : freepik
Penampakan bumi dan planet di luar angkasa / Foto : freepik

Aktual.co.id – Pada hari Selasa, 5 Agustus 2025, matahari dan bumi akan sedikit lebih pendek dari biasanya, yaitu 24 jam, menjadikan tidak hanya salah satu hari terpendek di tahun 2025, tetapi juga sejak pencatatan dimulai.

Berdasarkan rilis dari space, sebuah situs tentang antariksa menyebutkan, para peneliti ruang angkasa tengah mencari alasan dibalik pecepatan waktu yang ada di bumi.

Ini bukan kali pertama terjadi pelambatan waktu di bumi pada Selasa 5 Agustus 2025, sebelumnya waktu tercepat pada tanggal 9 Juli : 1,23 milidetik kurang dari 24 jam, 22 Juli : 1,36 milidetik, dan 5 Agustus 2025 : 1,25 milidetik.

Baca Juga:  Lady Gaga Borong Penghargaan Sebagai Artis Terbaik 2025

Namun, yang terpendek adalah 1,66 milidetik kurang dari 24 jam pada 5 Juli 2024 lalu. Meski tidak terasa bagi penghuni bumi, kelangkaan ini tetap menjadi perhatian bagi para peneliti.

Menurut EarthSky para peneliti periode rotasi bumi yang sebenarnya, satu putaran penuh 360 derajat terhadap bintang-bintang di latar belakang berlangsung selama 23 jam, 56 menit, dan 4,1 detik.

Hal ini disebut hari sideris dimana bintang dan planet tampak terbit di timur sekitar empat menit lebih awal setiap hari. Dan mengapa langit malam berubah seiring musim. Lagipula, Bumi bergerak di sepanjang jalur orbitnya mengelilingi matahari saat berotasi.

Baca Juga:  Matahari Meletuskan Suar yang Diperdiksi Mempengaruhi Radio di Bumi

Namun, hari 24 jam yang dijalani adalah hari matahari, yang diukur bukan bintang-bintang, melainkan terhadap satu bintang yakni matahari.

Oleh karena itu, satu hari diukur dari siang hingga siang, sama dengan 24 jam, atau 86.400 detik. Pengukuran itulah yang tampaknya secara misterius lebih pendek dari seharusnya.

Demikian pula, posisi bulan yang tepat membantu para ilmuwan menentukan tanggal 9 Juli, 22 Juli, dan 5 Agustus sebagai hari-hari di mana bumi akan mengalami hari matahari yang lebih cepat.

Pada ketiga tanggal tersebut, variasi posisi bulan relatif terhadap ekuator Bumi, terutama deklinasinya, dapat memengaruhi gaya pasang surut yang secara halus memengaruhi laju rotasi Bumi.

Baca Juga:  Peneliti Terus Melakukan Pengamatan Badai Matahari 16 Maret 2026

Jika bulan menyebabkan fluktuasi jangka pendek dalam kecepatan rotasi bumi, alasan mendasar di balik peningkatan kecepatan rotasinya dalam beberapa tahun terakhir masih kurang dipahami.

Meskipun pemanasan global diduga berpengaruh, akar penyebab percepatan ini kemungkinan besar adalah rotasi inti cair Bumi yang lebih lambat yang menyebabkan bagian lain planet berputar lebih cepat.

Menurut para peneliti, jika hal ini terus berlanjut maka aka nada perubahan kalender serta waktu pada tahun 2029 yang disebut detik kabisat negative untuk kali pertamanya. (ndi)

SHARE
Tag :BumiLuar AngkasamatahariWaktu terpendek
Ad imageAd image

Berita Aktual

Rekaman CCTV yang dirilis Kementerian Media Arab Saudi menunjukkan penumpang di Bandara King Khalid di Riyadh saat serangan terjadi/ Foto: Kementerian Media Saudi
Arab Saudi Menangguhkan Penerbangan Setelah Serangan Houthi di Bandara.
Senin, 12 Oktober 2026
Asap dan kobaran api membubung dari Bandara King Khalid setelah pemberontak Houthi mengaku bertanggung jawab atas serangan di bandara di Riyadh, Arab Saudi, pada 8 Oktober/ Foto: vietnam
Tiga Negara Mengeluarkan Bersama Mengutuk Serangan Houthi
Senin, 12 Oktober 2026
Para pejuang Houthi di Sanaa, Yaman/ Foto: AFP
Arab Saudi Menyatakan Tidak Menyetujui Gencatan Senjata dengan Pasukan Houthi
Jumat, 9 Oktober 2026
Penampakan erupsi Gunung Anak Krakatau/ Foto: ANTARA
Gunung Anak Krakatau Erupsi Meluncurkan Abu Setinggi 250 Meter
Jumat, 9 Oktober 2026
Febria Ardiansyah/ Foto: ANTARA
JPU Mendakwa Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Melakukan Pemerasan
Rabu, 7 Oktober 2026

Mental Health

Ilustrasi peduli terhadap kasus bunuh diri/ Foto: Freepik

Pencegahan Bunuh Diri Menekan Angka Kematian Akibat Bunuh Diri di Dunia

Ilustrasi olah raga/ Foto: psypost

Studi Menjelaskan Olah Raga Mampu Meredam Gangguan Depresi

Joe Biden/ Foto: capture ANTARA

Hunter Biden: Kanker Prostat Joe Biden Menyebar ke Tulang

Ilustrasi nyeri kepala/ Foto: freepik

Mengenali Nyeri Kepala yang Sering Diderita oleh Setiap Orang

Ad imageAd image

TRENDING NEWS

Tiga Negara Mengeluarkan Bersama Mengutuk Serangan Houthi

Arab Saudi Menangguhkan Penerbangan Setelah Serangan Houthi di Bandara.

More News

Tangkapan video tentangtagar Teriak Aja di media sosial / Foto : X

Lelah Rutinitas Pekerjaan dan Lingkungan Toxic, Publik Ramai-Ramai Posting #TeriakAja

Jumat, 4 Juli 2025
Penampakan tambang nikel di Raja Ampat yang beredar di Medsos / Foto : X

Menteri ESDM Minta Evaluasi Lima Tambang di Raja Ampat

Minggu, 8 Juni 2025
Ilustrasi media sosial/ Foto: freepik

Hari Media Sosial Mengingatkan Platform Bisa Menyatukan Orang Seluruh Dunia

Selasa, 30 Juni 2026
Ilustrasi Polisi Korea Selatan / Foto : net

Polisi Korsel Menyelidiki Artis yang Meresepkan Obat Psikotropika Lewat Manajernya

Kamis, 28 Agustus 2025
Aktual.co.id

Aktual.co.id adalah portal berita berbasis big data dan analisis digital terdepan di Indonesia yang berada di bawah naungan ASIGTA Group.

  • Redaksi
  • Tentang
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Beranda
  • Indeks
  • Big Data
  • Mental Health
  • Pakar Menulis
  • Viral

Follow Us

Copyright 2025 – Aktual.co.id