Aktual.co.id – Nyamuk, serangga penghisap darah kecil, bertanggung jawab atas penularan penyakit serius seperti malaria dan demam berdarah.
Tanpa vaksin yang tersedia saat ini, malaria salah satu penyakit kuno yang menjangkiti manusia sejak awal pertanian dan peradaban modern, tetap menjadi ancaman mematikan bagi manusia di seluruh dunia.
Disebabkan oleh parasit Plasmodium, malaria muncul dalam teks-teks sejarah sejak milenium pertama SM. Bahkan, jejak pertama parasit malaria ditemukan pada sisa-sisa nyamuk yang berusia lebih dari 30 juta tahun!
Malaria telah menyerang setiap benua kecuali Antartika, dan masih menjadi masalah yang meluas di berbagai belahan dunia seperti Afrika Sub-Sahara, Asia Selatan, dan Karibia. Lebih dari 200 juta orang masih terjangkit malaria setiap tahun. Pada tahun 2010, 90% kematian akibat malaria terjadi di Afrika.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan kekhawatiran tentang malaria yang resistan terhadap obat, yang dapat menghambat upaya mengurangi penyebaran penyakit ini.
Menurut catatan National Today, Hari Nyamuk Sedunia memperingati tanggal ketika Sir Ronald Ross, seorang ahli bedah tentara Inggris yang bertugas di India, membuktikan bahwa nyamuk menularkan malaria dengan mengidentifikasi parasit malaria berpigmen pada nyamuk yang menghisap darah pasien yang terinfeksi.
Penemuan ini merevolusi pengetahuan kita tentang penyakit ini dan mendorong lahirnya langkah-langkah pencegahan baru. Ross memenangkan Hadiah Nobel untuk Fisiologi atau Kedokteran pada tahun 1902.
Ross mendeklarasikan Hari Nyamuk Sedunia pertama saat itu dan menyatakan bahwa dunia harus disadarkan akan hubungan antara nyamuk dan malaria.
Meskipun pemahaman yang lebih baik tentang penyakit ini telah menghasilkan langkah-langkah pencegahan dan pengobatan yang lebih inovatif, vaksin malaria masih sulit ditemukan. (ndi/nationaltoday)
