Aktual.co.id – Viral di media sosial seoang wanita berhijab berpamitan kepada keluarga di bandara untuk kembali ke Amerika Serikat untuk bergabung menjadi tentara di negeri paman sam tersebut.
Dalam keterangannya di sebuah akun media sosial, Syifa mengatakan jika menjadi tentara di Indonesia lebih sulit karena mengeluarkan banyak biaya.
“Banyak yang tahu menjadi tentara di Indonesia lebih sulit karena mengeluarkan sejumlah biaya. Sementara menjadi tentara di Amerika Serikat lebih menjanjikan termasuk di bidang karir,” katanya.
Dikatakan, meski sudah menjadi warga negara Amerika Serikat, kelak dirinya tetap berharap bisa menjadi Warga Negara Indonesia kembali apabila masa kerja menjadi tentara di Amerika telah berakhir.

“Tetap berharap bisa menjadi warga Indonesia kembali dan bisa kembali ke Indonesia seperti sedia kala,” katanya.
Postingan terkait tentara AS bernama Syifa ini pun mendapat banyak pandangan dari berbagai kalangan, termasuk dugaan video statement tersebut produk Artificial Intelegent (AI).
Mengutip dari wargajakarta.id, video tersebut menampilkan perempuan berhijab yang mengaku sebagai Warga Negara Indonesia (WNI) dan memilih menjadi tentara Amerika Serikat dibandingkan Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Pada slide pertama video, perempuan tersebut menyampaikan sejumlah alasan atas keputusannya.
Ia menyebut proses menjadi tentara di Indonesia sulit dan membutuhkan biaya besar, serta menilai penghasilan dan jenjang karier di Amerika Serikat lebih menjanjikan.
“Alasan saya memilih menjadi tentara Amerika karena proses di Indonesia dinilai sulit dan membutuhkan biaya besar, sementara penghasilan dan jenjang karier di Amerika lebih jelas,” ujar perempuan tersebut dalam video.

Selain itu, ia mengaku tertarik dengan tantangan dan kesempatan untuk terus belajar, meski harus kehilangan status kewarganegaraan Indonesia.
“Saya menyukai tantangan dan ingin terus belajar hal-hal baru. Meski status WNI saya dicabut, saya berharap suatu hari bisa kembali ke Indonesia sebagai warga sipil,” lanjutnya.
Namun, setelah dilakukan penelusuran melalui sejumlah situs pendeteksi konten kecerdasan buatan (AI), diketahui bahwa video tersebut merupakan hasil manipulasi AI dan tidak mencerminkan peristiwa nyata.
Ironisnya, video yang diunggah pada Selasa (20/1/2026) siang itu telah ditonton hampir 500.000 kali dan mendapat 3.364 komentar, serta banyak dipercaya oleh masyarakat.
Sementara itu, pada slide kedua yang diunggah Tim @wargajakarta.id, ditampilkan video yang benar-benar terjadi di dunia nyata, yakni seorang perempuan Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi anggota tentara Amerika Serikat.
Peristiwa tersebut diketahui dari video yang ramai beredar di media sosial, memperlihatkan kedua orang tua WNI mengantarkan anaknya untuk berdinas di kesatuan tentara Amerika Serikat.
Dalam akun tersebut memberi pesan agar netizen berhati – hati bahwa konten tersebut bisa mengarah pada AI dan bukan statement murni dari syifa. (ndi/Instagram)
