Aktual.co.id – Hanya beberapa jam setelah penembakan mengerikan di sebuah sekolah di pinggiran Bangkok, Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul berjanji memperkenalkan undang-undang pengendalian senjata api di negara tersebut.
Anutin, yang sebagai Menteri Dalam Negeri telah memperketat undang-undang pengendalian senjata api, mengumumkan bahwa ia akan mengajukan rancangan undang-undang pembatasan kepemilikan senjata api.
“Undang-undang baru ini akan mengizinkan pejabat pemerintah yang sedang bertugas untuk membawa senjata,” kata Anutin kepada wartawan pada 7 Agustus.
Tetapi dirinya tidak memberikan rincian spesifik tentang RUU tersebut, khususnya apakah itu akan memperketat peraturan kepemilikan senjata api.
Menurut peraturan Thailand, ada berbagai jenis izin kepemilikan dan membawa senjata api.
Dalam insiden pada 7 Agustus, seorang remaja Thailand menembak kakek dan neneknya sebelum membunuh guru dan teman sekelasnya, lalu bunuh diri.
Menurut perkiraan dari Small Arms Survey tahun 2017, terdapat sekitar 10,3 juta senjata api yang dimiliki oleh warga sipil di Thailand, yang setara dengan sekitar 15 senjata api per 100 penduduk. Lebih dari 6 juta senjata tersebut terdaftar, sementara 4 juta lainnya tidak terdaftar. (ndi/vtn)
