Aktual.co.id – Turki, Mesir, Pakistan, dan Arab Saudi mengeluarkan pernyataan bersama mengutuk serangan Houthi di Yaman terhadap Arab Saudi dan menuntut penghentian serangan tersebut secara segera dan tanpa syarat.
Menurut kantor berita Anadolu , keempat negara tersebut mengeluarkan pernyataan bersama yang mengutuk keras tindakan permusuhan oleh pasukan Houthi terhadap Arab Saudi, yang mengakibatkan korban jiwa di kalangan warga sipil.
Pernyataan tersebut menekankan tindakan-tindakan ini pelanggaran terhadap hukum internasional dan memperingatkan ini adalah eskalasi berbahaya yang mengancam keamanan dan stabilitas Arab Saudi.
Negara-negara tersebut menegaskan serangan udara tidak dapat dibenarkan atau diterima dalam keadaan apa pun, sekaligus menegaskan solidaritas terhadap Arab Saudi dan dukungan terhadap langkah-langkah sah yang diambil Riyadh melawan serangan dan mencegah ancaman lebih lanjut.
Pernyataan itu menugaskan tanggung jawab penuh atas konsekuensi serangan dan dampaknya terhadap perdamaian dan keamanan regional dan internasional kepada pasukan Houthi.
Langkah ini diambil para pejabat Saudi yang mengumumkan jumlah korban tewas akibat serangan di Bandara Internasional King Khalid pada 10 Oktober telah meningkat menjadi 13 orang, dengan 309 orang terluka.
Pada tanggal 11 Oktober, serangan terjadi di bandara, menewaskan satu orang dan melukai sebelas lainnya. Korban tewas adalah warga negara Pakistan yang tinggal di Arab Saudi.
Pernyataan bersama muncul meningkatnya kerja sama pertahanan antara Turki, Pakistan, dan Arab Saudi. Ketiga negara tersebut menandatangani pakta pertahanan bersama dengan Riyadh pada bulan Agustus, yang disebut Perjanjian Mekah, yang menilai serangan satu pihak dianggap serangan semua.
Serangan Houthi terhadap Arab Saudi telah tekanan pada mitra regional untuk memperkuat pertahanan Saudi tanpa meningkatkan konflik.
Pekan lalu, berbagai negara mengumumkan sepakat menerapkan komitmen pertahanan kolektif guna memastikan pengerahan cepat pasukan dan kemampuan yang diperlukan ke Arab Saudi.
Tantangan bagi Ankara dan Islamabad adalah menerjemahkan komitmen politik menjadi dukungan praktis tanpa secara langsung berpartisipasi dalam operasi ofensif terhadap pasukan Houthi. (vn/ndi)
