Aktual.co.id – Kantor berita Tasnim, mengutip kantor pers militer Iran, melaporkan bahwa sebuah drone LUCAS buatan AS dihancurkan oleh sistem pertahanan udara terpadu negara tersebut. Meski rincian lebih lanjut mengenai waktu pasti kejadian dan misi drone tersebut belum dirilis.
Pesawat tanpa awak Low-Cost Unmanned Combat Attack System (LUCAS) adalah produk dari SpektreWorks di Arizona, AS, dan diperkenalkan pada Juli 2025.
Pesawat tanpa awak ini berharga sekitar US$35.000 (Rp633 juta) per unit, menjadikannya jauh lebih murah daripada MQ-9 Reaper, yang harganya antara US$20 (Rp361 miliar) dan US$40 juta (Rp723 miliar). Meskipun demikian, pesawat ini dapat digunakan kembali dan memiliki teknologi yang jauh lebih canggih.
Menurut Anadolu News, insiden tersebut terjadi setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan pada 24 Oktober bahwa Washington dapat menyerang Iran paling cepat pada hari Minggu 25 Oktober atau mencapai kesepakatan yang “hebat dan indah” dengan Teheran.
Sementara pada saat yang sama beredar laporan bahwa ia mempertimbangkan melanjutkan serangan terhadap negara tersebut.
Konfrontasi antara Washington dan Teheran meningkat setelah AS dan Israel melancarkan serangan udara terhadap Iran pada akhir Februari, yang memicu konflik regional yang lebih luas.
Meskipun ada gencatan senjata dan kesepakatan menyelesaikan perjanjian perdamaian, situasi tetap belum terselesaikan. (ndi/vn)
