Aktual.co.id – Pusat kekuatan K-pop global ENHYPEN, bekerja sama dengan agensi Belift Lab, mengumumkan donasi sebesar 100 juta won (Rp 1 miliar) untuk mendukung upaya bantuan banjir di Filipina.
“Kami menyadari banjir parah baru-baru ini yang berdampak pada banyak komunitas di Filipina, negara yang telah lama dekat di hati kami,” ujar ENHYPEN melalui siaran pers.
Belift Lab, anak perusahaan HYBE Labels, mengatakan kepada The Korea Times bahwa donasi tersebut terutama akan digunakan untuk upaya bantuan banjir di berbagai komunitas di provinsi Bulacan, Filipina utara, salah satu daerah yang paling parah terkena dampak selama musim topan.
“Bulacan juga memiliki tempat khusus dalam sejarah grup ini,” ujar Belift Lab. Pada bulan Maret, ENHYPEN menggelar salah satu konser stadion besar pertama mereka di Asia Tenggara sebagai bagian dari tur dunia “WALK THE LINE” di Stadion Olahraga Filipina di Bulacan.
Grup ini juga merupakan salah satu band terpopuler di Filipina, dan berhasil meraih status duta merek lokal ternama. “Kami ingin memberikan dukungan, meskipun kecil, dengan tulus berharap sumbangan tersebut dapat digunakan untuk membantu yang membutuhkan dan mendukung upaya pemulihan yang sedang berlangsung. Hati kami bersama komunitas lokal dan para penggemar selama masa sulit ini,” tambah grup tersebut.
Belift Lab mengatakan donasi ini bertujuan untuk memberikan bantuan kepada warga yang terdampak banjir parah baru-baru ini, membantu inisiatif pemulihan dan upaya pembangunan kembali masyarakat.
“Filipina adalah tempat ENHYPEN menggelar konser stadion pertama mereka di Asia Tenggara, dan tetap menjadi tempat yang sangat berarti bagi grup dan tim kami. Kami berharap donasi kami dapat memberikan bantuan yang berarti bagi mereka yang terdampak banjir baru-baru ini,” ujar agensi tersebut.
Donasi tersebut akan disalurkan melalui lembaga swadaya masyarakat Hope Bridge Korea Disaster Relief Association, bermitra dengan Philippine Disaster Resilience Foundation, koordinator sektor swasta utama negara itu untuk manajemen bencana.
Filipina saat ini berada dalam status bencana nasional dengan beberapa topan yang menyebabkan banjir parah dalam beberapa bulan terakhir, menyebabkan jutaan orang mengungsi. (ndi/Koreantimes)
