Aktual.co.id – Peradaban telah menyadari keberadaan ginjal dalam tubuh manusia bahkan sebelum ilmu pengetahuan mencapai status seperti sekarang ini.
Menurut Profesor Garabed Eknoyan, organ ini mewakili emosi, keinginan, dan kebijaksanaan. Papirus Ebers Mesir berisi deskripsi kuno tentang ginjal.
Georg Ebers, seorang ahli Mesir Kuno asal Jerman, menemukan catatan ini yang berasal dari tahun 1550 SM. Catatan ini penting karena mencakup pengamatan yang dilakukan oleh para dokter kuno. Yang mengejutkan, catatan ini menyertakan gambar mumi manusia dengan kondisi seperti kista dan batu ginjal.
Penemuan ginjal pada masa yang begitu awal dapat dipahami, mengingat betapa pentingnya organ tersebut dalam fungsi tubuh manusia yang sehat.
Hari Ginjal Sedunia didirikan pada tahun 2006 untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya ginjal. International Society of Nephrology (ISN) dan International Federation of Kidney Foundations (IFKF) berkolaborasi menciptakan yang berfungsi sebagai kampanye global meningkatkan kesadaran pentingnya kesehatan ginjal.
Prevalensi penyakit ginjal dan pentingnya menjaga kesehatan ginjal yang optimal juga menjadi sorotan utaa. Tujuan lain dari hari ini termasuk menekankan pentingnya diabetes dan tekanan darah tinggi sebagai faktor risiko Penyakit Ginjal Kronis (CKD), serta mendorong skrining CKD sistematis pada semua pasien diabetes dan hipertensi.
Pada Hari Ginjal Sedunia, semua pemerintah didorong untuk mengambil tindakan dan berinvestasi dalam pemeriksaan ginjal tambahan, nilai laboratorium, dan tingkat rawat inap, dengan penggantian biaya yang akan terpengaruh secara positif atau negatif jika target tidak tercapai.
Pengembangan protokol oleh perusahaan asuransi dan sistem rumah sakit serta pedoman telah memperkuat penekanan pada data.
Tema tahun ini membingkai ulang perawatan penyakit ginjal sebagai peningkatan hasil sehingga pasien dapat terus berpartisipasi dalam kehidupan mereka.
Tema ini juga menekankan bahwa memenuhi tujuan laboratorium dan mematuhi protokol tidak berarti bahwa pasien dirawat dengan benar. (ndi/national today)
