• Indeks
Aktual.co.id
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Reading: Hujan Ringan dan Lebat Masih Terjadi Periode 12 sd 18 Juni 2026 di Indonesia
Share
Aktual.co.idAktual.co.id
Search
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2025 - Aktual.co.id
Pemerintahan

Hujan Ringan dan Lebat Masih Terjadi Periode 12 sd 18 Juni 2026 di Indonesia

Redaktur III Jumat, 12 Juni 2026
Share
8 Min Read
Ilustrasi hujan dan badai petir/ Foto: Freepik
Ilustrasi hujan dan badai petir/ Foto: Freepik

Aktual.co.id – Sebagian wilayah Indonesia, khususnya bagian selatan, saat ini mengalami musim kemarau yang ditandai pengurangan curah hujan secara signifikan.

Periode ini sering kali berhubungan dengan fenomena penurunan suhu udara yang kerap disebut sebagai bediding. Bediding merujuk pada fenomena suhu udara yang terasa lebih dingin, khususnya pada malam hingga menjelang pagi hari di daerah dataran tinggi.

BMKG mencatat suhu minimum mencapai 9,4°C pada tanggal 7 Juni di wilayah Manggarai NTT dan Tambi Wonosobo yang mencapai 16,9°C pada tanggal 8 Juni 2026.

Kondisi ini dipengaruhi oleh Monsun Australia yang membawa massa udara kering dan dingin, sehingga menyebabkan minimnya tutupan awan dan langit cenderung cerah.

Minimnya tutupan awan tersebut membuat suhu udara pada malam hari terasa lebih dingin, karena panas permukaan bumi yang diserap pada siang hari lebih mudah dilepaskan ke atmosfer pada malam hari.

Meskipun demikian, minimnya pembentukan awan juga menyebabkan radiasi matahari yang mencapai permukaan menjadi lebih optimal pada siang hari, sehingga meningkatkan suhu udara maksimum di beberapa wilayah.

Pada beberapa hari terakhir, suhu maksimum lebih dari 35,0°C tercatat di Aceh, Sumatra Utara, Riau, Banten, DKI Jakarta, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Timur.

Berbeda dengan wilayah Indonesia bagian selatan yang cenderung lebih kering, sebagian wilayah Indonesia bagian utara masih mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga sangat lebat.

Pada 8 – 10 Juni 2026, hujan lebat hingga sangat lebat tercatat di Sumatra Barat (128 mm/hari), Kalimantan Timur (108 mm/hari), Kalimantan Tengah (101 mm/hari), Papua Tengah (94 mm/hari), serta Riau (71 mm/hari).

Analisis dinamika atmosfer menunjukkan adanya aktivitas Gelombang Rossby Ekuatorial di sebagian besar wilayah Sumatra dan Papua, serta Gelombang Kelvin di sebagian Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah.

Baca Juga:  Yudo Margono Meminta Jajarannya Aktif Membangun Ketahanan Pangan di Daerah

Selain itu, sirkulasi siklonik yang terpantau di Samudra Hindia sebelah barat Sumatra turut membentuk pola konvergensi dan belokan angin di sebagian wilayah Sumatra.

Kondisi tersebut menunjukkan dinamika atmosfer regional masih berperan dalam meningkatkan pertumbuhan awan konvektif, sehingga mendukung terjadinya hujan signifikan di wilayah-wilayah terdampak.

Pengamatan hingga akhir Mei 2026, sebanyak 28,6% wilayah Indonesia memasuki musim kemarau, dan diprediksi mengalami peningkatan pada Bulan Juni 2026, dengan sifat hujan musim kemarau yang cenderung dibawah normal.

Kondisi ini didukung indikator El-Niño Southern Oscillation (ENSO) yang diprediksi menunjukkan kecenderungan fase hangat di Samudra Pasifik tropis bagian tengah hingga timur, ditandai dengan indeks Niño 3.4 sebesar +0,81 dan Southern-Oscillation Index (SOI) sebesar -22,3.

Kondisi tersebut mendukung pengurangan potensi hujan di sebagian wilayah Indonesia. Meski demikian, hujan masih tetap berpeluang terjadi karena dinamika atmosfer regional dan faktor lokal masih dapat mendukung pembentukan awan hujan di sejumlah wilayah.

Untuk periode sepekan mendatang, Madden-Jullian Oscillation (MJO) masih diperkirakan berada pada fase 8 hingga 1 atau di wilayah Western Hemisphere-Africa, sehingga pengaruh terhadap Indonesia relatif tidak dominan.

Meski begitu, MJO secara spasial berpotensi aktif dan mempengaruhi sebagian wilayah Indonesia, terutama di Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, hingga Maluku Utara.

Selain itu, Gelombang Kelvin diperkirakan bergerak melintasi sebagian Aceh, Sumatra Utara, Jawa, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara.

Sementara itu, Gelombang Rossby Ekuatorial berpotensi aktif di Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi Tengah, hingga Sulawesi Utara.

Di sisi lain, keberadaan sirkulasi siklonik yang diperkirakan masih bertahan di Samudra Hindia sebelah barat Sumatra Utara serta berpotensi terbentuk di wilayah Kalimantan Tengah dapat memicu terbentuknya pola konvergensi, konfluensi, dan perlambatan angin.

Baca Juga:  Warganet Saling Berbagi Kisah Tentang Gempa yang Ada di Banyuwangi

Kondisi ini berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan di sekitar pesisir barat Sumatra Utara, sebagian Sumatra Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, dan wilayah sekitarnya.

Selain faktor atmosfer regional, potensi pertumbuhan awan konvektif juga didukung oleh kondisi atmosfer yang cukup labil di beberapa wilayah.

Labilitas udara tersebut dapat memperkuat proses konveksi lokal, terutama di Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Sumatra Selatan, Kepulauan Riau, Kepulauan Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Maluku Utara, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua.

Dengan adanya kombinasi antara sinyal MJO, aktivitas gelombang atmosfer, sirkulasi siklonik, serta dukungan labilitas udara lokal, peluang terjadinya hujan masih cukup signifikan di sejumlah wilayah Indonesia, khususnya bagian utara, dalam beberapa hari ke depan.

Periode 12 – 14 Juni 2026 Cuaca di Indonesia didominasi kondisi hujan ringan hingga hujan lebat. Perlu diwaspadai  peningkatan hujan dengan intensitas sedang yang terjadi di Aceh, Sumatera Barat, Riau, Kep. Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, Jakarta, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Tengah, Papua, dan Papua Selatan.

Selain itu, hujan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang dapat terjadi, dengan kategori tingkat peringatan dini dan wilayah potensi kejadian sebagai berikut:

Siaga (hujan lebat – sangat lebat): Sumatra Utara, Kep. Bangka Belitung, Banten, Jawa Barat, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, dan Papua Pegunungan.

Baca Juga:  Ancaman Badai Akan Melanda Warga Chicago di Akhir Pekan

Angin Kencang: Kep. Bangka Belitung, Maluku, Nusa Tenggara Timur, Bali, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, dan Papua Selatan.

Periode 15 – 18 Juni 2026 Cuaca di Indonesia umumnya didominasi oleh kondisi hujan ringan hingga hujan lebat. Perlu diwaspadai  peningkatan hujan intensitas sedang yang terjadi di Aceh, Sumatra Barat, Jambi, Sumatra Selatan, Banten, Jawa Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, dan Papua.

Selain itu, hujan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang, terjadi dengan kategori tingkat peringatan dini dan wilayah potensi kejadian sebagai berikut:

Siaga (hujan lebat – sangat lebat): Kep. Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Sulawesi Utara, dan Papua Pegunungan.

Angin Kencang: NIHIL.

BMKG mengimbau masyarakat tetap mencermati perkembangan cuaca dalam sepekan ke depan, mengingat kondisi atmosfer di Indonesia yang dinamis.

Bagi masyarakat yang wilayahnya memasuki periode musim kemarau, perlu mengantisipasi kondisi cuaca yang cenderung lebih cerah pada siang hari dengan menjaga kecukupan cairan tubuh, menggunakan pelindung dari paparan sinar matahari saat beraktivitas di luar ruangan, serta menyiapkan pakaian hangat apabila berada di daerah dataran tinggi atau melakukan aktivitas pada malam hingga pagi hari.

Sementara itu, kewaspadaan perlu lebih ditingkatkan di wilayah Indonesia yang masih berpotensi mengalami hujan sedang, serta dampak turunannya seperti genangan, banjir, tanah longsor, pohon tumbang, gangguan perjalanan, dan berkurangnya jarak pandang. Selain itu, masyarakat diimbau mewaspadai potensi sambaran petir dengan menghindari berteduh di bawah pohon, papan reklame, atau bangunan rapuh, serta membatasi aktivitas di ruang terbuka saat hujan disertai angin kencang dan petir. (BMKG)

SHARE
Tag :BadaiBMKGHujan
Ad imageAd image

Berita Aktual

Kapal Virgol Transport 8 / Foto: Ist
Menhub Menyampaikan 130 Penumpang Kapal Virgo Transport 8 Masih Dalam Pencarian
Minggu, 13 September 2026
iPhone 18 Pro/ Foto: GSM Arena
iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max Sudah Bisa Dilakukan Pemesanan
Minggu, 13 September 2026
Kapal yang berlabuh di Selat Hormuz/ Foto: vn
Sebuah Kapal Dagang Iran Dilaporkan Diserang Menyebabkan 1 Orang Tewas
Minggu, 13 September 2026
Tim SAR gabungan berkoordinasi terkait operasi pencarian dan penanganan kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 / Foto: ANTARA
Data Sementara Enam Korban Meninggal dari 103 Orang Terevakuasi Kapal Virgo Transport 8
Minggu, 13 September 2026
Petugas Basarnas Kelas A Banjarmasin menyiapkan data-data kecelakaan Kapal Motor Virgo Transport 8 rute Surabaya-Banjarmasin/ Foto: ANTARA
Basarnas Berhasil Evakuasi 103 Penumpang Kapal Virgo Transport 8 di Laut Jawa
Minggu, 13 September 2026

Mental Health

Ilustrasi peduli terhadap kasus bunuh diri/ Foto: Freepik

Pencegahan Bunuh Diri Menekan Angka Kematian Akibat Bunuh Diri di Dunia

Ilustrasi olah raga/ Foto: psypost

Studi Menjelaskan Olah Raga Mampu Meredam Gangguan Depresi

Joe Biden/ Foto: capture ANTARA

Hunter Biden: Kanker Prostat Joe Biden Menyebar ke Tulang

Ilustrasi nyeri kepala/ Foto: freepik

Mengenali Nyeri Kepala yang Sering Diderita oleh Setiap Orang

Ad imageAd image

TRENDING NEWS

Insta360 Memperluas Seri Kamera Gimbal dengan Luna Pro

Aljazair Akan Menutup Wilayah Udaranya untuk Pesawat Terdaftar Uni Emirat Arab

Suhu Global Mencapai Tingkat Tertinggi yang Belum Terjadi Dalam 100.000 Tahun Terakhir.

Gubernur Banten Ikut Pencarian Lima Jurnalis Saat Meliput Gunung Anak Krakatau

Bromo Kembali Terbakar BPBD Jatim Kerahkan Helikopter untuk Water Bombing

More News

Gempa bumi/ foto: Anadolu

Gempa Bumi Mag 7,6 Melanda Pantai Karibia di Venezuela

Kamis, 25 Juni 2026
Tulisan tangan surat dari Muhammad Daffa Raasyid/ Foto: Capture Setneg

Presiden Prabowo Terima Surat dari Siswa Sekolah Rakyat

Sabtu, 25 Oktober 2025
Tim BPBD sedang melakukan evakuasi korban banjir/ Foto: Ist

Data BPBD Sebanyak 3 Ribu Jiwa Terdampak Banjir di Aceh Barat

Jumat, 28 November 2025
Kebakaran gedung di Hong Kong terlihat dari kejauhan/ Foto: capture The Guardian

Korban Kebakaran Gedung Hong Kong Bertambah 83 Orang Meninggal Dunia

Jumat, 28 November 2025
Aktual.co.id

Aktual.co.id adalah portal berita berbasis big data dan analisis digital terdepan di Indonesia yang berada di bawah naungan ASIGTA Group.

  • Redaksi
  • Tentang
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Beranda
  • Indeks
  • Big Data
  • Mental Health
  • Pakar Menulis
  • Viral

Follow Us

Copyright 2025 – Aktual.co.id