Aktual.co.id – RBW mengumumkan dalam sebuah pernyataan bahwa PURPLE KISS akan mengakhiri aktivitas grup pada bulan November.
Meskipun aktivitas grup akan berakhir, jadwal yang direncanakan akan tetap berjalan sesuai pengumuman, termasuk album berbahasa Inggris pada akhir Agustus, promosi di Jepang, tur Amerika Utara, dan konser terakhir di Korea.
Kabar ini mengejutkan penggemar K-pop, karena PURPLE KISS telah mendapatkan pengakuan atas bakat dan penampilan mereka.
Sejak debut resmi mereka di tahun 2021, mereka telah merilis lagu-lagu seperti ‘Ponzona’ , ‘Zombie’ , ‘memeM’ , dan ‘7HEAVEN’ .
Tiga anggota telah menarik perhatian melalui survival show, sementara yang lain diakui secara luas atas keterampilan mereka.
Secara konsisten merilis lebih dari dua single atau album setiap tahunnya, grup ini merilis single ‘I Miss My pada bulan Juli, yang membuat pembubaran mendadak ini semakin mengejutkan.
Awal tahun ini, kasus serupa terjadi dengan Weeekly . Pada bulan Februari, IST Entertainment mengungkapkan untuk mengakhiri kontrak.
Debut pada bulan Juni 2020 dengan ‘Tag Me’ , Weeekly menyapu bersih penghargaan pendatang baru di berbagai acara penghargaan akhir tahun dan kemudian meroket dengan ‘After School’ , diikuti lagu-lagu seperti ‘Broom Broom’ dan ‘Holiday Party’.
Pada tahun 2024, mereka menyelesaikan tur Amerika Utara pertama mereka di sembilan kota, tetapi meskipun jadwal mereka padat, grup tersebut akhirnya tidak dapat mengatasi tantangan dan bubar.
EVERGLOW , yang debut pada tahun 2019, belum bubar, tetapi menjalani masa hiatus tanpa batas waktu setelah kontrak mereka dengan Yuehua Entertainment berakhir pada bulan Juni.
Dikenal penampilan memukau dengan lagu-lagu hits seperti Bon Bon Chocolat, Adios, DUN DUN, dan La Di Da, enam tahun karier grup ini terhenti, meskipun anggotanya menekankan mereka tidak resmi bubar.
Para pakar industri menyebutkan kombinasi kenaikan biaya produksi dan berkurangnya investasi sebagai faktor kunci.
“Setelah serangkaian skandal manipulasi, banyak investor menarik diri dari sektor hiburan, dan distributor menjadi lebih berhati-hati. Dengan menipisnya pendanaan, pasar K-pop secara keseluruhan mengalami kontraksi,” kata seorang sumber seperti dikutip Llkpop.
Sumber lain mencatat biaya produksi grup idola meningkat tajam. “Meskipun memberatkan, agensi harus berinvestasi agar tetap kompetitif. Seiring bertambahnya pengalaman grup. Investor juga ragu mendanai idola yang tidak menghasilkan keuntungan,” ungkap sebuah sumber. (ndi/llkpop)
