Aktual.co.id – Saham-saham sektor teknologi di Asia anjlok pada Jumat setelah Apple menaikkan harga sejumlah produknya, memicu kekhawatiran bahwa kenaikan biaya cip memori dapat menekan permintaan perangkat elektronik konsumen dan membebani sektor kecerdasan buatan (AI).
Aksi jual terjadi setelah saham Apple di Wall Street merosot lebih dari 6 persen menyusul keputusan perusahaan menaikkan harga komputer Mac, iPad, perangkat rumah pintar, dan Vision Pro. Apple menyebut kenaikan harga dipicu meningkatnya biaya akibat kelangkaan cip memori dan media penyimpanan.
Dikutip dari Anadolu, tekanan meluas ke sektor semikonduktor dan teknologi di Asia. Saham SK Hynix di Korea Selatan turun lebih dari 7,7 persen, sementara Samsung Electronics melemah sekitar 7 persen.
Di Jepang, saham Kioxia Holdings merosot hingga 12 persen, produsen peralatan pengujian cip Advantest turun lebih dari 10,8 persen, sedangkan Tokyo Electron melemah lebih dari 4,4 persen.
Indeks MSCI Asia Pacific Information Technology turun 5,6 persen, sementara kontrak berjangka Nasdaq 100 melemah 1,25 persen, mencerminkan tekanan yang lebih luas terhadap sentimen sektor teknologi global.
Para pemasok Apple juga ikut tertekan. Saham MediaTek di Taiwan turun hingga 10 persen, sedangkan Hon Hai Precision Industry atau Foxconn melemah lebih dari 3,5 persen. Saham Taiwan Semiconductor Manufacturing Co. (TSMC) juga diperdagangkan lebih rendah.
Para investor mulai mengevaluasi kembali apakah lonjakan harga cip memori yang didorong tingginya permintaan infrastruktur AI akan membebani produsen elektronik dan konsumen dengan meningkatkan harga perangkat.
Kenaikan harga terbaru konsol Xbox oleh Microsoft turut menambah kekhawatiran terhadap meningkatnya biaya komponen, sehingga memperkuat kekhawatiran mahalnya cip dan media penyimpanan dapat menekan margin keuntungan perusahaan-perusahaan teknologi besar.
SoftBank Group memimpin pelemahan di Jepang dengan penurunan lebih dari 13,4 persen di Bursa Tokyo. Sentimen investor memburuk setelah muncul laporan bahwa OpenAI menunda penawaran saham perdana (IPO) hingga tahun depan, sehingga berpotensi menunda keuntungan bagi para investor utama, termasuk SoftBank.
Saham Arm Holdings, perusahaan perancang cip milik SoftBank, juga melemah pada perdagangan semalam di Amerika Serikat sehingga menambah tekanan terhadap perusahaan investasi teknologi asal Jepang tersebut.
Pelemahan meluas ke saham-saham teknologi di kawasan China Raya. Saham Tencent turun sekitar 1,6 persen di Hong Kong, Alibaba melemah 5,6 persen, Baidu turun 3,5 persen, Xiaomi kehilangan 3,1 persen, sementara Semiconductor Manufacturing International Corp. (SMIC) anjlok lebih dari 6 persen.
Penurunan tersebut terjadi setelah indeks Nasdaq Composite ditutup melemah untuk hari keempat berturut-turut pada Kamis, ketika penurunan saham Apple menghapus optimisme yang sebelumnya muncul dari laporan laba Micron Technology yang melampaui ekspektasi. (ndi/Anadolu)
