Aktual.co.id – Menteri Luar Negeri Nepal Shisir Khanal menyatakan biaya pembangunan kembali Nepal setelah banjir bandang dan tanah longsor hebat di Nepal dan wilayah otonom Tibet di Tiongkok dapat mencapai miliaran dolar.
Tiga hari pasca bencana, Khanal mengatakan kepada wartawan di Kathmandu bahwa prioritas utamanya adalah menyelamatkan nyawa sebanyak mungkin.
Namun, skala bencana tersebut melebihi kemampuan pemerintah . Ia memohon bantuan kepada komunitas internasional. Menteri Luar Negeri Nepal menyatakan ratusan jenazah telah ditemukan di hilir sungai, yang berisiko mengalami pembusukan karena kontak yang lama dengan air.
Keterbatasan kapasitas medis Nepal membuat pembekuan jenazah-jenazah dalam jangka waktu yang lama menjadi tidak mungkin. Oleh karena itu, ia meminta bantuan ahli dalam mengidentifikasi dan mengawetkan jenazah-jenazah yang ditemukan sampai menemukan keluarga para korban bencana
Pemerintah Nepal juga mempertimbangkan menggunakan truk pendingin, serupa dengan yang digunakan untuk menyimpan barang-barang yang mudah rusak untuk menyimpan jenazah.
Mengidentifikasi jenazah menghadirkan tantangan besar. Menteri Luar Negeri Khanal menyatakan pihaknya membutuhkan kemampuan forensik, pengambilan sampel DNA, analisis DNA, dan pelaporan yang dimiliki terbatas di Nepal.
Menurut pernyataan dari Asosiasi Pariwisata Nepal pada 29 Agustus, jumlah wisatawan asing yang diselamatkan setelah banjir bandang meningkat menjadi 184 orang, sementara 420 orang masih hilang.
Dalam pernyataan yang dipublikasikan di media sosial X, Dewan Pariwisata Nepal mengumumkan hingga pukul 13.30 waktu setempat (14.45 waktu Hanoi) pada tanggal 29 Agustus, 184 wisatawan telah diselamatkan, 3 orang sedang berkomunikasi dengan pihak berwenang dan 420 orang masih hilang.
Dalam berita lain, pada tanggal 28 Agustus 2026 Kanada mengumumkan akan memberikan CAD 5 juta (sekitar USD 3,6 juta) untuk mendukung upaya bantuan setelah banjir dahsyat di Nepal. (ndi/Vietnam)
