Aktual.co.id – Berlibur ke kawasan Prigen, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, tak sekadar menikmati udara sejuk dan panorama pegunungan. Di kaki Gunung Arjuno, wisatawan bisa merasakan sensasi menjelajahi taman kincir angin ala Eropa, menikmati suasana Sakura ala Jepang, hingga berinteraksi langsung dengan beragam satwa dalam satu kawasan wisata.
Pengalaman tersebut ditawarkan Dairyland Farm Theme Park Prigen, destinasi wisata keluarga yang terus mengembangkan konsep rekreasi berbasis edukasi. Tak hanya mengandalkan panorama alam, tempat wisata ini juga menghadirkan sejumlah wahana baru untuk memberikan pengalaman berbeda bagi pengunjung, terutama keluarga yang datang bersama anak-anaknya.
Marketing Communication (Markom) Dairyland Prigen, Mega Dwi P, mengatakan bahwa pengembangan wahana menjadi salah satu upaya pengelola untuk menghadirkan destinasi wisata yang mampu menjangkau berbagai kelompok usia. Konsep wisata yang ditawarkan tidak hanya berorientasi pada hiburan, tetapi juga memberikan pengalaman belajar melalui interaksi langsung dengan lingkungan dan satwa.
“Kami ingin pengunjung tidak hanya datang untuk berwisata, tetapi juga mendapatkan pengalaman yang menyenangkan sekaligus edukatif. Karena itu, kami menghadirkan berbagai zona dengan konsep berbeda,” ujar Mega.
Menurutnya, Dairyland Prigen memiliki banyak zona wisata dengan karakteristik masing-masing. Sejumlah zona itu adalah Dairyland, milkmuseum, dewindmills, Sakura Park, Mega Playground, moo moo playland. Di tempat ini, juga banyak aktivitas yang menarik seperti animal feeding, perah sapi, skyride, rainbowslide. Di Dairyland prigen juga ada yang baru yaitu Waterpak yang banyak wahana permainan baru.
Berbeda dengan kawasan peternakan, De Windmills menawarkan pengalaman wisata dengan menikmati deretan kincir angin warna-warni yang berdiri dengan latar pemandangan pegunungan menjadi daya tarik utama kawasan tersebut. Perpaduan warna cerah dan panorama alam menjadikannya salah satu lokasi favorit pengunjung untuk mengabadikan momen bersama keluarga.
Selain itu, Sakura Park menawarkan suasana berbeda melalui taman bernuansa Jepang. Ornamen dan dekorasi khas Negeri Sakura menghadirkan pengalaman visual yang menarik, terutama bagi wisatawan yang gemar berburu foto di kawasan tematik.
“Karakteristik pengunjung pada setiap zona juga berbeda. Wisatawan keluarga atau pengunjung perorangan cenderung memilih kawasan Dairyland, Sakura Park, dan De Windmills. Sementara rombongan sekolah lebih banyak memanfaatkan fasilitas wisata edukasi yang tersedia di Milk Museum,” ujarnya.
Upaya menghadirkan pengalaman wisata yang semakin beragam juga dilakukan melalui pengembangan wahana permainan anak. Salah satunya Mega Playground, kawasan permainan luar ruangan (indoor) yang menawarkan berbagai aktivitas fisik.
Di kawasan tersebut, anak-anak dapat mencoba sejumlah permainan seperti wall climbing, rope tunnel, rope climbing, slide tube, swing, hingga bounce cloud. Berbagai fasilitas tersebut tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga memberikan ruang bagi anak-anak untuk melatih keseimbangan tubuh, kemampuan motorik, dan keberanian.
“Mega Playground menjadi salah satu wahana terbaru yang kami hadirkan. Anak-anak bisa bermain lebih aktif, mencoba berbagai permainan, sekaligus melatih keberanian dan kemampuan motoriknya,” jelas Mega.
Selain Mega Playground, Dairyland Prigen juga memiliki Moo Moo Playland yang menawarkan konsep permainan dalam ruangan. Wahana ini menjadi alternatif bagi keluarga yang ingin menikmati aktivitas bermain anak dengan suasana berbeda.
Tidak berhenti di situ, pengelola juga menambah pilihan hiburan melalui kehadiran waterpark yang diperuntukkan bagi anak-anak. Dengan tarif Rp15.000, wahana permainan air tersebut menjadi alternatif aktivitas yang relatif terjangkau setelah pengunjung menjelajahi berbagai kawasan wisata lainnya.
Di balik beragam wahana hiburannya, Dairyland Prigen tetap mempertahankan wisata edukasi sebagai salah satu daya tarik utamanya. Melalui Milk Museum dan program Dairy Tour, pengunjung diajak mengenal proses produksi susu, mulai dari pemerahan hingga pengolahan menjadi berbagai produk yang dikonsumsi masyarakat.
“Program tersebut memberikan pengalaman berbeda bagi anak-anak karena pembelajaran berlangsung di luar ruang kelas. Pengetahuan mengenai dunia peternakan dan industri susu disampaikan melalui pendekatan yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari,” katanya.
Melalui Dairy Tour, peserta memperoleh gambaran mengenai bagaimana susu dihasilkan, tahapan pengolahannya, serta proses yang harus dilalui sebelum menjadi produk siap konsumsi. Pengalaman tersebut dapat membantu anak-anak memahami bahwa produk yang mereka temui sehari-hari memiliki proses produksi yang melibatkan berbagai tahapan.
Mega menjelaskan, wisata edukasi menjadi salah satu program yang banyak diminati rombongan sekolah. Kegiatan tersebut menjadi alternatif pembelajaran luar kelas karena menggabungkan pengetahuan dengan pengalaman langsung.
“Kalau kunjungan rombongan, terutama sekolah, biasanya lebih banyak memilih Milk Museum karena ada unsur edukasinya. Anak-anak bisa belajar bagaimana proses susu dihasilkan sampai menjadi berbagai produk olahan,” tuturnya.
Selain Dairy Tour, pengelola menyediakan paket outbound dan edukasi pemadam kebakaran. Kedua program tersebut menjadi pilihan kegiatan pembelajaran yang dikemas secara interaktif, mulai dari melatih kerja sama kelompok, keberanian, hingga mengenalkan pengetahuan dasar mengenai keselamatan.
Keberagaman program edukasi tersebut juga menjadi salah satu cara pengelola untuk menghadirkan aktivitas wisata pada hari kerja. Ketika kunjungan keluarga cenderung meningkat pada akhir pekan dan musim liburan, kegiatan rombongan sekolah menjadi salah satu segmen yang memanfaatkan fasilitas Dairyland sepanjang pekan.
“Konsep ini sekaligus menunjukkan bahwa wisata keluarga dapat dikembangkan melampaui aktivitas rekreasi. Melalui pengalaman interaktif, pengunjung tidak hanya memperoleh hiburan, tetapi juga pengetahuan baru yang dapat menjadi pelengkap pembelajaran formal,” tegasnya.
Dari sisi harga, sejumlah zona utama seperti Dairyland, Milk Museum, De Windmills, Sakura Park, dan Moo Moo Playland menawarkan tiket mulai Rp40.000 pada akhir pekan. Pengelola juga menyediakan pilihan tiket kombinasi atau combo yang memungkinkan wisatawan menikmati beberapa zona sekaligus dengan harga lebih ekonomis dibandingkan membeli tiket satuan.
Untuk jam operasional, kawasan wisata dibuka mulai pukul 08.30 hingga 17.00 WIB pada hari kerja. Sementara pada akhir pekan, pengunjung dapat menikmati kawasan wisata mulai pukul 07.30 hingga 17.30 WIB.
Keceriaan berwisata di Dairyland Prigen salah satunya dirasakan Fathin Amiratul Ummah, pengunjung yang mengaku sangat senang menikmati permainan di Mega Playground. Banyaknya pilihan wahana membuatnya antusias mencoba berbagai permainan yang tersedia. “Kawasan ini memberikan pengalaman berbeda karena bisa bermain lebih leluasa dan menikmati aktivitas yang menyenangkan dan penuh tantangan,” katanya.
Fathin mengaku betah menghabiskan waktu di Mega Playground karena tersedia berbagai jenis permainan yang menarik untuk dicoba. Pengalaman tersebut menjadi salah satu momen menyenangkan selama kunjungannya ke Dairyland Prigen. Keseruan yang dirasakan Fathin menjadi gambaran bahwa liburan keluarga tidak selalu harus diisi dengan perjalanan jauh, tetapi juga dapat dinikmati melalui aktivitas sederhana yang menghadirkan keceriaan, pengalaman baru, dan kebersamaan. (*)
