Aktual.co.id – Menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini menjadi langkah penting untuk mengatasi persoalan sampah, khususnya di kawasan pesisir. Melalui kegiatan bertajuk “Care About Beach Cleanliness”, sebanyak 22 anak berusia 5–14 tahun di kawasan Pantai Kenjeran, Kecamatan Bulak, Surabaya, diajak mengenal jenis sampah, mempraktikkan pemilahannya, hingga mengikuti aksi bersih pantai.
Kegiatan yang berlangsung pada Minggu, pukul 08.00–10.30 WIB tersebut bertujuan membangun karakter peduli lingkungan sekaligus meningkatkan kesadaran anak-anak terhadap pentingnya menjaga kebersihan kawasan pesisir.
Ketua Pelaksana Kegiatan, Ummi Aminatus Sa’diyah, menjelaskan bahwa persoalan sampah masih menjadi tantangan lingkungan yang membutuhkan keterlibatan masyarakat. Kebiasaan membuang sampah sembarangan, terutama di kawasan pantai, berpotensi memperburuk pencemaran apabila tidak disertai kesadaran untuk mengelolanya dengan baik.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menanamkan kesadaran kepada anak-anak bahwa menjaga kebersihan merupakan tanggung jawab bersama. Mereka tidak hanya diajak membuang sampah pada tempatnya, tetapi juga memahami perbedaan sampah organik dan anorganik,” ujar Ummi.
Kegiatan diawali dengan edukasi mengenai jenis sampah dan dampaknya terhadap lingkungan. Untuk memudahkan pemahaman, materi dikemas secara interaktif melalui permainan dan ice breaking, kemudian dilanjutkan dengan praktik pemilahan sampah.
Sebanyak 22 peserta dibagi menjadi dua kelompok, yakni kelompok sampah organik dan anorganik. Masing-masing kelompok diminta mencari contoh sampah sesuai kategorinya, kemudian membuangnya ke tempat sampah yang telah ditentukan.
Anak-anak terlihat antusias mengikuti kegiatan. Mereka aktif berdiskusi, bekerja sama, dan mengidentifikasi jenis sampah yang ditemukan. Pemahaman peserta kemudian diuji melalui sejumlah pertanyaan sederhana mengenai pemilahan sampah.
“Anak-anak sangat antusias, terutama ketika mencari dan memilah sampah secara langsung. Kami ingin pembelajaran ini tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga membentuk kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-hari,” jelas Ummi.
Usai sesi edukasi, kegiatan dilanjutkan dengan aksi membersihkan kawasan Pantai Kenjeran bersama pihak pengelola pantai. Kolaborasi tersebut menjadi bentuk penerapan langsung kepedulian lingkungan sekaligus mengajak masyarakat menjaga kebersihan kawasan pesisir.
Menurut Ummi, kegiatan ini juga diarahkan untuk menumbuhkan solidaritas, tanggung jawab, kemampuan berkomunikasi, serta keberanian anak dalam mengambil keputusan melalui aktivitas kelompok.
Ia berharap pengalaman tersebut dapat membentuk karakter anak-anak yang lebih peduli terhadap lingkungan, baik di rumah, sekolah, maupun lingkungan tempat tinggal.
“Harapannya, kegiatan ini tidak berhenti sebagai aktivitas sesaat, tetapi menjadi pengalaman yang membekas sehingga anak-anak terbiasa menjaga kebersihan dan mengajak orang-orang di sekitarnya melakukan hal yang sama,” pungkasnya. (Penulis: Herlina Suksmawati, Dosen Ilmu Komunikasi UPN “Veteran” Jawa Timu)
