Aktual.co.id – Observatorium Neil Gehrels Swift milik Badan Penerbangan dan Antariksa Nasional AS (NASA) dilaporkan mulai jatuh tak terkendali ke arah Bumi, 22 tahun setelah memulai misinya.
Angkatan Luar Angkasa AS mengkonfirmasi bahwa Swift, yang orbitnya telah menurun akibat aktivitas matahari yang intens selama beberapa tahun terakhir, memasuki kembali atmosfer di dekat Indonesia.
Menurut Space.com, pakar pelacakan satelit Jonathan McDowell, mengutip data Angkatan Luar Angkasa AS, mencatat bahwa Swift memasuki kembali atmosfer Bumi di utara Sumatra.
Belum terungkap berapa banyak bagian dari pesawat ruang angkasa seberat sekitar 1,5 ton itu yang terbakar di atmosfer.
Para pejabat NASA memperkirakan sebagian besar Swift akan terbakar habis saat benturan, dan menyatakan kemungkinan sisa-sisa puing yang menyebabkan kerusakan sangat rendah.
Pesawat ruang angkasa Link, milik perusahaan teknologi pertahanan Katalyst Space Technologies, yang diluncurkan dari Kepulauan Marshall pada 3 Juli, dijadwalkan mencegat Observatorium Swift, yang turun lebih cepat dari yang direncanakan di orbit, dan mengangkatnya kembali ke orbit.
Namun, Link tidak dapat menyelesaikan tugas ini karena masalah pada sistem penggeraknya dan roda reaksi yang menjaga arahnya. (Anadolu/ndi)