• Indeks
Aktual.co.id
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Reading: Desa Adat Wae Rebo Dinobatkan Sebagai Desa Tercatik No 2 di Dunia
Share
Aktual.co.idAktual.co.id
Search
  • Beranda
  • Big Data
  • Viral
    • Pemerintahan
    • Politik
    • Hukum Kriminal
  • Mental Health
  • Travel & Kuliner
  • Pakar Menulis
  • Indeks
Have an existing account? Sign In
Follow US
Copyright 2025 - Aktual.co.id
Travel & Kuliner

Desa Adat Wae Rebo Dinobatkan Sebagai Desa Tercatik No 2 di Dunia

Redaktur III Minggu, 9 Maret 2025
Share
5 Min Read
Rumah desa adat Wae Rebo yang viral / foto : wikipedia
Rumah desa adat Wae Rebo yang viral / foto : wikipedia

Aktual.co.id –  Desa Adat Wae Rebo dinobatkan desa tercantik nomor dua di dunia tahun 2024 oleh lembaga resmi lembaga survei internasional The Spectator Index, di bawah Rothenburg Ob der Tauber di Jerman.

Bahkan keindahannya mengalahkan kandidat lain kota kecil dari sejumlah negara, seperti Amerika Serikat (USA) dan Italia. Dusun Wae Rebo adalah bagian dari Desa Satar Lenda, Kecamatan Satarmese Barat, Kabupaten Manggarai, Provinsi NTT, Indonesia.

Berdasarkan tulisan masterplandesa, rumah adat Desa Wae Rebo, disebut Mbaru Niang. Arsitektur Mbaru Niang mengandung filosofi dan kehidupan sosial masyarakat Wae Rebo.

Rumah tradisional ini merupakan wujud keselarasan manusia dengan alam serta merupakan cerminan fisik dari kehidupan sosial suku Manggarai. Suku Manggarai memercayai lingkaran sebagai simbol keseimbangan, sehingga pola lingkaran ini diterapkan hampir di seluruh wujud fisik di desa, dari bentuk kampung sampai rumah-rumahnya.

Desa ini mendapat penghargaan UNESCO Asia Pasific Award Heritage Conservation, yang merupakan penghargaan tertinggi dalam bidang konservasi warisan budaya pada tahun 2012.

Baca Juga:  Lepas Lebaran, Warganet Berharap Bergaji Rp 100 Juta / Bulan

Selain karena keunikan dan keindahannya, nilai-nilai budaya suku Manggarai yang selaras dengan lingkungan sekitar adalah kunci yang membuat Desa Wae Rebo ini tetap lestari.

Terdapat 7 Mbaru Niang di perkampungan Wae Rebo yang tersusun melingkar mengitari batu melingkar yang disebut compang sebagai titik pusatnya. Compang merupakan pusat aktivitas warga untuk mendekatkan dengan alam, leluhur, serta Tuhan.

Dia kembali mengetikkan, penghormatan terhadap ketiganya diwujudkan dalam berbagai upacara adat yang sampai kini masih dilakukan. Pembangunan rumah adat Wae Rebo harus melalui upacara adat terlebih dahulu.

Persiapan pembangunannya membutuhkan waktu hingga setahun, dan dibangun secara gotong royong oleh masyarakat Wae Rebo. Bahan-bahan bangunannya diambil secukupnya dari hutan yang mengelilingi Desa Adat Wae Rebo.

Dibuat dari bahan kayu Worok, papan lantai dari kayu Ajang, balok-balok dari kayu Uwu dan atap menggunakan daun lontar yang ditutup dengan ijuk, membentang dari ujung atap sampai hampir menyentuh tanah.

Ketujuh rumah tradisional suku Manggarai ini berstruktur lantai panggung yang memiliki bentuk unik seperti topi kerucut. Satu rumah utama yang paling besar bernama Niang Gendang berdiameter hingga 15 meter, biasa digunakan tempat menyelenggarakan acara.

Baca Juga:  Jepang Akan Melakukan Penyaringan Wisatawan Bebas Visa

Niang lainnya, berdiameter sekitar 12 meter. Satu tiang di tengah disebut tiang bongkok sebagai struktur utama berdiri menjulang setinggi 15 meter dari satu pohon utuh yang sudah diawetkan agar bertahan lama.

Sedangkan kayu-kayu yang berfungsi sebagai pondasi tertanam di tanah hingga kedalaman 1,5 – 2 meter. Untuk mencegah pondasi kayu membusuk, digunakan ijuk untuk membungkusnya sehingga tidak bersentuhan langsung dengan tanah yang lembab.

Bangunan ini juga dapat disebut sebagai “knock down”, karena dapat dibongkar pasang dan dapat dipergunakan kembali.

Mbaru Niang berfungsi sebagai tempat tinggal keluarga, masing-masing Niang terdiri dari 6 – 8 keluarga. Terdiri dari lima lantai, masing-masing lantainya memiliki fungsi.

Lantai pertama disebut Lutur, berfungsi untuk tempat tinggal dan berkumpul keluarga. Dibagi menjadi tiga bagian, ruang terluar sebagai ruang keluarga, lalu ruang-ruang yang disekat dengan papan kayu sebagai kamar-kamar keluarga yang tinggal dan dapur yang terletak di tengah Lutur.

Baca Juga:  Pemkot Yogyakarta Uji Coba Malioboro Full Pedestrian untuk Pejalan Kaki

Lantai dua sampai lima berupa loteng. Loteng lantai dua disebut Lobo, berfungsi untuk menyimpan bahan makanan dan barang sehari-hari.

Lantai ketiga disebut Lentar, gunanya untuk menyimpan benih tanaman untuk bercocok tanam. Selanjutnya, loteng di lantai empat disebut Lempa Rea berfungsi sebagai tempat menyimpan cadangan makan untuk paceklik atau saat gagal panen.

Lantai teratas, kelima disebut Hekang Kode, berfungsi sebagai tempat sesajian untuk leluhur masyarakat desa. Mbaru Niang ini terkenal dengan keasliannya karena memiliki bentuk yang masih sama persis dengan bangunan yang didirikan oleh moyang suku Manggarai.

Bentuk rumah panggung yang diterapkan menjadi rumah yang sesuai untuk kondisi alam di sekitar Desa Wae Rebo. Berdasarkan letak geografisnya, desa Wae Rebo berada pada wilayah gempa dan hutan liar, sehingga aman bencana dan menjadi tempat perlindungan dari hewan buas. (ndi / sumber:masterplandesa)

SHARE
Tag :desa wae rebotravelviralwisata
Ad imageAd image

Berita Aktual

Logo YouTube/ Foto: Techcrunch
YouTube Menggunakan AI untuk Kebutuhan Perjalanan Pengguna Aplikasi
Selasa, 28 April 2026
Ilustrasi terbakar surya/ Foto: freepik
Musim Kemarau Waspada Penyakit Kulit Dermatitis, Jamur, dan Sun Burn
Selasa, 28 April 2026
Kereta Api/ Foto: Ist
PT KAI Pastikan Refund Biaya Tiket 100 Persen Dampak Kecelakaan KA di Stasiun Bekasi Timur
Selasa, 28 April 2026
Tangkapan layar kecelakaan KA di Stasiun Bekasi Timur/ Foto: Ist
Sebanyak 10 Jenazah Korban Kecelakaan KA Berjenis Kelamin Perempuan di RS Bhayangkara Kramat Jati
Selasa, 28 April 2026
Taksi GreenSM saat menghalangi KRL di Bekasi / Foto: Ist
Taksi Green SM Mendukung Proses Investigasi Kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur
Selasa, 28 April 2026

Mental Health

Ilustrasi terbakar surya/ Foto: freepik

Musim Kemarau Waspada Penyakit Kulit Dermatitis, Jamur, dan Sun Burn

Ilustrasi minum kopi/ Foto: freepik

Studi Meneliti Batasan Kafein yang Dikonsumsi Sehari-hari dengan Kepanikan

Konsumsi telur 2 minggu sekali mengurangi risiko Alzheimer/ Foto: daily Mail

Konsumsi Telur Dua Kali Seminggu Mengurangi Risiko Penyakit Alzheimer

Kelelahan mental bisa menyebabkan depresi / Foto : freepik

Berikut Kebiasaan yang Menyebabkan Kerusakan Otak

Ad imageAd image

TRENDING NEWS

Jamuan Makan Malam Donald Trump Diwarnai Teror Penembakan

Pelaku Penembakan Jamuan Makan Malam Presiden Donald J Trump Diperiksa Pihak Keamanan

Ada Surat dari Kedutaan Besar AS Terkait Kasus Bang Si Hyuk

Studi Meneliti Batasan Kafein yang Dikonsumsi Sehari-hari dengan Kepanikan

Film Michael Tembus Box Office dengan Penghasilan Rp681 Miliar di Awal Penayangan

More News

Labuan Bajo / Foto : Ist

Gubenur NTT : Tata Kelola Pariwisata Labuan Bajo Harus Diperbaiki

Minggu, 8 Juni 2025
Aktifitas porter profesional / Foto :capture porter gunung profesional

Kemenpar Tegaskan Pentingnya Kepatuhan SOP Wisata Ekstrim Seperti Pendakian

Sabtu, 28 Juni 2025
Erupsi Gunung Semeru Rabu 19 November 2025/ Foto: capture ANTARA

Erupsi Gunung Semeru Naik Status Menjadi Level IV Awas

Rabu, 19 November 2025
Ilustrasi pengrajin batik / Foto: freepik

Hari Batik Nasional Diajukan Presiden Soeharto dan Ditetapkan oleh Presiden SBY

Kamis, 2 Oktober 2025
Aktual.co.id

Aktual.co.id adalah portal berita berbasis big data dan analisis digital terdepan di Indonesia yang berada di bawah naungan ASIGTA Group.

  • Redaksi
  • Tentang
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Pedoman Media Siber
  • Beranda
  • Indeks
  • Big Data
  • Mental Health
  • Pakar Menulis
  • Viral

Follow Us

Copyright 2025 – Aktual.co.id