Aktual.co.id – Ketika melirik jam. Sekarang pukul 3:17. Kemudian berbalik kemudian ada yang bertanya jam berapa sekarang? Mendadak langsung lupa.
Semula kondisi ini dianggap sebagai gangguan, namun menurut psikolog Farley Ledgerwood keadaan ini adalah proses untuk fokus ke percakapan sebelumnya.
Berikut ini perilaku orang yang lupa menjawab ketika ditanya jam berapa, setelah melihat jam sebelumnya. Perilaku ini berdasarkan analisa Farley Ledgerwood yang menurutnya cukup unik.
Melakukan Instropeksi Secara Diam – Diam
Orang-orang yang lupa jam berapa sekarang cenderung lebih banyak memikirkan mengapa yang lebih penting daripada menanyakan tentang waktu.
“Orang ini sedang memproses internal. Berpikir secara mendalam, meskipun tidak terlalu mengatakan tentang apa yang dipikirkan,” ungkapnya.
Orang seperti ini terlibat dalam perbincangan lama dan hanya mengingat terhadap percakapan yang sleanjutnya, sehingga lupa dengan melihat jam yang sudah dilihatnya sebelumnya.
Tidak Terobsesi dengan Kontrol
Orang yang mengecek waktu dan melupakannya biasanya mengabaikan moment melihat jam tersebut. Artinya, orang ini bukan sosok yang suka mengatur waktu secara mendetail.
“Kadang orang ini mengabaikan waktu yang menurutnya mengekangnya. Sehingga orang ini mengabaikan tentang tepat waktu dan mengutamakan tentan esensi kedatangan di tempat tersebut,” kata Farley.
Sehingga orang ini terkesan lebih santai dalam sebuah kelompok. Dampaknya tidak jarang membuat teman sosialnya menjadi jengkel karena ulahnya yang terlalu santai.
Memiliki Bakat Kreatif
Bagi orang ini waktu bukan sesuatu yang ditegakkan, melainkan sebatas saran. “Orang ini melihat jam kemudian fokusnya memunculkan ide baru,” katanya.
Ada pengalaman ketika mengerjakan tugas kemudian melihat jam. Saat moment inilah dia bisa mengulur waktu karena jam yang dilihatnya dianggap bisa ditoleransi alias masih lama deadline tugasnya
Tidak Menjalani Hidup Setiap Menit
Orang-orang ini cenderung mengandalkan ritme daripada jadwal. “Orang ini tidak terobsesi dengan ketepatan. Menurutnya, ketepatan watu bukan yang perlu diperjuangkan,” kata Farley.
Hal ini membuat kepribadian ini santai dan membuat kebanyakan orang jengkel dibuatnya. Untuk menghindari keterikatan inilah, orang ini jarang sekali memakai jam tangan.
Hidupnya diatur oleh intuisi yang memenuhi otaknya. Beberapa orang yang memiliki kepribadian ini mengatakan, jika melihat jam bukan untuk mengejar target, hanya mengecek saja tanpa harus mengingatnya.
Memiliki Intuisi yang Kuat
Individu ini dapat mengetahui kapan saatnya mengakhiri percakapan, kapan cuaca akan berubah, atau kapan perlu keluar untuk menghirup udara segar. “Hidupnya dipandu oleh naluri daripada jam,” ungkapnya.
Dia memiliki insting yang tepat untuk maju atau mundur ketika mendapati sebuah momentum. “Orang seperti ini mempercayai kata hatinya, sampai tahu siapa saja orang yang akan ditemui beberapa jam berikutnya,” kata Farley. (ndi)
