Aktual.co.id – Guna mempercepat proses evakuasi akibat gedung runtuh di Pondok Pesantren Al Khoziny Buduran Kabupaten Sidoarjo, Badan SAR Nasional langsung menerjunkan tim dari pusat.
Seperti diberitakan ANTARA, Basarnas memberangkatkan regu Basarnas Spesial Grup/ BSG kantor pusat dan rescuer dari Semarang dan Yogyakarta.
“Tim tersebut merupakan personel tambahan dari kantor SAR Surabaya yang sudahengerahkan sebanyak 13 personel ke lokasi kejadian,” kata Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas Edy Prakoso.
Menurutnya, berdasarkan assesment masih ada tanda-tanda dua korban selamat di bawah reruntuhan. Guna mengamankan lokasi, Basarnas sudah dikerahkan peralatan tambahan untuk mempercepat pembukaan akses ke lokasi korban.
“Jumlah pasti korban belum dapat dipastikan, namun proses evakuasi masih berlangsung selain Basarnas, juga ada aparat setempat, dan unsur potensi SAR lainnya,” santrekata dia.
Gedung Pondok Pesantren Al Khoziny Buduran Sidoarjo ambruk pada saat santri menjalankan salat Ashar. Pada saat rakaat kedua tiba – tiba gedung yang dijadikan musola tersebut rubuh.
Menurut keterangan pengasuh Pondok Pesantren Al Khoziny KH Raden Abdus Salam Mujib, gedung tersebut baru saja selesai dilakukan pengecoran.
Rencananya gedung berlantai tiga tersebut akan digunakan sebagai tempat pertemuan. Pekerjaan pembangunan gedung tersebut sudah berlangsung beberapa bulan sebelumnya. (ndi/ANTARA)
