Aktual.co.id – psikolog Tina Fey memberikan gambaran orang yang mudah marah serta latar belakang karakter kepribadiannya. Berikut karakter kepribadian yang mendasari orang yang mudah marah.
Kurangnya Kecerdasan Emosional
Kecerdasan emosional, atau EQ, adalah kemampuan memahami, menggunakan, dan mengelola emosi secara positif untuk menghilangkan stres, berkomunikasi secara efektif, berempati dengan orang lain, mengatasi tantangan, serta meredakan konflik.
Jika seseorang tidak memiliki sifat ini, reaksi terhadap kemarahan bisa tidak terduga dan merusak. Mengenali sifat diri sendiri langkah pertama menuju pertumbuhan dan hubungan yang lebih baik. Ini bukan tentang menekan emosi melainkan ke arah lebih efektif.
Tidak Mampu Mengontrol Dorongan Hati
Ketidakmampuan mengendalikan dorongan hati adalah karakteristik pribadi yang mudah marah. Apa yang ada di dalam dirinya selalu ingin diwujudkan sehingga setiap kali ada yang menentang akan berujung marah.
Psikolog menyarankan agar melakukan terapi atur nafas agar tidak mudah terbawa emosi kemarahan. Tindakan mengatur emosi sangat penting agar terkontrol sehingga tidak sampai mengganggu komunitas.
Memiliki Stres yang Tinggi
Orag yang mudah marah memiliki stress yang tinggi. Depresi atau stress dapat memicu keinginan untuk meluapkan segala emosi di dalam diri.
Sebuah penelitian menemukan korelasi yang kuat antara tingkat stres dan impulsivitas. Saat stres, kemampuan untuk berpikir jernih dan membuat keputusan rasional dapat terganggu. Hal ini menyebabkan luapan amarah dan kata-kata kasar mudah diucapkan.
Harga Diri yang Rendah
Seseorang yang memiliki harga diri rendah, hidupnya seperti dalam ancaman sehingga bersikap defensif. Dalam sebuah pembicaraan mengartikan ketidaksetujuan dianggap kritik pribadi.
Dengan berupaya membangun harga diri, individu dapat menjadi lebih aman dan cenderung tidak bereaksi secara impulsif karena takut dianggap sebagai ancaman.
Takut akan Konfrontasi
Ketika takut konfrontasi, mungkin memendam perasaan hingga meledak dalam luapan amarah. Pada saat-saat seperti ini, seseorang yang emosional menganggap semua percakapan adalah konfrontasi.
Perlu melatih diri agar tidak terganggu dengan sikap emosional karena menganggap semua percakapan konfrontasi. Dengan berlatih menghadapi rasa takut akan konfrontasi, maka akan mudah meredam amarah.
Kurang Memiliki Empati
Empati adalah kemampuan memahami perasaan orang lain. Dengan empati seseorang bisa menghargai orang lain sekaligus menaikkan harga diri. Bagi yang suka pemarah cenderung tidak memiliki empati.
Tanpa empati, perselisihan dapat menjadi pertengkaran. Seseorang dengan empati rendah mungkin tidak mempertimbangkan bagaimana kata-katanya dapat menyakiti orang lain.
Ketrampilan Komunikasi yang Buruk
Inti dari masalah ini adalah keterampilan komunikasi yang buruk. Kemampuan mengekspresikan pikiran dan perasaan secara efektif adalah kunci mencegah luapan amarah.
Orang dengan keterampilan komunikasi yang buruk sering kesulitan mengekspresikan kemarahan. Dengan mudah orang yang emosional menggunakan kalimat negative untuk menyelesaikan masalah. (ndi)
